Olah Raga

Freeport Beri Bonus Rp 1 Milyar untuk Tim Sepak Bola Papua Peraih Medali Emas PON XX

Foto bersama Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas bersama para pemain yang merupakan tim sepakbola Papua yang meraih medali emas di PON XX Papua, usai memberikan bonus kepada mereka

JAYAPURA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) memberi dukungan penuh terhadap atlet sepak bola Papua yang berlaga di PON XX dengan memberikan bonus kepada tim sepak bola Papua yang telah mengalahkan tim sepak bola PON Aceh, dan meraih medali emas dalam final pertandingan sepak bola PON XX di stadion Mandala Jayapura, pada Kamis (14/10).
 
"Kami menghargai kerja keras para atlet sepak bola PON XX Papua yang telah meraih medali emas untuk Papua. Untuk itu PT Freeport Indonesia komit akan memberikan bonus Rp 1 milyar untuk tim sepak bola PON XX Papua yang telah mempersembahkan medali emas untuk Papua," ungkap Tony Wenas, Presiden Direkur (Presdir) PTFI.
 
Pada pertandingan final sepak bola kemarin (14/10) Presdir PTFI Tony Wenas membawa 50 orang suporter mewakili karyawan Freeport, datang langsung ke Stadion Mandala Jayapura untuk menyaksikan pertandingan final olah raga paling favorit di Tanah Papua.
 
Menurut Tony Wenas, tim sepak bola PON XX Papua meraih medali emas dengan mengalahkan Tim sepak bola PON XX Aceh dengan skor 2 - 0 di stadion Mandala Jayapura adalah hal sangat membanggakan.

"Hari ini kami datang ke Hotel Mahkota, Hamadi, yang menjadi Markas tim sepak bola PON XX Papua untuk bertemu dan memberi dukungan langsung kepada atlet," kata Tony Wenas.
 
"Dengan pemberian bonus yang diberikan oleh PTFI ini, harapan kami semoga penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi para atlet Papua untuk terus giat berlatih dan berjuang lebih gigih demi mengukir prestasi", pungkas Tony Wenas.

Pelatih tim sepakbola Papua untuk PON XX, Eduard Ivakdalam memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia atas segala yang sudah diberikan oleh perusahan ini kepada perkembangan olahraga di Papua.

Eduard mengatakan PTFI sangat luar biasa karena terus memberikan dukungan kepada olahraga di Papua terutama kepada cabang olahraga sepakbola.

"PT Freeport punya andil besar untuk PON di Papua. Sangat luar biasa karena PTFI ada di tanah ini dan membantu membuat tanah ini jadi harum," ujarnya.

Di depan Presdir PTF Tony Wenas, head Coach Eduard Ivakdalam juga mengisahkan bagaimana ia bersama dua asistennya, membangun tim ini.

Tim PON Papua ini dibangun sejak 2,4 tahun yang lalu. Tim ini terdiri atas perwakilan hampir semua kabupaten kota di Provinsi Papua.

"Dari Timika juga ada, Oksibil juga ada. Bahkan mereka yang dari Oksibil harus jalan dari bandara sampai dua hari baru sampai di rumah mereka. Tim ini sangat lengkap karena semua keterwakilan ada," ungkapnya.

Dikisahkan, awal membangun tim ini dimulai dengan menyurati Askab se-Papua untuk menyertakaan putera Papua terbaik untuk mengikuti seleksi tim sepakbola PON Papua.

Pada saat itu banyak yang datang untuk mengikuti seleksi yang diadakan selama satu minggu penuh di Stadion Mandala Jayapura.
Dari seleksi tersebut dibentuklah tim yang berisikan 30 pemain.

"Dalam perjalanan, satu pemain mundur karena orangtuanya sakit, dia memilih mundur untuk merawat dan melihat orangtuanya. Sampai akhir tim berisikan 29 pemain," ungkapnya.

Pengalaman Ivak dalam bersama asisten pelatih Gerald Pangkali dalan mengarungi sepakbola Indonesia, diterapkan dalam tim ini.

Ia juga mengatakan bahwa tim ini bukan sekedar bermain bola namun selama kebersamaan ini, mereka juga membangun relasi iman yang lebih mesra dengan Tuhan.

