Olah Raga

Namanya Susana Epa! Wanita Cenderawasih Ini Meraih Emas PON XIX di Negeri Lahirnya Tarung Derajat, Jawa Barat

Susana Epa, atlet Tarung Derajat Papua yang berhasil meraih Emas pada PON XIX di Jawa Barat

MIMIKA, BM

Akdamina Susana Epa (33) yang akrab disapa Susi, merupakan perempuan kelahiran Jayapura, 16 Mei 1988.

Susi merupakan buah cinta pasangan Edwin Epa dan Ubertina Owula. Ia merupakan anak pertama dan perempuan satu-satunya dari lima bersaudara.

Namanya masih harum hingga saat ini karena telah menorehkan sejarah sebagai peraih medali emas dalam even Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada cabang olahraga Tarung Derajat, tahun 2016.

Ia mengharumkan nama Papua di tanah Jawa Barat yang mana merupakan tempat lahirnya Tarung Derajat.

BeritaMimika berkesempatan menemuinya saat ia dan rombongan Atlet Tarung Derajat Papua, tiba di Timika, Rabu (15/9), di Hotel Kamoro Tame.

Perempuan yang memiliki wajah lembut dan rendah hati ini sangat jauh dari kesan sangar sebagai seorang petarung.

Bagi kamu yang belum mengenalnya, namun ketika berpapasan dengannya di jalan, kamu tidak akan percaya bahwa dia adalah seorang petarung dengan raihan medali emas.

Dengan senyuman manisnya, ia pun bercerita perjalannya hingga berhasil meraih emas di PON XIX Jawa Barat.

“Awalnya saya adalah atlet tinju. Saya ikut tinju karena kakak kelas di SMA YPPK Taruna Bakti mengajak, tujuannya untuk dapat menjaga diri sendiri," ujarnya mengawali kisahnya.

“Saat itu tahun 2007 saya ikut kejuaraan daerah (kejurda) tinju tapi tidak lolos. Dari sana saya bersama rekan lain dari Karate dan Tae Kwon Do yang juga tidak lolos ada delapan orang digabungkan masuk Tarung Derajat. Yang terpilih empat orang, satu menjadi asisten pelatih AA Boxer dan tiga atlet langsung dilatih oleh AA Boxer pendiri Tarung Derajat, salah satunya saya,” kenangnya.

Setelah itu, pada tahun 2015 ia mengikuti babak kualifikasi pra PON XIX untuk Tarung Derajat dan berhasil meraih emas.

Saat PON XIX berlangsung sebagai atlet putri satu-satunya asal Papua ia mampu membuktikan diri dengan memperoleh medali emas.

“Memang perjuangan sekali karena basicnya tangan dan kaki belum bisa. Lalu kami digenjot selama tiga bulan untuk pra-PON di Jawa Barat. Perasaan saya waktu itu campur aduk ada bahagia dan sedih karena harus meninggalkan keluarga. Hingga saya berhasil dapat emas, itu merupakan suatu kebanggan tersendiri untuk keluarga,”ucapnya.

Ia mengatakan dukungan yang diberikan oleh keluarga 100 persen sehingga itu sangat memotivasinya untuk terus bertahan di cabor ini.

Dukungan antara sesama tim pun disebut Susi adalah faktor pendukung dimana tidak ada istilah senior junior melainkan kakak adik sehingga kekeluargaan itu begitu terasa.

“Prinsip saya saat itu ingin tunjukkan yang terbaik untuk tanah Papua, jika kita berikan yang terbaik pasti medali akan ada ditangan. Prinsip ini saya pegang terus sampai sekarang,” tandasnya.

Susi mengatakan untuk persiapan PON XX kali ini, ia bersama tim telah mengikuti pemusatan latihan selama dua tahun. Susi akan turun di kelas 54,1-58 kg.

“Selalu andalkan Tuhan dalam segala hal, takut akan Tuhan. Jangan sekali-kali tunjukan rasa bosan saat berlatih. Yakin dan percaya Tuhan akan membantu dalam apapun cita-cita kita. Jika di tanah orang kita bisa, kenapa di tanah sendiri tidak bisa,” pesannya menyemangati seluruh atlet Papua yang akan bertanding di ajang PON XX. (Elfrida)

BOX! Atlet Tarung Derajat Papua Tiba di Mimika

Foto bersama dengan perwakilan PB POB dan KONI Mimika di Hotel Kamoro Tame

MIMIKA, BM

Rombongan tim atlet Tarung Derajat PON XX Papua tiba di Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Rabu (15/9), dengan menggunakan maskapai Sriwijaya Air pukul 15.00 wit.

Rombongan yang berangkat dari Jayapura ini berjumlah 28 orang yang terdiri dari 22 atlet (12 putera dan 10 putri), tiga pelatih beserta official.

Sementara satu atlet akan menyusul dari Jawa Barat dan langsung menuju Timika atas nama Gabriel Sadewa, sehingga secara keseluruhan 23 atlet akan berlaga dalam PON XX Papua.

Sebagai tuan rumah untuk cabang olahraga Tarung Derajat, perwakilan KONI Mimika dan PB PON menyambut kedatangan rombongan dan mengantar hingga di tempat penginapan Hotel Kamoro Tame.

Setibanya di Kamoro Tame, mereka disambut Sekretaris Umum KONI Mimika Caesar A. Tunya. Selain mengucapkan selamat datang, Cesar juga mengingatkan rombongan untuk selalu menjaga protokol kesehatan walau kasus covid di Mimika sedang mengalami penurunan.

