Olah Raga

Dua Faktor Ini Jadi Alasan Utama Mengapa Papua Harus Didorong Jadi Provinsi Olahraga

Foto bersama para peserta kegiatan Kick Off menuju Papua sebagai Provinsi Olahraga d Hotel Horison Ultima, Kamis (12/5)

MIMIKA, BM

Setelah sukses menjadi tuan rumah Pekan Olahraha Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di tahun 2021 lalu, Pemerintah Provinsi Papua kini berencana menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga.

Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Papua menggelar kick off menuju provinsi olahraga yang berlangsung di Hotel Horison Ultima, Kamis (12/5).

Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Papua, Alex Kapisa mengatakan saat ini Dispora Papua telah bekerjasama dengan tim akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk mengkaji rencana ini.

Keyakinan Pemerintah Provinsi Papua menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga karena dari segi indikator sudah memenuhi syarat yakni dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas olahraga yang memadai.

Alex menjelaskan dari sisi SDM, Papua tidak bisa diragukan lagi, terbukti secara antropologi dari lima wilayah adat yang ada semuanya sudah memiliki karakter masing-masing.

Contohnya, di wilayah selatan banyak potensi atlet basket dan atletik. Begitupun dengan wilayah adat lainnya.

Sementara dari sisi fasilitas olahraga, Alex mengatakan venue olahraga PON XX yang ada sudah sangat memadai dan bahkan sudah berstandar internasional.

“Kedua ini sudah kita miliki, jadi kita akan terus usahakan ini. Kalau Ambon sudah jadi provinsi musik karena memang disana banyak melahirkan pemusik, maka Papua juga bisa menjadi provinsi olahraga,” ujarnya.

Dikatakan, dari kajian tim Uncen ada 14 cabang olahraga yang bisa dikembangkan di Papua karena memiliki fasilitas olahraga yang memadai dan sudah terbukti banyak memberi kontribusi bagi Papua.

Lanjutnya, agar rencana ini dapat terwujud maka harus ada regulasi seperti pada saat PON yakni intruksi presiden. Penetapan tersebut harus dilakukan dengan dasar regulasi yang mengikat.

“Makanya kita ingin harus ada regulasi untuk menetapkan Papua sebagai provinsi olahraga, karena dengan sendirinya event-event yang tadinya para pengurus olahraga atau federasi tidak ingin datang ke Papua, dengan sendirinya suka tidak suka mereka harus datang ke sini,” jelasnya.

Hal lain menurutnya, bahwa dengan menetapkan Papua sebagai Provinsi Olahraga maka akan membuat orang semakin mengenal Papua dan membuat Papua semakin berkembang. (Shanty

Penuhi Janji Kembangkan Olahraga, PT Freeport Indonesia Dukung Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika

Presiden PTFI  Tony Wenas dan Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Panjaitan foto bersama usai penandatangan Mou

MIMIKA, BM
 
Suatu langkah terobosan dilakukan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dalam rangka mendapatkan atlet-atlet terbaik dari Provinsi Papua bagi kepentingan atletik Nasional.

PT Freeport Indonesia (PTFI) sepakat memberikan dukungan penuh untuk PB PASI dalam penyelenggaraan Pemusatan Latihan Nasional Desentralisasi Atletik Mimika.
 
Hal ini tertuang di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu (13/04/2022).

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Panjaitan dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.
 
“Saya sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PTFI kepada PB PASI. Dukungan ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan atlet atletik di Indonesia ke depannya,” ungkap Luhut setelah acara.
 
Kegiatan pelatnas desentralisasi ini akan dilaksanakan di Mimika Sports Complex (MSC), Timika yang selesai dibangun oleh PTFI pada tahun 2017.

MSC adalah wujud kepedulian PTFI pada pengembangan olahraga di Papua khususnya cabang olahraga atletik.

Hal ini tidak lepas dari hubungan baik yang sudah lama berlangsung antara PTFI dan PB PASI pada pelaksanaan PON XX Papua.
 
Tony Wenas mengungkapkan, bahwa sinergi untuk membangun kembali kejayaan olahraga Papua merupakan bagian dari komitmen perusahaan.

Dimana PTFI tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua dan juga bangsa Indonesia, serta mengambil peran dalam transformasi bangsa.

Selain itu, mentransformasikan sumber daya alam menjadi manfaat bagi kesejahteraan dan kebanggaan masyarakat dan bangsa Indonesia.
 
"PTFI menyadari banyaknya potensi yang terpendam di Papua. Papua tidak hanya memiliki potensi kekayaan sumber daya alam, tetapi juga potensi dalam bidang olahraga, salah satunya cabang atletik,” ujar Tony.

Ia menambahkan Papua pernah berjaya di cabang atletik baik di event nasional maupun internasional pada era 1980 - 2000.

Sebagai contoh, salah satu pemegang rekor dasalomba (1993) yang belum terpecahkan masih dipegang atlet senior Papua, Yulius Uwe.
 
Upaya yang dilakukan PTFI dalam membangun kembali kejayaan atletik Papua dimulai dengan membangun Mimika Sports Complex (MSC), stadion atletik dengan standar internasional yang menjadi salah satu venue PON XX Papua 2021.
 
