Olah Raga

Besok Pertandingan PON Terbang Layang Digelar, BMKG Prediksi Cuaca Mendung dan Berawan

Prakirawan BMKG Mimika, Sony

MIMIKA, BM

Pertandingan Terbang layang dijadwalkan mulai dipertandingkan besok, Kamis (23/9).

Terbang layang menjadi cabor pertama yang dipertandingkan di Klaster Mimika yang berlokasi di Venue Lanud TNI AU Timika.

Namun pertandingan olahraga ini sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca mendukung bisa tetap dilangsungkan, namun bisa saja ditunda jika terjadi hujan deras maupun awan tebal.

Berdasarkan hasil prakiraan BMKG Timika, cuaca besok masih sama seperti hari ini yakni mendung di pagi hari dan cerah berawan di siang hari.

"Diprediksi untuk tanggal 23, 24 dan 25 September cuaca masih seperti sekarang. Kemudian nanti mulai hari Minggu sudah mulai agak membaik,” jelas Prakirawan BMKG Timika, Sony Hartono saat ditemui, Rabu (22/9).

Sony mengatakan, sebelum pertandingan dimulai, BMKG akan melakukan breafing terlebih dahulu untuk memastikan kondisi cuaca.

BMKG juga akan selalu berkoordinasi dengan panitia untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kebetulan di kita juga ada yang masuk panitia, dan panitia juga fleksibel, kalau cuaca buruk tunggu membaik dulu baru mulai terbang,” tutur Sony.

Pada umumnya, kata Sony cuaca di bulan September lebih banyak hujan di pagi hingga siang hari. Kondisi cuaca juga akan terus berubah-ubah.

"Misalnya hari ini hujan besok cerah atau mendung dua hari, nanti dihari ketiga baru ada matahari," katanya.

Namun kata Sony cuaca di bulan September berbeda dengan Oktober nanti, yang mana pada pagi hingga siang cuaca cerah. Hujan baru akan terjadi pada sore hari yang disertai dengan petir.

"Masuk bulan Oktober, di pagi hari akan didominasi oleh cuaca cerah. Pagi dan siang cerah bahkan cerahnya itu kadang-kadang bikin kita gerah,” katanya.

Sementara untuk kondisi angin, tambah Sony, masih aman dan tidak berbahaya. Artinya tidak kencang atau masih aman untuk penerbangan. (Shanty)

Panpel Cabor Basket PON XX Gelar Test Event Guna Matangkan Persiapan

Tim Basket Montegol Timika dan Tim Basket Zetro bertanding pada laga test event

MIMIKA, BM

Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX tinggal menghitung hari menuju pembukaan di Cluster Mimika. Event olahraga empat tahunan ini akan diselenggarakan pada 2-15 Oktober 2021.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, cabang olahraga basket 3x3 akan dipertandingkan mulai 12 Oktober 2021.

Dalam rangka persiapan, Rabu (22/9), Panitia Pelaksana (Panpel) Cabang Olahraga basket 3x3 secara resmi menggelar test even PON XX di Venue basket MSC.

Test even berlangsung tanpa kendala dengan digelar pertandingan antara tim basket Montegol Timika dan tim basket zetro, serta simulasi sejumlah tugas dan fungsi dari panitia pelaksana.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melihat kesiapan panitia pelaksana pertandingan dan venue pertandingan yang akan digunakan saat PON XX.

Technical Delegate (TD) Basket, Trianti saat ditemui usai tes event di venue basket, mengatakan basket 3x3 dulu biasanya disebut three on three. Setelah diresmikan, kini disebut 3x3.

"Permainannya hanya setengah lapangan, ring basketnya hanya 1, pemainnya ada 4 orang pada masing-masing tim, tapi yang bermain di lapangan hanya 3 orang sementara 1 lainnya adalah cadangan," tutur Trianti.

Dijelaskan, waktu bermain hanya 10 menit. Jika salah satu tim sudah mencapai angka 21 dan waktunya belum mencapai 10 menit maka pertandingan dinyatakan selesai.

Namun jika dalam waktu 10 menit skor antara dua tim sama maka atau draw maka akan ada babak over time, tetapi tidak berdasarkan waktu.

"Jadi tim yang lebih dulu memasukkan 2 angka itu yang akan menang. Di PON ini ada 8 tim putra dan 8 tim putri yang terbagi dalam 2 group. Setelah sistem group, selanjutnya adalah sistim gugur," jelasnya.

Sementara untu cetakan poin, kata Trianti dilihat dari garis setengah lingkaran arena yang dinamakan garis 2 poin.

"Kalau di luar garis 2 poin angkanya 2 dan kalau di dalam angkanya 1," ujarnya.

