Olah Raga

Bangun Budaya Kerja Sehat, BRI Timika Gelar Zumba Bersama

Seluruh pegawai BRI Timika saat Zumba bersama

MIMIKA, BM

Branch Office (BO) BRI Timika terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif lewat kegiatan senam Zumba bersama yang melibatkan seluruh pegawai, Jumat pagi, 5 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor ini menjadi bagian dari komitmen dalam menjaga kebugaran pekerja sekaligus membangun suasana kerja yang harmonis dan positif. Dengan iringan musik energik dan dipandu instruktur profesional, Zin Yuli, para pekerja tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam.

Pemimpin Cabang, Arif Ulumuddin mengatakan, olahraga bersama tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan fisik pegawai, tetapi juga mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

"Senam Zumba ini akan kami lakukan tiap bulan. Setiap awal bulan kita akan awali dengan Zumba," kata Arif.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh pekerja dapat bekerja lebih optimal, memiliki energi positif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan Zumba bersama juga dinilai efektif dalam mengurangi kejenuhan kerja dan meningkatkan konsentrasi pegawai.

"Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam membangun budaya kerja sehat yang adaptif dan produktif di tengah dinamika dunia kerja saat ini," tutup Arif. (Shanty Sang)

Papua Football Academy Cari Bakat, Keliling Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan

Anak-anak tampak gembira menikmati latihan bersama

MIMIKA, BM

Papua Football Academy (PFA) kembali menggelar program pencarian bakat tahunan. PFA Cari Bakat yang akan menjangkau seluruh provinsi di Tanah Papua, pada bulan Mei hingga Juni 2026.

Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal mengatakan program ini terbuka bagi anak-anak Papua kelahiran tahun 2013 atau berusia 13 tahun pada tahun 2026.

Nantinya Tim PFA Cari Bakat 2026 akan mendatangi setiap provinsi yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

“PFA Cari Bakat 2026 bertujuan menjaring talenta muda terbaik dari berbagai daerah sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk mengasah kemampuan di bawah bimbingan pelatih profesional dan berkompetisi di level yang lebih tinggi,” kata Coach Wolfgang.

Ia menjelaskan dalam PFA Cari Bakat, pihaknya menyeleksi peserta dengan kriteria diantaranya anak kelahiran tahun 2013, mempunyai disiplin tinggi, motivasi yang kuat, sehat jasmani, nilai sekolah baik, dan memiliki postur tinggi sebagai nilai tambah.

Anak-anak yang terpilih dalam seleksi PFA Cari Bakat 2026 akan mendapatkan beasiswa penuh dan akan tinggal di Markas PFA Mimika Sport Complex (MSC) yang dibangun PTFI di Timika, Papua Tengah.

Manager Sport Management, Sustainable Development Division PTFI Janjai Adii mengapresiasi PFA Cari Bakat yang secara proaktif mendatangi setiap provinsi untuk menemukan talenta-talenta muda sepak bola. Upaya ini akan membuka jalan dan peluang bagi anak-anak di berbagai daerah di Tanah Papua untuk mengikuti seleksi masuk PFA.

“Kami berharap PFA Cari Bakat bukan hanya sekedar proses merekrut anak–anak dari seluruh Papua masuk ke PFA, namun bagaimana akademi ini mampu menjadi perpanjangan tangan untuk menjangkau bakat–bakat sepakbola usia muda yang ada dipelosok Papua,” katanya.

Coach Wolfgang mengatakan antusiasme terhadap program ini terus meningkat dari pelatih maupun orang tua. Ia optimistis pencarian bakat di 19 kota dan kabupaten akan menghasilkan pemain-pemain potensial.

“Saya optimistis akan menemukan talenta kelahiran 2013 yang berpotensi. Terima kasih untuk semua pelatih dan orang tua. Good luck anak-anak! Mari mengukir prestasi bersama PFA. Dari tanah Papua untuk Indonesia,” ujar Coach Wolfgang.

Adapun tahapan seleksi akan digelar di stadion atau lapangan sepak bola yang telah ditentukan di masing-masing daerah.

Informasi detail terkait lokasi dan jadwal seleksi di setiap kabupaten/ kota akan diumumkan secara resmi melalui kanal media sosial PFA @papuafootballacademy, serta bekerja sama dengan PSSI dan pemerintah daerahsetempat.

Tentang Papua Football Academy Papua Football Academy (PFA) merupakan wujud nyata komitmen investasi sosial PT Freeport Indonesia dalam pengembangan sepak bola Papua.

PFA berfokus pada pembinaan talenta muda Papua secara holistik—meliputi aspek teknik, pendidikan, karakter, dan kesehatan—serta berkomitmen mencetak pemain berprestasi, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Ronald R)

Ketua KONI Mimika Dorong Pembinaan Pesepakbola Usia Dini

Ketua KONI Mimika dan Sekum KONI Mimika berdiskusi dengan Kadispora Mimika disela-sela Pembukaan Grassroot Football Festival 2026 di Stadion Wania Imipi, Selasa (5/5).

MIMIKA, BM

Pembinaan atlet usia dini termasuk di cabang sepakbola terus menjadi perhatian serius di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika.

Ketua KONI Mimika, Antonius Kemong, menegaskan kegiatan Grassroot Football Festival 2026 yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika dan PSSI Mimika merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi pesepak bola masa depan sejak usia muda.

Menurut Antonius Kemong, pembinaan pemain usia 10 hingga 12 tahun menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sepak bola daerah yang berkelanjutan.

Ia menyebut, keberhasilan tim besar tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari pembinaan di tingkat akar rumput (grassroot).

“Anak-anak usia dini ini adalah masa depan sepak bola Mimika bahkan Indonesia. Jika pembinaan dilakukan dengan baik sejak sekarang, maka ke depan kita akan memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ketua KONI Mimika yang didampingi Sejumlah KONI Mimika, George Deda juga menekankan pembinaan jangka panjang perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah sepak bola (SSB), hingga organisasi olahraga dan tentunya pihak swasta.

"Kolaborasi ini dinilai penting agar program pembinaan dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan," jelasnya.

Sementara itu George Deda menjelaskan ajang seperti Grassroot Football Festival bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pembentukan karakter, serta peningkatan keterampilan dasar sepak bola bagi anak-anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain sepak bola, tetapi juga nilai disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas. Ini yang paling penting dalam pembinaan usia dini,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin di Mimika, sehingga mampu menjaring lebih banyak talenta muda berbakat dari berbagai distrik.

Dengan pembinaan yang tepat, Mimika diyakini dapat melahirkan pemain-pemain potensial yang bisa memperkuat tim daerah hingga nasional di masa depan.

Selain itu, George Deda juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pengembangan sepak bola usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi prestasi olahraga.

“Kalau kita ingin berbicara prestasi di masa depan, maka kita harus mulai dari sekarang. Pembinaan usia dini adalah kunci utama,” tegasnya. (Red)

Top