“Kami turut mendukung upaya PB PASI dalam mengembangkan cabang olahraga atletik di Indonesia, sekaligus meningkatkan prestasi atlet di Papua melalui penyelenggaraan Pelatihan Nasional Desentralisasi Mimika. PTFI akan memberikan dukungan penuh kepada PB PASI dalam penyelenggaraan pelatihan ini selama 3 tahun”, ungkap Tony.
 
Pada saat digunakan sebagai venue atletik PON XX tahun lalu, Luhut menyampaikan gagasan pelaksanaan pelatnas di MSC yang khusus diisi oleh atlet dan pelatih yang berasal dari Papua. Gagasan ini disambut baik oleh manajemen PTFI dan bersedia mendukung.
 
Untuk tahap awal, pelatnas di Timika akan diikuti oleh 19 orang atlet dan 8 orang pelatih. Mereka adalah hasil seleksi yang dilakukan tim Pembinaan PB PASI selama berlangsungnya PON XX yang lalu dengan kriteria prestasi di kisaran 5 besar SEA Games.
 
"Selain berlatih dan dievaluasi secara periodik, melalui program yang didesain PB PASI, para atlet juga akan mendapatkan kesempatan bertanding di luar negeri. Sebanyak 9 staf pendukung seperti dokter, masseur dan psikolog akan dilibatkan juga dalam kegiatan ini,” lanjut Luhut.
 
Luhut memberikan perhatian besar pada prestasi atletik Papua yang mengalami penurunan. Hal ini terlihat melalui keikutsertaan Papua dalam PON.

Pada tahun 2004 Papua merebut 10 medali emas, namun merosot tajam sehingga tahun 2012, 2016, dan 2021 hanya memperoleh 1 medali emas.
 
Padahal sebelumnya, Papua selalu menjadi bagian utama kekuatan tim atletik Indonesia dengan prestasi-prestasi internasionalnya.

Masyarakat tentu masih ingat sprinter Franklin Burumi yang membuat prestasi fenomenal dalam nomor 100 meter dan estafet 4 x 100 meter ketika SEA Games 2011 di Palembang.
 
Program Pelatnas Desentralisasi di Timika akan dievaluasi bersama oleh PB PASI dan PTFI setiap tahun sampai 3 tahun ke depan.

Luhut optimis program ini akan memberikan hasil positif bagi peningkatan prestasi atletik di Papua.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi ini juga berharap pelatnas desentralisasi seperti di Timika ini dapat dilaksanakan di provinsi-provinsi lain.
 
“Sudah sepatutnya kita memberi perhatian besar pada atletik karena atletik adalah ibu dari semua cabang olahraga. Banyak talenta yang bisa dijaring bila kegiatan pembinaan dan kompetisi dilaksanakan dengan lebih baik di provinsi-provinsi”, pungkas Luhut. (Red)

Koni Mimika Berikan Penghargaan Kepada 18 Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Sekretaris Umum KONI Mimika Caesar A Tunya

MIMIKA, BM

Sebanyak 18 Atlet peraih medali pada PON XX Papua Tahun 2021 akan menerima penghargaan dari KONI Mimika dan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

Apresiasi ini diberikan kepada atlet dan panitia penyelenggara PB PON klaster Mimika atas suksesnya penyelenggaraan PON XX.

Penghargaan berupa dana sebesar Rp765 juta akan diberikan secara langsung oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang akan berlangsung di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (23/2) besok.

Sekretaris Umum KONI Mimika, Cessar Avianto Tunya saat jumpa pers di Graha Eme Nema Yauware, Selasa (22/2) mengatakan, panitia penyelenggara akan menerima sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua Umum KONI Marciano Norman dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Selain itu, sebelumnya juga ada penyerahan penghargaan dari Ketua Umum KONI Pusat kepada Bupati Eltinus Omaleng yang juga Ketua Umum KONI Mimika," kata Cessar.

Dikatakan, bahwa atlet-atlet yang menerima penghargaan berupa uang ini adalah atlet asal Mimika yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu di beberapa cabang olahraga.

"Ada 18 atlet dan 4 official dan pelatih asal Mimika yang akan menerima penghargaan,” ujarnya

Penerima penghargaan diantaranya medali emas satu atlet muaythai, satu atlet tinju, atlet pencak silat dan tiga atlet futsal.

Medali perak dua atlet muaythai perorangan dan empat atlet beregu rugby.

Sedangkan, pelatih dan official diantaranya dua pelatih kepala, asisten pelatih dan pelatih fisik.

Adapun, hadiah uang yang diterima untuk atlet yang meraih emas perorangan Rp50 juta, emas beregu Rp40 juta.

Medali perak perorangan Rp30 juta dan perak beregu Rp30 juta.

Sedangkan untuk pelatih yang mendapatkan medali emas Rp25 juta dan Rp15 juta untuk medali perak.

"Total semua 765 juta,” kata Cessar.

Ia mengatakan, sebagian atlet yang akan menerima penghargaan itu sudah ada di Kota Timika. Namun, sebagian dari mereka tidak bisa hadir karena bekerja di luar Timika.

Lanjutnya, selama menuju perhelatan PON XX, setiap bulan KONI Mimika selalu memberikan suport kepada mereka melalui tambahan berupa uang selama mengikuti TC

"13 atlet sudah konfirmasi untuk hadir, lainnya tidak bisa hadir karena berhalangan kerja. Jadi total yang menerima penghargaan ada 22 orang terdiri dari atlet dan ofisial,"ungkapnya. (Shanty)

Top