Olah Raga

Tim Basket Papua Tiba Di Mimika

 

Manager (tengah) dan Pelatih Tim Basket Papua

MIMIKA, BM

Tim bola basket kontingen Papua telah tiba di Timika, Rabu (22/9). Rombongan kemudian menuju Hotel Cenderawasih 66 untuk beristirahat.

Ditemui BeritaMimika, Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Papua sekaligus Manager Tim Basket Papua Frengky Apolos Baneftar mengatakan persiapan tim sudah mencapai 100 persen.

Selama ini atlet Basket PON Papua mengikuti TC di Jogjakarta sejak Mei hingga awal September 2021, sebelum ke Timika.

“Keinginan Gubernur Lukas Enembe, Papua sebagai tuan rumah basket harus bisa meraih prestasi tertinggi dari keempat nomor yang dipertandingkan,” tuturnya.

Empat nomor pertandingan tersebut adalah 5x5 putra, 5x5 putri, 3x3 putra dan 3x3 putri.

Baneftar mengatakan berdasarkan hasil drawing ia menargetkan tim Papua putra 5x5 dan putri 3x3 dapat meraih dua emas.

“Semua cabor tidak ada yang berat, itu tergantung kesiapan kita karena empat tahun lalu (PON XIX Jawa Barat-red) Papua tidak diunggulkan namun ternyata basket putra berhasil meraih perunggu,” ungkapnya.

Dikatakan, pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu tim basket putra berhasil menumbangkan tim kuat DKI Jakarta di babak perempatan final. Namun, pada saat masuk ke Semi Final mereka harus mengakui kemenangan Jawa Barat.

Pada saat memperebutkan medali perunggu, tim basket putra akhirnya berhasil mengalahkan Jawa Tengah.

“Saat itu kita pergi dengan persiapan minim tapi bisa membuktikan bahwa tim putra dapat perunggu. PON XX di tanah sendiri jadi kita harus bisa buktikan lagi,” ucapnya.

Ia menuturkan untuk 3x3 merupakan pertama kalinya akan dipertandingkan dalam PON XX Papua setelah sebelumnya masuk eksebisi pada PON XIX Jawa Barat.

Baneftar mengungkapkan, PON di Papua adalah momen karena sejarah mencatat untuk pertama kalinya di gelar di negeri Cenderawasih.

Dengan semangat ini, Tim Basket Papua akan sekuat tenaga berupaya untuk menang dan memperoleh emas di rumah sendiri.

“Lea Kahol akan turun di 3x3. Dia bukan saja andalan Papua tapi Timnas Indonesia sehingga kita berharap di 3x3 dapat merebut medali emasi. Selain Lea, semua atlet lainnya sama merata, kita bersyukur ditangan coach Jerry dan coach Yamin mereka bisa dibentuk menjadi anak-anak yang berkarakter dan dilirik oleh teman-teman dari luar Papua untuk bisa memperkuat klub dan timnas,” imbuhnya.

Ia mengakui kedua pelatih Basket Tim PON Papua karena menurutnya, kedua pelatih ini tidak hanya mengembangkan dan mengajarkan tentang metode dan teknik bermain namun juga membantu pengembangan atletnya agar menjadi seorang pebasket profesional.

“Kita harap semua rakyat Papua dan yang ada di Mimika bisa mendukung sepenuhya. Jangan lagi ada rasa perpecahan diantara kita tetapi datang mendukung tim ini karena kita bukan membela satu daerah tapi nama Papua. Prestasi ini untuk kita Papua. Jadi saya harpakan semua suku bangsa di tanah Eme Neme Yauwaere bersatu, sehati, mendukung hingga kita meraih prestasi tertinggi di PON XX Papua,” harapnya.

Berikut hasil drawing atau undian cabang bola basket. Untuk kategori putra dibagi menjadi dua pool.

Juara bertahan Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta berada di pool A.

Pool B ditempati Bali, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Jawa Timur, dan tuan rumah Papua.

Untuk puteri juga dibagi menjadi dua pool. Pool X ditempati Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.

