Olah Raga

100 Penari Kolosal Tengah Disiapkan Untuk PON XX

Foto bersama beberapa peserta audisi dengan tim juri

MIMIKA, BM

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Sub Mimika Bidang Sosial Budaya saat ini tengah menggelar audisi untuk mencari 100 penari kolosal yang akan ditampilkan pada ajang perhelatan nasional PON XX Papua yang digelar Oktober 2021 mendatang.

Audisi ini terbuka untuk umum usia 10 hingga 25 tahun dan dilaksanakan di SMA Santa Maria selama tiga hari terhitung Kamis (8/4) hingga Sabtu (10/4).

Pada hari pertama audisi Kamis kemarin, tercatat 63 peserta mengikuti audisi yang menghadirkan tiga juri yakni Diva Walter dari PB PON Papua Bidang Sosial Budaya dari Jayapura dan Alfin Ramandi serta Paulus Yanyaan Kutanggas dari Mimika.

Kepada BeritaMimika Diva Water mengatakan ada tiga tarian kolosal yang akan disuguhkan pada PON XX Papua yang mengangkat kultur budaya dari Merauke, Jayapura dan Mimika.

“Ada grup sendiri tarian kolosal di sana (Jayapura-red) sudah disediakan khusus untuk pembuka, dan disini kami diberi tanggungjawab untuk audisi menyaring bakat-bakat tari dari Mimika dan persiapkan mereka untuk PB PON,” tuturnya.

Diva merasa senang melihat antusias para penari yang ada di Kabupaten Mimika karena baru hari pertama saja sudah 63 peserta yang ikut.

Untuk tarian kolosal dari Mimika, murni dan tidak lepas dari akar tradisi yang ada dari suku Amungme dan Kamoro.

“Semoga dalam tiga hari ke depan kami bisa dapat 100 orang dan bisa melaksanakan secepat mungkin untuk segera latihan mengingat waktu yang sudah mepet. Kalau untuk protokol kesehatan tentu kami akan mengikuti petunjuk teknis dari provinsi,” imbuhnya.

Sementara itu, PB PON Bidang Sosial Sub Mimika, Paulus Yanyaan Kutanggas mengatakan tarian kolosal dari Amungsa dan Kamoro akan dipadukan secara kontemporer sehingga diharapkan nanti para atlet dan penonton yang datang akan berdecak kagum melihatnya.

“Memang kami selenggarakan untuk tiga hari, tetapi nanti kita lihat situasinya jika sudah mencapai angka di luar tiga hari ya kita akan tutup,” ujarnya.

Dikatakan ada kriteria bagi penari yang akan terpilih yakni wiraga (bahasa tubuh), wirama (bahasa tubuh dipadukan musik) dan wirasa (rasa dari jiwa penari).

Senada dengan itu, Alfin Ramandi mengungkapkan bahwa selaku tuan rumah tentu diharapkan keterlibatan langsung dari putra putri asli Papua dalam tarian kolosal.

“Kita harapkan akan ada banyak anak Papua yang ikut mendaftar. Sebaiknya anak Papua ikut berkontribusi. Memang kami memprioritaskan jika ada 20-an yang ikut itu lebih baik lagi. Selain tarian kolosal ke depan kami akan melibatkan sanggar-sanggar khusus budaya seperti tari dan juga seni ukir. Basicnya budaya,” tandasnya. (Elfrida

 


 

 

Opening Kombat Cup II, Exodus Mimika Dibantai King Town Jayapura

Perebutan bola antara pemain Exodus Mimika (merah-putih) dan King Town Jayapura

MIMIKA, BM

Setelah 4 tahun vakum, Turnamen Komunitas Basket Timika (Kombat) Cup kembali di gelar untuk kedua kalinya. Pembukaan dilangsungkan di halaman basket SMAN 1 Mimika Kamis (8/4).

Turnamen ini membawa angin segar bagi pecinta basket, terlebih setelah setahun lamanya akibat pandemi Corona.

Tidak tanggung-tanggung, turnamen ini diikuti 25 tim dimana 3 diantaranya dari kabupaten tetangga yakni Jayapura.

25 tim tersebut terbagi dalam dua kategori yakni junior (dibawah 19 tahun) sebanyak 14 tim dan senior (bebas umur) 11 tim. Untuk senior, 8 tim dari tuan rumah Timika dan 3 lainnya dari Jayapura.

Dalam sambutannya, Sekretaris Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Mimika, Reddy Wijaya mengatakan giat ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit muda terutama tingkat SMP dan SMA.

