PKK Mimika Gandeng Empat Tenaga Dokter Dalam Pelayanan Kesehatan di Distrik Mimika Barat

dr. Enny Kenangalem, M.Biomed, dr. Leonard Pardede SpOG, dr. Rustina dan dr. Chikita foto bersama dari Puskesmas Kokonao

MIMIKA, BM

Dalam pelayanan kesehatan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika menggandeng empat tenaga dokter pada Kunjungan Kerja (Kunker) di Distrik Mimika Barat pada 18-19 Mei 2026.

Keempat dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mimika ini juga turut serta melayani masyarakat dalam rangka Hari Bakti Sosial Dokter Indonesia ke 118 yang jatuh pada tanggal 20 Mei.

Keempat dokter tersebut yakni Ketua IDI Mimika dr. Enny Kenangalem, M.Biomed, dr. Leonard Pardede SpOG, dr. Rustina dan dr. Chikita.

Ketua IDI Mimika dr. Enny Kenangalem, M.Biomed yang juga merupakan anggota Pokja IV PKK Mimika mengatakan dalam kunker ini dilakukan pemeriksaan ibu hamil melalui USG dan pemberian edukasi bagi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Kokonao tentang bagaimana melakukan pemeriksaan dengan USG.

“Total dari sejak kemarin ada 16 ibu hamil yang diperiksa dengan USG. Pemeriksaan ibu hamil dan edukasi dilakukan oleh dr. Leonard Pardede SpOG. Selain itu, saya juga sebagai anggota Pokja IV melakukan penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan (pmt) dan ikut posyandu di Kampung Mimika,” tuturnya.

Sementara untuk screening awal dilakukan oleh dr. Rusnita dan dr. Chikita.

“Kami berharap keterlibatan dari banyak dokter-dokter di kesempatan berikut. Kolaborasi kita sangat erat dengan PKK sehingga jalannya sangat smooth (mudah-red). Ketika PKK turun ke pesisir kami IDI juga bisa ikut bersama. Dan ini sudah berlangsung cukup lama,” katanya.

Dalam rangka Hari Bakti Sosial Dokter Indonesia ke 118, ia berharap para dokter dapat terlibat aktif dalam giat sosial.

“Sebagai dokter jangan terkukung hanya di dunia kita saja tetapi terbuka, berbaur dengan berbagai pihak dan siap menerima masukkan sehingga dokter itu bisa menjadi agen perubahan dan menjadi mitra strategis dari pemerintah,” ucapnya.

Untuk pelayanan kesehatan di Kokonao ini didapati bahwa masih ada pos layanan terpadu (posyandu) yang masih perlu untuk diperbaiki.

“Memang, kalau soal posyandu memang masih perlu diperbaiki menuju sistem siklus hidup yang memang sekarang dijalankan. Ada rencana dari pokja IV untuk melakukan pelatihan kader. Kalau di posyandu tadi kelihatan anak-anak sehat tapi setelah diperiksa satu anak malaria,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan susu dari Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob kepada Ketua TP PKK Distrik Mimika Barat Ny. Sisilia Warinussy

Jika dibandingkan dengan yang lalu dr. Enny melihat pelayanan kesehatan di Kokonao sudah lebih baik.

“Perawatnya sangat pro aktif, kader kampung juga aktif. Kalau ada pendampingan secara terus menerus baik dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pemerintah, IDI atau profesi kesehatan lain pasti ada perubahan,” tandasnya.

Sementara itu, dr. Leonard Pardede, SpOG menambahkan bahwa untuk mempersiapkan generasi emas dimulai dari 1000 hari pertama kelahiran hidup.

“Disitulah golden period untuk mempersiapkan sumber daya manusia (sdm) yang handal di masa yang akan datang. Dimulai dari sebelum hamil, asupan asam folat dan gizinya yang cukup, sehat dan terhindar dari penyakit yang menyebabkan kehamilan tidak baik,” paparnya.

Lanjutnya, asupan gizi yang dibutuhkan seperti protein, lemak, sayur, serat buah dan susu tapi dalam porsi yang cukup sampai usia 2 tahun, sehingga anak yang dihasilkan nanti adalah anak generasi emas.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah melalui TP PKK yang mengijinkan kami untuk melayani di bidang kesehatan untuk profesi kami sebagai dokter dalam rangka Bulan Bakti Dokter,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob melalui Ketua Bidang Pokja IV. Ny. Alice Wanma mengatakan kunker kali ini berbeda karena melibatkan empat tenaga dokter.

“Pokja IV seperti biasa melaksanakan pemberian makanan tambahan (pmt) dan penyuluhan. Sebelum diberi makan diberi penyuluhan tentang gizi seimbang langsung oleh dokter. Ini suatu hal yang luar biasa jarang kita sama-sama dengan dokter,” katanya.

Selain memberikan pmt berupa kacang hijau dan telur, Pokja IV juga memberikan bingkisan.

“Harapan kami ke depan masyarakat bisa lebih mengerti cara hidup yang sehat. Kalau dilihat anak-anak disini sudah dijaga bagus. Kesadaran akan gizi juga sudah bagus dan stunting tidak ada. Bidan juga sudah diatur shiftnya. Pelayanan kesehatan disini sudah bagus. Masyarakat sudah berubah,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top