Sementara Pool Y terdiri atas Papua, Jambi, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta. (Elfrida)

Atlet Dari Tiga Provinsi Tiba di Timika Disambut Sekum KONI Mimika

Sekum KONI Mimika Cesar A Tunya memberikan Noken kepada salah satu atlet sebagai ucapan selamat datang di Timika

MIMIKA, BM

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Mimika, Cessar A. Tunya menyambut kedatangan kontingen Futsal dari tiga Provinsi yang tiba di di Timika, Selasa 21/09/2021.

Ketiga kontingen tersebut terdiri dari Kontingen Futsal Sulawesi Selatan,Futsal Maluku Utara, Futsal Nusa Tenggara Barat.

Tiba di bandara Mozes Kilangin para atlet dan official langsung disambut oleh Sekum KONI bersama paguyupan dari masing-masing daerah.

Adapun peguyupan yang turut menjemput kontingen di bandara diantaranya, Paguyupan KKMU, Palawa Sulsel dan Kerukunan Keluarga Besar NTB Timika.

Atlet yang tiba langsung disambut dengan pengalungan Noken dan ukiran suku Kamoro yang diberikan oleh Sekum KONI kepada para kapten tim dari masing masing kontingen.

Cesar Tunya dalam sambutannya dihadapan para atlet mengucapkan selamat datang di Timika. Ia berharap agar selama di Timika para atlet dapat menjalankan pertandingan dengan baik tanpa ada kendala apapun.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada tiga kontingen yang telah tiba hari ini. Terimakasih juga terhadap paguyupan dari masing - masing daerah yang telah menjemput kontingennnya bersama kami," ungkapnya.

Ia berharap agar para atlet dan kontingen selama di Timika dapat melaksanakan pertandingan dengan baik serta menjunjung tinggi sportifitas.

"Dengan penjemputan bersama ini menunjukan bahwa kita semua memiliki semangat yang sama untuk menyukseskan PON XX,"tegasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini semua kontingen cabang Olahraga Futsal telah tiba di Timika.

Dalam penjemputan kontingen tersebut, Sekum KONI Mimika, bpk Cessar A. Tunya didampingi Tim Panwasrah Klaster Mimika dan koordinator bidang pertandingan sub Mimika. (Red)

Cerita Atlet Kembar Panjat Tebing Papua Dilatih Tanta Mereka, Emi Zainah Peraih Perunggu PON Riau

Rafianto dan Rafiandi bersama tanta mereka, Emi Zainah saat berlatih di Venue Panjat Tebing SP 2

MIMIKA, BM

Dari sekian atlet yang dimiliki oleh Kontingen Papua pada perhelatan PON XX, terdapat atlet kembar bernama Rafianto Ramadhan dan Rafiandi Ramadhan yang merupakan atlet Panjat Tebing.

Mereka berdua lahir di Jakarta, 26 November 2002 dengan jarak lahir lima menit.

Buah kasih dari pasangan Ayah Rahmad Setiadi dan Ibu Hera Kurniawati ini akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Mimika.

Menariknya, atlet kembar ini sedari kecil memang sudah memiliki ketertarikan akan dunia panjat tebing, dan itu tidak lepas dari peran tante mereka yang juga merupakan atlet nasional bernama Emi Zainah.

Emi Zainah merupakan atlet panjat tebing yang pernah menorehkan sejarah sebagai peroleh medali perunggu dalam even PON yang di selenggarakan di Riau pada 2012 silam.

Kepada BeritaMmika Selasa (21/9), Emi Zainah mengungkapkan perjalanannya sebelum ia dipercaya menjadi pelatih panjat tebing Papua.

“Pengalaman saya sebagai atlet dimulai dari 1992. Saya ikut Kejurnas pertama di Sumatera Barat dimana DKI Jakarta keluar sebagai juara umum. Kalau dulu bukan per medali tetapi total tim,” katanya.

Lanjutnya, pada tahun 1996 cabor panjat tebing baru ekspedisi dan belum masuk mata lomba. Kemudian tahun 2000 panjat tebing dimasukan sebagai salah satu mata lomba olahraga PON.

“Di Surabaya saya dapat medali emas di lead. 2012 adalah masa terakhir saya menjadi atlet saat itu ikut PON di Riau, saya dapat medali perunggu,” kenangnya.