“Kalau kita lihat, di sekolah sudah ada sarana lapangan basket namun belum semua punya tim basket putra dan putri. Mari bangun komunikasi dan kerjasama untuk membuat klub dan tim basket putri dan putra,” harapnya.

Lanjutnya, saat ini Timika telah mempunyai tim kebanggaan yang berlaga di ajang nasionl yakni NSH Mountain Gold Timika.

“Saya berharap dukungannya untuk tim NSH Mountain Gold yang sedang berlaga di ajang nasional. Mudah-mudahan tahun depan tim ini bisa diperkuat oleh anak-anak asli Papua terutama dari ajang ini akan muncul generasi penerus. Selamat betanding, junjung tinggi sportifitas,” ucapnya menyemangati.

Laga pertama turnamen Kombat Cup II dibuka oleh pertandingan basket junior antara Ero Tembagapura versus Zetro Elite dengan skor akhir 28-12.

Zetro Elite harus mengakui kemenangan Ero Tembagapura yang bertanding sangat baik. Mereka terlihat kompak dan kuat secara fisik maupun mental.

Foto bersama panitia dan Badan Pengurus Perbasi Mimika

Sementara di laga kedua, pertandingan senior mempertandingkan klub asal Jayapura King Town melawan tim tuan rumah Exodus.

Pertandingan berlangsung seru karena menampilkan permainan layaknya dua tim profesional. Para penonton juga sangat terhibur menikmati pertandingan ini, apalagi sebagian besar merupakan pendukung tuan rumah, Tim Exodus.

Namun sayangnya, Exodus Mimika dibantai King Town Jayapura. Di Quarter pertama mereka bakan sudah tertinggal dengan skor 2-32.

Memasuki Quarter kedua Exodus berusaha untuk mengejar ketertinggalan namun lawan mereka terlalu tangguh.

King Town terus menekan dengan umpan-umpan dan shot yang akurat terutama dari Oki pemain nomor punggung 10 milik King Town.

Berusaha bangkit di Quarter ketiga, namun akhirnya Exodus harus mengakui kemenangan King Town dengan skor akhir 26-54.

Kepada BeritaMimika pelatih Exodus, Juventus mengatakan bahwa mendengar ajang ini mereka berupaya untuk berpartisipasi ikut meramaikan dan belum pernah latihan sebelumnya.

“Anak-anak kebanyakan sudah bekerja, kami sudah lama vakum baru kumpul lagi kemarin jadi belum ada latihan. Kami agak kesulitan dari sisi pernapasan tadi,” katanya.

Sementara itu, pelatih King Town Oniway mengatakan bahwa tim sebelum bertanding memang sudah mempersiapkan diri dengan latihan.

“Kebetulan situasi pandemi seperti ini kompetisi jarang, kita juga haus bertanding jadi kami ikut turnamen ini. Semua baru perdana jadi belum maksimal. Lapangan juga tidak ada untuk latihan jadi kurang maksimal,” ujarnya singkat.

Selama pertandingan ini, panitia terus mengingatkan penonton maupun supporter agar selalu menggunakan masker dan menjaga jarak. Turnamen akan dilanjutkan besok, Jumat (9/4). (Elfrida)

 


 

PARADE FOTO Musrenbang Distrik Tembagapura

MIMIKA, BM

Distrik Tembagapura melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk RKPD 2022 di Hotel Grand Tembaga, Kamis (18/3).

Musrenbang ini menghasilkan 150 usulan program kegiatan. 70 persen dari 150 program yang diusulkan adalah bidang infrastruktur.

Giat ini dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulius Sasarari didampingi Kadistrik Thobias Yawame.

FOTO : SHANTY SANG 

Kadistrik Tembagapura Thobias Yawame menyerahkan hasil Musrenbang ke perwakilan Bappeda

Penyerahan hasil Musrenbang oleh perwakilan kepala kampung kepada Kadistrik Tembagapura 

Foto bersama Asisten I, Kadistrik, perwakilan Bappeda dan kepala-kepala kampung

Foto bersama usai penyerahan atribut kegiatan

Penyamatan tanda peserta oleh Asisten I Setda Mimika, Julius Sasarari

Kapolsek Tembagapura Ipda Eduardus Edison menyerahkan atribut kegiatan kepada kepala kampung

Jalannya Musrenbang Distrik Tembagapura

Penandatanagan Berita Acara

Kadistrik Tembagapura Thobias Yawame saat menandatangani Berita Acara Musrenbang 2021

 

 

Top