"Semua ini kita mulai dengan mengandalkan Tuhan. Tiap malam dari mulai kumpul pertama sampai saat ini, hal ini tidak pernah berhenti. Saya tidak ragu dengan kemampuan mereka karena apa yang mereka lakukan untuk dekat dengan Tuhan semua sudah siap. Puji Tuhan apa yang kita bangun selama ini dari awal karena kekuatan Tuhan membuahkan hasil yang memuaskan," ungkapnya.

Selama 2,4 tahun membangun tim ini, tim sepakbola PON Papua telah melakukan uji coba sebanyak 110 kali dan hanya sekali mengalami kekalahan, sehingga Ivakdalam mengungkapkan bahwa kemenangan tim ini sedari awal sudah dibangun.

"Mereka selalu tampil habis-habisan. Di uji coba pun mereka selalu tunjukan itu. Apa yang mereka lakukan di partai final kemarin, buat saya itu sesuatu yang wajar dan biasa saja karena setiap hari kita latihan, mereka lakukan hal yang sama," ungkapnya.

Beberapa bulan sebelum PON dimulai, Eduard mengatakan bahwa sistem yang dibangun lebih pada pemantapan fisik. Karena secara teknik, anak-anak asuhnya sudah sangat siap.

"Kami bermain di PON jedahnya satu hari tiap game tapi Puji Tuhan, sampai menit terakhir peluit wasit di final, mereka masih berlari. Awalnya banyak yang pesimis dengan fisik mereka. Kita tidak punya pelatih fisik. Kami hanya andalkan pengalaman kami bertiga untuk memoles mereka dan semua kekhawatiran ini terjawab dengan emas yang mereka raih," jelasnya.

Di akhir ceritanya, Eduard Ivakdalam kembali mengungkapkan bahwa tim sepakbola Papua berhasil merebut emas karena ketekunan berlatih dan kedekatan para pemain dengan Tuhan.

"Mereka bangun diri untuk dekat dengan Tuhan, mereka tekun berlatih dan mendapatkan dukungan sehingga hasil akhirnya tidak ada keraguan dari mereka. Mereka sudah yakin bahwa medali emas pasti akan diraih dan mereka sudah buktikan itu untuk Papua," ujarnya.

Pada momen ini, Eduard Ivakdalam juga secara khusus menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Papua atas doa dan dukungan yang sudah diberikan sehingga tim ini dapat mengharumkan Papua dengan emas PON yang telah mereka raih. (Ronald)

PON Boleh Berakhir, Namun Hasil Doping Atlet Dapat Mengubah Segalanya

Koordinator Kesehatan PON XX Papua Sub Mimika, dr. Beeri Waropi

MIMIKA, BM

Rangkaian segala kegiatan PON XX Papua 2021, berakhir terhitung Jumat (15/10), namun satu hal yang dapat mengganjal semua keberhasilan atlet dalam meraih medali adalah hasil doping.

Hasil doping yang positif dari para atlet dapat mengubah segalanya. Jika ada atlet yang sudah mendapatkan kemenangan serta meraih medali emas, perak maupun perunggu namun dopingnya positif maka otomatis medalinya akan gugur.

Pemeriksaan doping ini tidak berlaku bagi semua atlet. Hanya bagi mereka yang memiliki kriteria yang dilihat dari jenis pertandingannya, dan dari juara yang diperolehnya.

Koordinator Kesehatan PON XX Papua Sub Mimika, dr. Beeri Waropi mengatakan, sampel pemeriksaan doping para atlet yang bertanding di Klaster Mimika diperiksa di Jayapura. Hal ini dilakukan karena Mimika belum memiliki Litbangkes.

"Misalnya jenis pertandingan yang butuh fisik kuat terus dari tingkat juara 1 atau 2 yang masuk kategori nanti dilihat secara detail. Nanti ada petugas doping khusus,” jelasnya.

Pemeriksaan ini seyogyanya dilakukan sebelum pertandingan, namun karena keterbatasan peralatan, pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah atlet selesai melakukan pertandingan. Dan hasilnya pun baru akan keluar satu atau dua bulan kemudian.

"Sehingga kita memilih seperti begitu. Jadi setelah pertandingan kemudian baru dilihat sesuai dengan kriteria baru dilakukan konseling kepada atlet itu untuk bersedia diambil sampel,” ungkapnya.