Lanjutnya, untuk tes event basket 3x3 hanya dilakukan oleh tim lokal dan tidak menyertakan atlit yang akan bertanding pada PON karena masalah waktu.

"Kalau atlet datang ke sini dan lakukan tes event dan stay di sini maka terlalu lama karena basket 3x3 baru dimulai 12 Oktober nanti," ungkapnya. (Shanty)

148 Tim Satgas dan Work Force Klaster Mimika Ikuti Bimtek

Bimtek tim satgas dan work force dilakukan di Hotel 

MIMIKA, BM

148 orang yang merupakan tim satgas dan work force Cluster Mimika mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel dan Restoran Cenderawasih 66, Rabu (22/9).

Dari jumlah tersebut, 74 orang merupakan tim satgas dan 74 orang lainnya adalah tim work force.

Bimtek tersebut digagas oleh Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX melalui bidang Arena Sub PB PON Mimika.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Rabu (22/9) dibuka oleh Wakil ketua Bidang 1 Sub PB PON Mimika, Yulianus Sasarari.

Wakil Ketua Bidang I Sub PB PON Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya menggatakan, pelaksanaan bimtek bagi anggota bidang arena merupakan salah satu program kegiatan yang tidak lepas dari rangkaian penyelenggaraan PON XX tahun 2021 di Kabupaten Mimika.

"Kalian harus mengikutinya dengan baik karena bimtek yang diberikan ini merupakan standar kompetensi dasar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing di lapangan nantinya," ujarnya.

Sementara, PCI Koordinator Bidang Arena PB PON XX Papua, Wellem Kayoi mengatakan, kegiata Bimbingan Teknis (Bimtek) tugas satgas dan work force adalah menyesuaikan situasi atau keadaan dalam pertandingan. Anggota satgas juga berfungsi sebagai pengamanan.

"Kami bidang arena melaksanakan bimbingan dan menerapkan semua hal yang terkait dengan tugas dan tanggungjawab satgas dan work force dalam 12 disiplin pertandingan yang ada di Mimika," tutur Wellem.

Menurutnta, Bimtek dilakukan untuk mengetahui bagaimana caranya peserta bertugas di arena. Peserta harus mengetahui tanggungjawab dan tugas sebagai anggota satgas dan work force.

"Tim Satgas harus serba bisa, bisa dipakai mempersiapkan dan menjalankan pelaksanaan pertandingan," tutur Wellem.

Work force tugasnya sebagai pendampingan dan pembersihan di areal arena. Work force juga bertugas membantu panpel mempersiapkan semua hal terkait arena untuk persiapan pertandingan.

Sementara, manager tugasnya sebagai koordinator dari satgas dan work force dalam 1 venue yang mana nanti work force dan satgas bertugas di dalam venue tersebut.

Selain satgas dan work force, di Hotel Horison Timika, juga digelar Bimtek bagi panitia Cabor Bola Tangan oleh Panitia Pelaksana (Panpel).

Technical Delegate, Mustafa Masyhur, kepada wartawan mengatakan, Timika sebagai tuan rumah penyelenggara Cabor Bola Tangan sudah sangat siap.

"Saya melihat semangat PON di Timika sangat besar. Tadi dalam Bimtek, banyak yang bertanya mengenai hal-hal teknis dan semuanya berbobot," paparnya.

Cabor Bola Tangan dimulai pada tanggal 9-14 Oktober mendatang. Cabor ini hanya diikuti oleh 7 provinsi yakni Papua (2 tim putera puteri), DKI Jakarta (2), Jawa Tengah (2), Jawa Barat (2) dan Kalimantan (2). Jawa Timur hanya diikuti tim putri, sementara Sumatera Barat hanya tim putra.

"Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, kontingen dari luar Papua akan tiba di Timika pada tanggal 6 Oktober," ujarnya.

Ia mengajak warga Mimika untuk mendukung dan mensukeskan PON XX, mengingat momen ini adalah kesempatan yang langka.

"Mari sukseska  PON XX karena untuk menjadi tuan rumah, akan menunggu puluhan tahun lagi," terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Cabang Olahraga Bola Tangan PON XX, Franklin O. Demena mengatakan bahwa panitia pelaksana berjumlah 74 orang.

Ia juga mengatakan, dalam bekerja nanti, panpel akan bertindak secara profesional, karena goals yang ditargetkan adalah suksesnya acara PON XX di Papua.

"Ini yang sedang kami bangun komunikasi antar semua bidang, bahwa kita harus profesional dan menjunjung tinggi sportifitas karena yang kita kejar adalah suksesnya PON XX Papua," ujarnya.  (Shanty/Humas)

Top