Setelah itu, ia kemudian dipercaya menjadi pelatih untuk panjat tebing junior.

Pada 2018 Emi Zainah dipercaya menjadi pelatih panjat tebing untuk Provinsi Papua oleh Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Papua, Mohamad A. Hasan.

“Dari sisi tante, saya merasa bangga dan punya harapan lebih untuk Rafianto dan Rafiandi. Tugas kita berusaha yang terbaik karena menang kalah itu sudah ada yang mengatur,” pesannya.

Meskipun ia adalah tante dari si kembar Rafianto dan Rafiandi Ramadhan, namun dalam melatih ia dituntut untuk tetap profesional.

“Saya tetap optimis mereka bisa bersaing di PON XX Papua ini,” ujarnya menyemangati.

Ia merasa sangat dekat dengan kedua keponakannya itu. Emi Zainah merupakan inspirasi yang membuat si kembar mencintai cabang olahraga ini.

Ketika Emi bertanding, si kembar sedari kecil sudah sering diajak. Dari yang awalnya coba-coba mereka langsung tertarik hingga menjadi seorang atlet.

Kepada BeritaMimika, Rafianto dan Rafiandi juga mengisahkan bagaimana mereka terjun di dunia panjat tebing hingga tergabung sebagai atlet Panjat Tebing Provinsi Papua.

Ia mengatakan di tingkat Kejuaraan Nasional Junior di Bali ada sebuah even nasional digelar dan diikut oleh 10 provinsi dari seluruh Indonesia. Rafianto dan Rafiandi saat itu mewakili DKI Jakarta.

“Saya mengikuti tiga kategori combine dapat medali perak, kalau emas dan perunggu saat itu diperoleh Jawa Timur. Di speed dapat peringkat empat,” kata Rafianto.

Sementara, Rafiandi Ramadhan mengikuti tiga kategori. Pada nomor lead ia berhasil meraih medali emas meskipun pada speed harus mengaku kalah di 16 besar.

“Pertama kali ngebela Jakarta itu 2012 tapi akhirnya kontrak kami tidak diperpanjang. Karena tidak diperpanjang, bang Hasan (Ketua FPTI Papua-red) mengajak kami bergabung ke Papua,” kisahnya.

Rafianto mengatakan, sejak 2019 bersama saudara kembarnya mereka mulai dipercaya membela Provinsi Papua. Dari situlah mereka berhasil menciptakan prestasi demi prestasi.

“2019 di Kejurnas Kalimantan Selatan tingkat junior ada empat kategori combine, bolder, speed dan lead disitu saya dapat tiga emas dan satu perak. Dari Papua ada lima atlet yang ikut, alhamdulilah dari 20 provinsi yang ikut, Papua masuk tiga besar,” ucapnya.

Tidak berhenti disitu, prestasi kembali mereka raih pada ajang lomba di Bandung pada giat yang diselenggarakan oleh infantri TNI untuk kategori speed dan lead.

Rafianto berhasil membawa pulang emas di kelas speed sementara Rafiandi peroleh emas untuk kelas lead. Papua pun berhasil keluar sebagai juara umum untuk kategori kelas umum.

“2019 kami ikut lomba ajang nasional di Semarang Open. Ada dua kategori, di lead saya dapat perunggu. Karena ada kesalahan dari tim manajerial Papua, saat itu seharusnya kita masuk semi final di lead perorangan dan seharusnya dapat peringkat satu namun karena ada perubahan jadwal tidak diinfokan jadi di diskualifikasi karena terlambat datang,” ujarnya sedikit kecewa.

Kini diusia 18 tahun yang terbilang masih muda mereka berdua dihadapkan oleh PON XX Papua.

“Ini pertama kali kami ikut PON. Dukungan orang tua 100 persen. Harapan saya insya Allah bisa menampilkan yang terbaik untuk Papua, istilahnya kalau menang atau kalah sudah ada yang atur. Kita tidak ada memandang siapa lawan kita tetapi tetap percaya diri dan optimis. Kami dan lainnya akan berjuang, semoga mendapat hasil yang terbaik. Kami semua terus bersemangat dan selalu optimis,” ungkapnya. (Elfrida)

Top