Olah Raga

Tim Futsal Papua Masih Perkasa, Atasi NTB 3-2

Suasana saat berlangsungnya pertandingan (Foto Opa Husein/Humas PB PON)

MIMIKA, BM

Tim Futsal Putra PON XX Papua yang didukung oleh ratusan pendukungnya masih tampil perkasa setelah berhasil menundukkan Tim Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan skor 3-2.

Pertandingan yang digelar di Venue Futsal, SP 2 Mimika, Sabtu (25/9/2021) berlangsung seru. Jual beli serangan terjadi antara dua kubu.

Namun Papua langsung mengambil inisiatif menyerang pada menit ke-7 jelang babak pertama berakhir, Papua unggul lewat 1-0 lewat kaki Wendy Brian Lindrey. Hingga turun minum keunggulan Papua tak berubah.

Di babak kedua, tim NTB lebih banyak menguasai bola, yang berbuntut pada terciptanya beberapa peluang. Namun sayang tak dapat dimanfaatkan menjadi gol.

Brian seolah menjadi momok bagi NTB, setelah sontekan manisnya pada menit ke-12 berhasil menambah keunggulan Papua menjadi 2-0.

NTB yang bermain lebih agresif pada paruh kedua, akhirnya dapat memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 pada lima menit sisa pertandingan babak kedua melalui sundulan Muhammad Wahyu Hidayat.

Ardiansyah Runtuboy semakin memperbesar keunggulan Papua, menjadi 3-1 lewat tendangan bebas kaki kiri tiga menit jelang berakhirnya laga.

Walau demkian, sebelum wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, NTB berhasil menipiskan jarak menjadi 3-2 melalui M. Arya Abi Permana.

Hingga laga usai skor tak berubah. Papua untuk sementara memuncaki klasemen Grup A dengan 6 poin dari dua pertandingan. (Humas/Ajie)

Marthen: Belum Ada Keluhan Pelayanan dari Kontingen PON XX Papua Cluster Mimika

Marthen Paiding, Ketua Harian Sub PB PON Cluster Mimika

MIMIKA, BM

Hingga saat ini belum ada komplain dari kontingen PON XX Papua Cluster Mimika terkait layanan yang sudah jalan, baik akomodasi, konsumsi maupun pelayanan kebutuhan atlet lainnya.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Sub PB PON XX Papua Cluster Mimika, Marthen Paiding kepada awak media di Jalan Poros SP2-SP5, Timika, Papua, disela-sela menyaksikan pertandingan Futsal, Sabtu sore (25/9).

Marthen berharap pihak penyelenggara tetap memberikan pelayanan terbaik bagi setiap kontingen selama PON berlangsung.

Meskipun demikian, ia mengaku bahwa masih ada pelayanan yang kurang optimal terutama terkait transportasi bagi kontingen, wasit dan para hakim.

Mantan Plt Sekda Mimika ini menambahkan, sejumlah kendaraan memang telah didatangkan ke Cluster Mimika oleh PB PON Provinsi Papua namun untuk penandatanganan kontraknya baru akan dilakukan pada 1 oktober nanti.

Untuk itu, pihaknya memaksimalkan sarana yang ada dengan menggunakan mikro bus dan bus yang sudah ada untuk memobilisasi semua yang berkepentingan.

“Baik atlet maupun ofisial, wasit dan hakim. Jadi sekarang ini kita menghendel seperti itu, tapi saya pikir itu tidak juga menjadi keluhan mereka karena sejauh ini kita fasilitasi dengan baik,” pungkasnya. (Humas PB PON/Yosefina)

Sekum PB PON Minta Media di Mimika Harus Mampu Membuat Konten Bernilai Kebangsaan

Penyematan Rompi PON dan pembagian Id Card Peliputan PON oleh Sekum PB PON Cluster Mimika, Cesar A Tunya (Foto : Izzy/Humas PB PON)

MIMIKA, BM

Sekretaris Umum (Sekum) Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya meminta awak media peliput PON XX Papua di Kabupaten Mimika agar tidak hanya memberitakan prestasi para atlet tapi juga menyajikan konten informasi bernilai kebangsaan.

Pernyataan itu disampaikan Cesar saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) para jurnalis naskah, foto dan video di Hotel Horison Timika, Sabtu (25/9).

Cesar mengatakan, bimtek yang digelar tersebut merupakan kegiatan wajib bagi wartawan yang sudah terdaftar di media center.

"Karena dengan pelatihan ini teman-teman media akan sama-sama mengetahui teknis-teknis alur kerja di media center," tukasnya.

Ia mengatakan, semua harus berbangga karena Mimika terpilih menjadi salah satu klaster PON XX di Papua.

"Papua adalah bagian dari Indonesia, Papua diberi kesempatan selenggarakan multi even dari pesta olahraga terbesar di Indonesia. Dan kita Mimika ambil bagian di dalamnya," katanya.

Menurut dia, ada proses panjang, melewati rangkaian perjuangan sejak tahun 2016 hingga sekarang.

"Bahkan sampai masuk pandemi, sehingga PON mundur 2021. Situasi yang tidak mudah, melaksanakan persiapan sampai penyelenggaraan sangat berat," tukasnya.

Namun hal itu merupakan tekad pemimpin negara memberikan dukungan agar PON dilaksanakan di Papua. Segala kebijakan dibuat di Papua.

"Koordinasi di Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten terus berjalan. Karena PON bukan hanya memberikan kesan pesta olah raga nasional, tapi satu gambaran untuk kemajuan bangsa ini. Papua bagian dari NKRI. Itu yang ditunjukan," ujarnya.

Karenanya, Cesar berharap media harus mampu membuat konten yang bernilai kebangsaan.

"PON bukan hanya menunjukan prestasi olahraga, tapi pembangunan di Indonesia dari timur ke barat ada pemerataan," paparnya.

Selain itu, media membuat konten kebangsaan agar orang lain melihat ada pembangunan yang merata.

"Itulah mengapa presiden menunjuk gubernur, bupati agar mampu menyelenggarakan pesta olahraga. Presiden mengeluarkan Inpres untuk percepatan pembangunan, dan penyelenggaraan PON.
Begitu juga Gubernur Papua, yang mendapat tugas dan amanat menyelenggaran PON. Itu menjadi motivasi bagi seluruh anggota PB PON Mimika untuk memacu persiapan olahraga di klaster Mimika," katanya.

Ia melanjutkan, venue dan sarana pendukung sudah disiapkan. Gerak pembangunan Mimika bisa disaksikan media.

"Hari ini kita sama-sama persiapkan diri untuk meliput even nasional. PON sekarang berbeda dengan PON sebelumnya. Persaingan cukup ketat, media bisa kalah dengan media sosial. Teknologi berkembang sangat cepat," ujarnya.

Apalagi lanjut Cesar, PON kali ini berbasis IT. Saat ini para peserta duduk bersama untuk belajar secara teknis, bagaimana PON berbasis IT.

"Kita lihat tantangan ke depan seperti apa. Kita ada di fase dimana penyelenggaraan PON berbasis IT, diharapkan media bisa conect dengan kondisi tersebut. Tetap jaga prokes, vaksin untuk menjaga kenyamanan tamu yang datang," harapnya.(Sany/Humas PB PON)

Top