Perdana, PKK Mimika Menaman Daun Kelor di Kokonao, Distrik Mimika Barat
Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob menyerahkan bantuan daun kelor kepada Ketua TP PKK Distrik Ny. Sisilia Warinussy
MIMIKA, BM
Perdana, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja III turun langsung ke Kokonao, Distrik Mimika Barat pada Selasa (19/5/2026) untuk menanam bibit daun kelor saat kunjungan kerja (kunker).
Selain itu, PKK Mimika juga menyerahkan bantuan berupa bibit sayur-sayuran, bibit cabai dan pupuk organik.
Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob melalui Ketua Bidang Pokja III Ny. Tuty Kaliki mengatakan penanaman pohon kelor merupakan program Provinsi Papua Tengah dan bibit cabai merupakan program PKK Pusat sehingga terus digerakkan hingga ke pelosok Mimika.
“Ini adalah langkah nyata kegiatan pokja III di lapangan dalam bidang Pangan yaitu pemanfaatan lahan perkarangan di dalam keluarga sehingga apa yang ditanam, dirawat bisa dipelihara dan dijaga menghasilkan tanaman-tanaman yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga,” katanya.
Ia berharap dengan adanya tanaman tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sehingga anak bisa tumbuh dengan gizi yang baik.
“Kalaupun hasilnya lebih bisa dijual dan uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan keluarga yang lain,” ungkapnya.
Ia menyebut yang menjadi kendala penanaman daun kelor di wilayah pesisir adalah ketika air pasang.
“Jadi harus dibuat para-para. Ada media yang agak tinggi sehingga tidak tergenang air,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah daun kelor berhasil tumbuh dengan baik dan akan terus dipantau perkembangannya.
Pokja III PKK Mimika saat turun ke rumah warga untuk penanaman daun kelor
Sementara itu, Penyuluh dari Dinas Pertanian dan Holtikultura, Annisia menyampaikan bahwa dari Kampung Atapua hingga Apuri untuk menanam daun kelor harus memakai polybag dan kotak tanam para-para.
“Tidak bisa pakai di tanah karena air masuk terus. Tetap kita pakai kotak, diatas kotak. Sekarang kita coba daun kelor. Kalau cabai bisa tumbuh dengan baik di depan rumah warga,” ujarnya.
Dikatakan pertumbuhan daun kelor membutuhkan waktu sekitar satu bulan, hal ini juga harus didukung dengan media tanah dan pupuk yang baik.
“Kalau pakai polybag yang besar bisa dengan pot-pot yang besar. Terkadang kita tanam ada yang mati ada yang hidup. Penyebabnya dari tanah dan kurang pakai pupuk. Tanah sedikit dan sempit jadi saya suruh pakai tanah hitam. Saya usahakan bagaimana tumbuh kita poker dulu,” ungkapnya.
“Penanaman ini sangat mantap dan berguna bagi masyarakat untuk makan sehari-hari dan bisa dijual juga,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)