“Tujuan disini untuk bertanding. Mulai saat ini sampai pertandingan tolong dijaga. Saya diberikan tugas dari KONI provinsi untuk turut menjaga adik-adik mulai dari persiapan sampai penyelenggaraan dan. Pengkab juga tolong dibantu untuk persiapannya selama disini. Selamat datang di Timika,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Tarung Derajat Papua Manuel Maker mengatakan para atlet datang lebih awal untuk penyesuaian sebelum bertanding.

“Ada 18 nomor nanti yang dipertandingkan yakni empat nomor seni dan 14 tarung bebas. Kita disini ada yang ikut pentas tarung kebanyakan masih pemula. Ada satu atlet dia peraih medali emas di PON XIX Jawa Barat bernama Akdamina Susana Epa di kelas tarung bebas,” katanya.

Manuel mengungkapkan meski para atlet kebanyakan pemula tetapi telah memiliki jam terbang yang sebelumnya sebagai pesilat, karateka hingga petinju.

“Pengprov masih baru karena baru tiga tahun berjalan. Di Jayapura belum berkembang tetapi mereka sudah dibina dan diberi bekal. Kita tidak banyak bicara tetapi target dua emas dan tidak menutup kemungkinan sebagai tuan rumah kita bisa meraih lebih,” imbuhnya.

Manuel yang juga berpengalaman sebagai asisten pelatih Sang Guru Rimba di Buah Batu, Jawa Barat, mengatakan Tarung Derajat merupakan bela diri asli Indonesia.

Olahraga ini sangat mengutamakan kedisiplinan. Selain itu melatih cara berpikir yang positif dan juga sebagai wadah pembinaan akhlak dan membentuk kepribadian.

“Saat babak kualifikasi kemarin Bali merupakan juara umum tetapi kekuatan tarung derajat ada banyak misalnya Jawa Barat. Meski anak-anak banyak yang pemula tetapi saya optimis mereka bisa tampil maksimal,” ungkapnya. (Elfrida)

Hello, Pengumuman Relawan PON Kapan?

Panitia Penerimaan Relawan PON

MIMIKA, BM

Menyisakan 19 hari, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan diselenggarakan di Mimika sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara.

Namun hingga kini, belum dapat dipastikan kapan nama-nama relawan PON diumumkan oleh Bidang SDM PB PON Cluster Mimika.

Keadaan ini jika masih saja berlangsung hingga beberapa waktu ke depan maka jelas berdampak terhadap kesiapan pelaksanaan PON di Mimika.

Menyikapi masalah ini, kepada BM di Sekretariat PB PON Mimika, Ketua Panitia Penerimaan Relawan, Yudha Noya dan Koordibator Input dan Data Relawan, Fransiskus Kemong, beberkan alasannya.

"Ada kendala terkait dengan sistem yang masih terblok dari Jayapura sehingga kami belum bisa menginput kelanjutannya. Yang sudah sempat terinput sekitar 3.600-an namun jumlah ini masih harus di review kembali," ungkap Noya.

Pihaknya sejauh ini belum dapat memastikan apa penyebabnya namun diperkirakan ada dua hal yakni maintanance sistem dan karena adanya miss komunikasi antara Mimika dan Jayapura.

"Kami belum bisa umumkan karena keadaan ini sehingga kita berharap dalam waktu dekat sudah terselesaikan. Sejauh ini kami terus berkoordinasi dengan panitia di Jayapura. Harapan kami mereka bisa buka kembali akses supaya kita lakukan verifikasi data dan berkas yang sudah masuk," ungkapnya.

Ia menuturkan, panitia penerimaan relawan PON tetap berpegang pada SK yang mana jumlah reawan yang harus direkrut adalah 4.100 orang.

"Konsen kami adalah anak-anak Amunge dan Kamoro kemudian OAP dan Non Papua. Kita juga berpatokan pada arahan bupati bahwa relawan PON wajib divaksin," terangnya.

Fransiskus Kemong, Koordinator Input dan Data Relawan menjelaskan, antusias warga Mimika dari berbagai kalangan untuk menjadi relawan PON sangat tinggi.

"Hingga akhir pendaftaran yang terdata mencapai 7.800-an orang. Sebanyak 3.600-an sudah terinput namun sistem sedang terblokir. Data-data sudah masuk tetapi kita masih harus lakukan verifikasi untuk finalisasi," ungkapnya.

Ia menyadari bahwa waktu pelaksanaan PON semakin dekat sehingga panitia berharap agar Jayapura segera membuka aksesnya.

"Kami berharap yang sudah mendaftar bersabar karena kami tunggu informasi akurat dari bidang SDM. Waktu sangat mepet, kami berupaya terus kerja keras supaya selesaikan ini. Verifikasi dan filter harus kita lakukan segera," ungkapnya.

Ia mengatakan, sistem pendaftaran menggunakan aplikasi sehingga akan terkoneksi langsung dengan kementerian kesehatan, pencatatan sipil dan Polda Papua.

"Jadi apabila ada yang tidak di vakisn maka akan gugur sendirinya karena terbaca dalam sistem aplikasi. Sama seperti yang sudah disampaikan, kami akan prioritaskan Amungme Kamiro dan OAP dan yang lain akan menutupi kekurangan. Kami berharap provinsi segera buka akses supaya kita finalkan verifikasi," jelasnya.

Setelah nama-nama relawan PON diumumkan, akan dilanjutkan dengan pelatihan relawan. Pelatihan dilakukan oleh bidang masing-masing.

"Sistem pelatihan akan dilakukan secara distribusi. Kita akan distribusi ke bidang masing-masing sesuai kebutuhan mereka untuk lakukan pelatihan. Kita berharap akses ini kembali dibuka karena waktu kita semakin mepet," ujarnya. (Ronald)

Top