Olah Raga

Pesan Andi Batam dan Romy Chandra Untuk Pebasket Muda Papua

 

Mantan Pebasket Nasional Romy Chandra (paling kiri) dan Andi Batam (paling kanan) berfoto bersama fans mereka di MSC, Selasa (11/1)

MIMIKA, BM

Andi Batam dan Romy Chandra turut hadir memeriahkan partai Final Indonesia Basketball Festival (IBF) yang diselenggarakan di Mimika Sport Complex, pada Selasa (11/1).

Mereka hadir bersama dengan artis ibukota Maria Selena, Mario Lawalata, Udjo Project Pop dan Augie Fantinus yang tergabung dalam klub selebritis Happy Ballers yang melawan tim Mimika Ballers pimpinan Sekda Mimika Michael R Gomar.

Kehadiran mereka membuat penonton yang hadir terhibur. Usai memeriahkan dan menghibur penonton, Happy Ballers menyempatkan diri untuk menyaksikan babak final antara Jungleboys melawan Wofle Sorong.

Disela-sela pertandingan, BeritaMimika mendatangi dua legenda basket Indonesia yakni Andi Batam yang juga merupakan Manajer timnas elite muda (Indonesia Patriots) dan Romy Chandra.

“Seru gamenya, seru saya berharap ada bibit baru dari Timika, Sorong maupun seluruh Papua yang ada saat ini biar kita bisa pantau untuk pemain tunas muda, kebetulan saya juga pegang Indonesia Patriot,” kata Andi Batam.

Dikatakan disetiap season selalu bermunculan pebasket muda bertalent sehingga diharapkan ke delan akan muncul yang terbaik dari Papua.

“Kalau saya lihat mereka masih butuh bantuan dari teman-teman kita juga, kita mesti kasih coach learning ke Papua karena bagaimana pun mereka punya atletis yang bagus tinggal bagaimana kita tambah skill individu dan tim nya. Secara postur banyak yang bagus tinggal membuat mereka lebih basketball size,” katanya.

Senada dengan itu, Romy Chandra menuturkan euforia yang terjadi bagus dan cara bermain para pemain kelihatan baik namun masih perlu untuk sering diadakan even.

“Kalau perlu tiap satu atau dua bulan sekali karena semakin banyak even semakin banyak tumbuh bibit baru dan pengalaman karena pengalaman di game itu yang penting. Semakin banyak turnamen semakin banyak pengalaman didapat serta semakin mudah pembina basket melihat pemain basket yang akan tumbuh,” terangnya.

Menurutnya, segala sesuatu tidak ada yang mustahil tinggal bagaimana pengurus basket dan pembina mengadakan even bukan hanya untuk dewasa tetapi juga sejak usia dini.

“Kalau bisa dari usia dini dikembangkan dan dibangkitkan karena dari bibit awal itu lah yang akan membawa prestasi kedepan. Saya jujur ingin sekali ada pemuda dari Timur yang bisa membawa nama Indonesia lebih baik,” pesannya (Elfrida)

Wofle Sorong Juara IBF 2022 Tim Putra di Timika

 

Pemain Wofle Sorong saat merayakan kemenangan usai menjuarai IBF 2022 di Timika

MIMIKA, BM

Pertemuan kedua antara Jungleboys dan Wofle Sorong terjadi di Final Indonesia Basketball Festival (IBF) 2022 di Mimika Sport Complex, Selasa (11/1) kembali berlangsung seru.

Dukungan para penonton kedua tim yang terlihat sama banyaknya, menambah semangat suasana pertandingan.

Pertemuan di final ini, awalnya didominasi oleh tim Jungle Boys. Bahkan di dua quarter yakni pertama dan kedua, Jungle Boys unggul poin atas Wofle Sorong. Pada quarter kedua, tim Jungleboys memimpin dengan skor 12-7.

Memasuki quarter ketiga, Wofle Sorong terlihat memainkan kualitas permainan yang lebih ofensif dibandingkan dua quarter sebelumnya.

Kekompakan dan kerjasama tim membuat anak-anak Wofle berhasil membalikan keadaan dan memimpin dengan skor 12-20 pada quarter ketiga.

Babak terakhir, pemain Wofle Sorong seolah menemukan kepercayaan diri mereka. Mereka semakin matang dalam menyerang maupun bertahan.

Hasilnya, mereka berhasil menambah 8 poin dan keluar sebagai juara dengan skor akhir 16-24.

Dengan demikian, Wofle Sorong keluar sebagai juara Indonesia Basketball Festival (IBF) tim putra yang digelar pada Selasa (11/1) di Mimika Sport Complex. Selain Wofle, tim puteri Tsunami juga menjadi juara IBF puteri.

Usai pertandingan, kepada BeritaMimika pelatih Wofle Sorong Riggs Ronsumbre mengatakan Jungle Boys merupakan lawan yang tangguh.

“Namanya tim yang masuk final pasti tim yang kuat dan mempunyai persiapan matang. Saya bersyukur karena kita bisa melewati game hari ini dengan baik dan menjadi juara sehingga kita bisa balik ke Sorong dengan senyuman bukan air mata,” tuturnya.

Riggs yang juga merupakan mantan pemain Pro Hangtuah Basketball mengungkapkan perjuangan Wofle Sorong untuk bertanding di IBF bukanlah hal yang mudah namun penuh kerja keras.