Dokter Beeri mengatakan pertandingan boleh berjalan, pengumuman hasil juara boleh keluar medali boleh diterima tetapi hasil tes doping akan mengubah itu semua.

"Misalnya dia juara 1 dapat medali emas. Tetapi setelah diambil hasil doping dia ternyata positif maka otomatis medali emasnya gugur, jadi yang tadi juara 2 yang akan naik 1 tingkat diatasnya,” ungkapnya. (Shanty)

Papua Raih Medali Terbanyak Biliar PON XX Tapi Bukan Juara Umum

 

Pasangan pemain biliar DKI Jakarta, Fatra Masum/Desi Arista menunjukan medali emas nomor 9 Ball Double Putri yang dirainya dalam cabor Biliar PON XX Papua 2021 yang dilaksanakan di GOR Biliar, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (14/10/2021). Foto : Humas PPM/Spedy Paereng 

MIMIKA, BM

Setelah digelar selama 12 hari mulai 3-14 Oktober 2021 di GOR Biliar SP 2, Timika, pertandingan cabang olahraga biliar pada PON XX Papua 2021 resmi ditutup, Kamis (14/10) malam.

Dari pertandingan yang memperbutkan total 80 keping medali itu, kontingen Provinsi Papua tercatat sebagai peraih medali terbanyak sebanyak 14, terdiri dari 2 medali emas, 3 perak dan 9 perunggu.

Meski jadi peraih medali terbanyak, bukan berarti Papua memuncaki klasemen. Papua berada di urutan keempat.

Pertandingan cabor biliar diikuti 28 provinsi, 126 atlet dan melibatkan 125 orang wasit nasional dan asisten wasit dari Papua.

Ketua Panitia, Dani Rahayaan melaporkan, ada 16 provinsi yang berhasil membawa pulang medali.

Selain Papua di urutan keempat, provinsi peraih medali yang masuk lima besar yakni Jambi dengan 2 medali emas.

Kemudian Jawa Tengah di urutan ketiga dengan 3 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Jawa Barat berada di urutan kedua dengan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

DKI Jakarta Juara Umum Biliar PON XX Papua

DKI Jakarta didaulat menjadi juara umum pada cabang olahraga biliar, di ajang pekan olahraga nasional (PON) XX Papua tahun 2021 dengan meraih 6 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Manajer Cabor Biliar DKI Jakarta, Jainudin mengaku jumlah emas yang diraih lebih dari target yaitu lima medali emas.

"Alhamdulillah target kami lima emas. Tapi yang kuasa beri kemudahan yang akhirnya kami diberikan lebih," ungkap Jainudin saat diwawancara di Venue Biliar Mimika, Kamis (14/10/).

Dia juga mengapresiasi kesepuluh atletnya yang luar biasa, dan mampu menerapkan semua ilmu dan program belajar yang didapat.

Sebelum mengikuti PON XX Papua, para atlet biliar DKI Jakarta mengikuti training camp selama 40 hari. Selama training camp mereka mendapat pelatihan tidak hanya teknik bertanding, tetapi juga mental.

"Kita lihat hati ini mereka mampu buktikan kinerjanya, dan ilmu yang didapat selama training camp," tutur Jainudin.

10 atlet biliar bermain di 18 dari 20 nomor, yang dipertandingkan pada ajang PON XX Papua.

Sedangkan enam emas yang diraih diantaranya Rudy Hasan menyumbang dua emas dari nomor Libre Carom dan Three Cushion Carom Single, Jahja Johanes juga menyumbang dua emas dari nomor English Biliard Frame 250 poin dan English Biliard Frame 150 poin.

Sedangkan dua emas lainnya dari nomor pool kelas 10 ball double putra Edward/Ponco, dan 9 ball double putri Fatrah Masum/Desi Aristya.

Selain enam medali emas, DKI Jakarta juga mendapatkan satu medali dari nomor One Cushion yang diperoleh atlet Rudy Hasan.

Adapun tiga medali perunggu dari nomor 9 ball single putra Ponco Manurung, 9 ball double putri dan perunggu 3, 9 ball single Ponco Manurung,10 ball putri dan 9 ball single putri Desi Aristya. (Humas PPM/Anya Fatma, Selvi, Shanty dan Sianturi)


Top