Kesehatan

Barantin dan Disnak Periksa Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Barantin dan Disnak sebelum melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan

MIMIKA, BM

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika melakukan serangkaian kegiatan pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban yang berada di wilayah SP1 dan SP4, Kecamatan Wania, Timika pada Kamis (22/5/2025) kemarin.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif untuk memastikan bahwa hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit hewan menular.

Sebanyak 316 ekor sapi dan 137 ekor kambing yang berasal dari Tual dan Seram tersebut dilakukan pemeriksaan fisik hewan, pengamatan perilaku, kondisi tubuh dan identifikasi gejala penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks dan brucellosis. 

Kepala Karantina Papua Tengah, Ferdi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pengawasan lalu lintas hewan dan perlindungan kesehatan masyarakat. 

"Kami telah memastikan bahwa hewan ternak yang masuk dan beredar di wilayah Papua Tengah, khususnya Timika, telah dilakukan tindakan karantina dan pengujian laboratorium. Ini penting agar pelaksanaan ibadah kurban dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriyani mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pengawasan hewan kurban setiap tahun. 

Menurutnya, sinergi tersebut dilakukan guna memberikan edukasi kepada peternak dan masyarakat tentang pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan mengenali ciri-ciri hewan yang layak disembelih menurut syariat Islam dan ketentuan kesehatan hewan.

Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari para peternak dan masyarakat, yang merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan resmi dari pemerintah. 

"Kami harap dengan pemeriksaan ini, pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan dengan aman, sehat dan sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan," pungkasnya. (Shanty Sang)

Kasihan, Bayi yang Ditemukan di Tempat Sampah Meninggal Dunia

Ilustrasi kaki bayi (Foto Google)

MIMIKA, BM

Sungguh kasihan bayi perempuan yang sempat mendapatkan perawatan medis saat ditemukan di tempat sampah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika pada Selasa 13 Mei 2025 kini telah meninggal dunia.

"Bayi meninggal sekitar pukul 23.10 WIT dan kami dari rumah sakit maupun kepolisian menyerahkan secara penuhnya kepada Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan pemakaman,"kata Humas RSUD Mimika Luky Mahakena saat dikonfirmasi, Kamis,(15/05/2025).

Seperti diberitakan sebelumnya seorang bayi perempuan diduga dibuang oleh orang tuanya di tempat sampah RSUD Mimika, Selasa13 Mei 2025 sekitar jam 04.30 WIT.

Bayi perempuan ini pertama kali ditemukan oleh petugas cleaning service saat hendak mengangkat sampah depan toilet IRD.

Diketahui bayi ini berjenis kelamin perempuan memiliki berat badan: 1.286 gram, panjang badan: 33 cm dan lingkar kepala: 23 cm dengan usia Gestasi diperkirakan sekitar 30 - 31 minggu. (Ignasius Istanto)

Sentuhan Kasih Untuk Kesehatan Ibu dan Anak, Satgas TMMD Berikan Layanan Posyandu

Nampak personel Satgas TMMD saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Pigapu.

MIMIKA, BM

Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1710/Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Puskesmas Pembantu Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. Kamis, (15/05/2025).

Kegiatan Posyandu ini diikuti puluhan ibu hamil, balita, dan lansia. Selain pemeriksaan kesehatan rutin. Satgas TMMD juga membagikan makanan tambahan (PMT) bergizi seperti bubur kacang hijau dan telur rebus guna membantu meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil.

Komandan Satgas TMMD, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat,” ujarnya

”Posyandu ini menjadi sarana penting untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan ibu hamil dan lansia. Selain itu kita berikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan bayi,” lanjutnya.

Dengan kegiatan seperti ini, TMMD tak hanya memperkuat pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. (Ignasius Istanto)

Top