“Kita datang kesini dengan susah payah. Dari awal sebenarnya datang dengan tim saya. Kegiatan ini awalnya bulan Desember namun dibatalkan. Jadi sambil waktu berjalan saya mencari sponsor karena kami punya tekad. Akhirnya akhir Desember 2021 saya dapat,” terangnya.

Lanjutnya, visi Rigss dan pensponsor di Papua Barat adalah untuk mengembangkan basket khususnya bagi para pemuda.

“Kami hanya perlu tiket (ke Timika-ted), kalau uang makan kami cari sendiri dan ada bantuan dari senior. Tujuan kami kesini untuk mengembangkan bakat anak-anak mungkin mereka bisa dipanggil ke Jakarta atau dapat beasiswa. Kita tidak pernah tahu yang terpenting bagaimana mereka bermain dan mengeluarkan bakat selebihnya berserah kepada Tuhan,” tandasnya.

Dikatakan setelah IBF, Wofle Sorong akan membentuk suatu akademi dan memperkenalkan Wofle Sorong melalui sebuah even kejuaraan.

“Dari basket bisa meringankan kita dan keluarga. Di Papua mungkin belum dijalankan, kalau di Jakarta banyak kampus sekolah yang cari pemain berbakat dan disekolahkan 100 persen tanpa biaya apapun. Latihan dengan sungguh-sungguh dan jauhi hal negatif. Semoga banyak anak Papua yang berkarya bukan hanya di IBL, bisa juga di liga pelajar atau liga mahasiswa,” pungkasnya.

Sementata itu pelatih Jungle Boys, Sofyan menuturkan tiga alasan mengapa timnya kalah di partai final.

"Ada beberapa kesalahan yang dilakukan para pemain. Mereka bermain tidak seperti pola yang saya kasih. Itu yang menyebabkan lawan balik unggul. Ada pemain juga yang main sedikit invidual padahal saya sudah ingatkan untuk lebih prioritaskan kerjasama tim. Mungkin terlalu antusias sehingga individunya lebih kuat," ungkapnya.

Walau Jungle Boys tidak mendapatkan juara pertama namun Sofyan mengatakan turnamen ini sangat positif bagi para pemain karena mereka dapat mengembangkan skill dan kemampuan mereka sekaligus sebagai ajang promosi basket di Timika.

"Ada dua pemain dari kami yang dilirik Perbasi yakni Yoshua dan Yalinap. Saya harap ajang ini jadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk melihat perkembangan basket di Timika. Karena antusias basket di Timika ini sangat tinggi sehingga kita berharap ke depan ada even-even lagi seperti ini," harapnya. (Elfrida)

Sekda Mimika Pimpin Kapolres dan Dandim 'Menyerang' Para Artis Dari Jakarta

 

Tim Basket Mimika Ballers vs Happy Ballers di MSC, Selasa (11/1)

MIMIKA, BM

Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Michael R Gomar memimpin Kapolres Era Adhinata, Dandim Yoga Prasetyo, Anggota DPRD Redy Wijaya dan sejumlah pemain basket Mimika tampil melawan para artis dari Jakarta.

Tim Mimika yang disebut Mimika Ballers ini tampil melawan sejumlah artis dan mantan pebasket nasional yang disebut tim Happy Ballers.

Para artis ini adalah mantan atlet basket nasional Rommy Chandra, Augie, Mario Lawalata, Maria Selena, Andi Batam dan Virgo Boy.

Di menit-menit awal pertandingan exebisi menuju final Indonesia Basketball Federation (IBF) 2022 di Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (11/1), Kaplres Mimika langsung membuka keunggulan tim Mimika Ballers melalui tembakan dua angkanya.

Kedua tim bermain bagus dan saling menyerang! Status sosial yang mereka sandangi, menyatu bersama kemeriahan Indonesia Basketball Federation yang penutupannya akan digelar pada sore menjelang malam nanti.

Pertandingan kedua tim ini bahkan ditonton secara langsung oleh Ketua Perbasi Pusat,Danny Kosasih.

Walau terlihat terseok-seok karena stamina dan jarang berlatih, anggota tim Mimika Baller pada jamannya dulu, mereka adalah pemain basket.

Tidak heran, walau kelelahan dan ngos-ngosan, mereka mampu memberikan aksi yang menarik untuk ditonton dan sangat menghibur.

Tidak ketinggalan, tim Happy Ballers dari Jakarta ini juga tampil apik dan sangat menghibur ratusan penonton yang memadati Mimika Sport Complex.

Mereka membuat warga Timika yang menonton, tertawa dan terlihat begitu bahagia menyaksikan jalannya pertandingan. Sepanjang pertandingan, MSC terus bergumuruh.

Quarter pertama, tim Mimika Ballers memimpin dua angka dengan unggul 12-10 atas tim Happy Ballers. Saat ini pertandingan telah memasuki quarter kedua dan skor sementara 17-16 untuk keunggulan Mimika Ballers.

Partai final IBF 2022 di MSC sendiri akan digelar pada pukul 18.00 Wit sore nanti mempertemukan tim tuan rumah Jungle Boys melawan Wofle Sorong. (Ronald)

Top