Kesehatan

RSUD Mimika Terapkan Kebijakan Pusat Terkait KRIS Mulai Juni 2025

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu

MIMIKA, BM

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika siap menerapkan kebijakan pusat terkait Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) bagi pengguna BPJS Kesehatan mulai 30 Juni 2025.

Hal tersebut sesuai dengan aturan yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu mengatakan KRIS merupakan sistem baru yang akan digunakan dalam pelayanan rawat inap BPJS Kesehatan di rumah sakit.

"Penerapan KRIS ini disampaikan secara menyeluruh di rumah sakit dan penerapannya paling lambat 30 Juni 2025. Kami sendiri sudah mempersiapkannya sejak tahun lalu. Dimana ada 12 kriteria fasilitas yang harus dipenuhi oleh rumah sakit," kata dr Anton.

Adapun 12 Kriteria KRIS yang Harus Dipenuhi diantaranya :

1. Ventilasi Udara: Ruang perawatan harus memiliki ventilasi yang memenuhi pertukaran udara minimal enam kali per jam.
2. Pencahayaan: Pencahayaan ruangan harus mencapai 250 lux untuk penerangan umum dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.
3. Tempat Tidur: Setiap tempat tidur harus dilengkapi dengan dua kotak kontak listrik dan nurse call.
4. Meja/Nakas: Adanya meja kecil atau nakas untuk setiap tempat tidur.
5. Temperatur: Suhu ruangan harus dijaga hingga 26°C.
6. Pembagian Ruangan: Ruangan harus dibagi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi dan non-infeksi).
7. Kepadatan Ruang: Maksimal empat tempat tidur per ruang, dengan jarak minimal 1,5 meter antar tepi tempat tidur.
8. Tirai/Partisi: Tirai atau partisi yang dipasang dengan rel pada plafon atau menggantung.
9. Kamar Mandi: Setiap ruang rawat inap harus memiliki kamar mandi sendiri, yang memenuhi standar aksesibilitas.
10. Standar Aksesibilitas Kamar Mandi: Kamar mandi harus dilengkapi dengan pegangan dan fasilitas lainnya sesuai standar.
11. Outlet Oksigen: Tersedia outlet oksigen di ruang rawat inap.
12. Pendingin Ruangan: Suhu ruangan harus dikontrol dengan pendingin ruangan yang memadai.

"Mungkin di akhir Mei itu sudah bisa running. Karena, saat ini hanya tersisa setengah dari bangsal Kasuari (sekitar enam ruangan) yang belum terpasang AC. Sedangkan semua ruangan sudah terpasang," ujarnya.

Dengan penerapan KRIS ini, kata Anton, pihaknya berkomitmen terus untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan semua pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan standar terbaru. (Shanty Sang)

 

PTFI Serahkan 6.000 Vaksin Qdenga, Bupati Mimika: Ini Merupakan Program 100 Hari Kerja

Penyerahan Vaksin Qdenga dari Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan 6.000 dosis vaksin Qdenga kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob di Puskesmas Timika, Sabtu (10/5/2025).

Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan, kolaborasi seperti ini merupakan wujud sinergi nyata antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun Mimika yang lebih sehat dan sejahtera.

“Hari ini kita menyaksikan bukti nyata bahwa dengan kolaborasi, kita bisa membangun Kabupaten Mimika yang lebih baik, lebih sehat dan menuju kesejahteraan,” kata Bupati John.

Bupati John menambahkan dengan ini maka harus betul-betul bersama dan bahu membahu membangun kesehatan dengan baik di Mimika. Serta bersama-sama membuat masyarakat Mimika ini menuju ke "Gerbang Emas Mimika". Gerbang emas artinya gerakan kebangkitan ekonomi masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi PTFI. Karena untuk mencapai kesejahteraan, kita harus mulai dari sehat,” ujarnya.

Katanya, kesehatan ini merupakan pondasi utama, dimana masyarakat sehat baru masyarakat bisa sekolah, masyarakat sehat baru masyarakat cerdas.

Bupati berharap untuk kolaborasi terus dijalani. Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, pemerintah harus bisa bersama-sama semua stakeholder yang ada di sini untuk membangun kabupaten ini dengan caranya masing-masing.

Dengan diserahkannya 6.000 dosis vaksin Qdenga maka ini menjadi ujung tombak dalam melaksanakan vaksinasi untuk penyakit DBD.

"DBD ini sekarang sudah banyak di Mimika, di RSUD yang saya tahu ada 6 orang DBD. Dan apa yang sudah disampaikan dan dibantu oleh PTFI supaya kita betul-betul menggunakan ini dengan baik dan kita laksanakan dengan baik juga. Kita wujudkan dengan baik supaya masyarakat bebas dari DBD," ujarnya.

Lanjutnya, sebenarnya hal tersebut juga merupakan program 100 hari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Oleh sebab itu, Bupati John memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi PTFI. Karena untuk mencapai kesejahteraan maka harus mulai dari sehat.

"Sesudah kita dapat dosis ini, saya berharap Kadis Kesehatan memimpin semua jajaran kita untuk melaksanakan vaksinasi baik di kantor, rumah sakit, dan dimana saja," tuturnya.

Tidak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika untuk melakukan fogging DBD di seluruh wilayah kabupaten, terutama di lima distrik dalam kota.

Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, bahwa PTFI akan terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.

“Penyerahan vaksin ini adalah bagian dari upaya preventif PTFI dalam membantu menekan kasus demam berdarah. Kami ingin menjadi bagian dari kerja-kerja besar Pemkab Mimika untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” tutur Claus.

Claus menambahkan, penyerahan vaksin Qdenga ini juga melengkapi berbagai program kampanye kesehatan yang selama ini telah dijalankan bersama oleh PTFI dan Dinkes Mimika. (Shanty Sang)

Kodim Mimika Bangun Sumur Bor, MCK dan Kamar Mandi Umum di Empat Distrik

Nampak Dandim Mimika saat melakukan pengecekan pembangunan sumur bor, MCK dan kamar mandi umum.

MIMIKA, BM

Dengan mengimplementasikan program unggulan KASAD TNI AD Manunggal Air" Kodim 1710/Mimika membangun empat titik sumur bor, MCK dan kamar mandi umum di wilayah binaan, Kamis (06/03/2025).

Untuk empat titik sumur bor yang dibangun itu berada di Distrik Kuala Kencana, Distrik Mimika Baru, Distrik Kwamki Narama dan Distrik Mimika Timur.

Dalam keterangan Dandim 1710/Mimika,Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos,. M.Han,.M.A mengatakan bahwa program pembangunan sumur bor, MCK dan kamar mandi umum yang sedang dalam tahap pengerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari krisis air yang sering melanda wilayah-wilayah tertentu di Kabupaten Mimika.

“Air bersih ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya di wilayah-wilayah yang rentan terkena dampak kekeringan,” katanya.

Menurut Dandim, lokasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan air bersih oleh warga yang mendesak dan sering mengalami kekurangan pasokan air.

"Setiap sumur bor diperkirakan dapat memberikan manfaat sampai ratusan keluarga di sekitarnya. Selesai 4 sumur bor, untuk MCK dan Kamar mandi umum itu target pengerjaannya berakhir Maret," ujar Letkol Inf M. Slamet.

“Setelah itu kami akan lanjutkan program unggulan bapak KASAD ini di bulan Mei saat kegiatan TMMD ke-124 TA 2025," sambungnya. (Ignasius Istanto)

Top