Kesehatan

Evaluasi Program 2025, Reynold Sebut Realisasi Anggaran BOK Capai 30 Persen

Kepala Dinas Mimika Reynold Ubra saat memimpin rapat evaluasi

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi program Tahun Anggaran 2025 terhadap seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Waa Banti serta laboratorium Public Safety Center (PSC) 119. 

Evaluasi ini bertujuan untuk menilai capaian program, transparansi anggaran, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menjalankan pelayanan kesehatan.

Dalam evaluasi ini, setiap puskesmas mempresentasikan realisasi anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan program prioritas.

"Evaluasi ini juga menjadi upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, misalnya melalui dashboard digital atau pelibatan auditor independen," tutur Reynold.

Tidak hanya itu, Reynold mengatakan bahwa masing-masing Puskesmas juga menyampaikan strategi penguatan SDM agar mampu menjalankan perencanaan berbasis indikator dan pelaporan keuangan yang akurat.

"Dari hasil presentasi 18 puskesmas, tercatat rata-rata capaian realisasi anggaran BOK berada di angka 30 persen per Juni 2025. Sementara realisasi program yang telah dijalankan telah mencapai 50 persen," ujarnya.

Lanjutnya, capaian ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, sehingga pelaporan program langsung disalurkan ke pusat.

Dijelaskan lebih lanjut, beberapa program yang sedang dijalankan di antaranya adalah, pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, pelayanan kesehatan terpadu di tingkat desa dan kecamatan, pemeriksaan kesehatan gratis, jejaring fasilitas kesehatan dan dokter mandiri serta pemberian insentif bagi tenaga kesehatan dan kader.

Untuk diketahui, realisasi anggaran yang bersumber dari APBD saat ini sudah mencapai 50 persen. Dana tersebut diberikan kepada puskesmas yang belum berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Rata-rata puskesmas mendapatkan anggaran APBD sebesar Rp80 juta untuk pelayanan dan saat ini realisasinya sudah capai 50 persen,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Dinas Kesehatan Mimika Anggarkan 14 Miliar Bangun Satu Unit Puskesmas di Kartini Ujung

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika di Tahun Anggaran 2025 akan membangun satu unit Puskesmas Perintis.

Pembangunan Puskesmas ini direncanakan akan dibangun di Jalan Kartini Ujung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, bahwa pembangunan Pusksemas tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Puskesmas, termasuk rasio ideal antara jumlah Puskesmas dan penduduk. 

Dikatakan pembangunan Puskesmas baru ini dilihat dari beban dimana satu puskesmas seharusnya melayani sampai 30 ribu jiwa, tetapi di Puskesmas Timika sudah melayani bahkan lebih dari 100 ribu jiwa.

Tidak hanya itu, Puskesmas Pasar Sentral juga sudah melayani sampai lebih dari 50 ribu jiwa.

“Jadi itu kenapa kita mekarkan Puskesmas,” kata Reynold.

Reynold menambahkan pembangunan Puskesmas tersebut ditargetkan selesai tahun ini dengan menggunakan anggaran sebesar Rp14 miliar. Dari anggran tersebut juga sudah termasuk fasilitas sarana prasarana di dalam gedung. 

Selain itu, ada ruang perawatan dilengkapi dengan tempat tidur lima untuk laki laki dan lima untuk perempuan kemudian ruang persalinan menampung 5 pasien. 

"Untuk rawat jalan kapasitasnya cukup besar. satu hati bisa menampung sampai 150 orang," ujarnya. 

Saat ini, Dinas kesehatan sudah berkoodinasi dengan Tim Penilai (appraisal) Tanah dan Dinas Perhubungan agar terintegrasi dengan Dinas Perumahan dan Pertanahan dan juga BadaPertanahan Nasional (BPN). 

Sementara untuk tahun depan, Dinas Kesehatan juga berencana membangun Puskesmas di wilayah Kebun Sirih dan Nawaripi kampung.

"Pekerjaan pembangunan Puskesmas satu tahun langsung selesai kemungkinan November,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Kasus DBD di Mimika Menurun, Sudah 1600 Warga Terima Vaksin Qdenga

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Sejak dilakukan pencanangan program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Mei 2025 lalu, hingga saat ini sudah sebanyak 1.600 orang telah melakukan vaksinasi DBD dengan suka rela.

Vaksin DBD yang digunakan dalam program ini adalah vaksin Qdenga, yang sebelumnya telah diberikan oleh PTFI sebanyak 6.000 dosis kepada Pemkab Mimika.

"Sudah capai 1.600 orang yang secara sukarela di vaksin DBD. Itu hasil yang bagus terutama di wilayah Pasar Sentral, Mayon, Perintis," kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat ditemui, Senin (7/7/2025).

Reynold menuturkan bahwa saat ini pemberian vaksin DBD Qdenga masih di wilayah kota karena fokus di wilayah sentinel atau wilayah lokus yang memang angka kasus DBD tinggi.

Lanjutnya, hingga pertengahan tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berhasil menekan angka kasus DBD hingga 400 kali lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini, kita berhasil menekan angka DBD hingga 400 kali lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tahun lalu itu rata-rata kasus bisa mencapai seratusan per bulan, tapi saat ini angkanya hanya satu,” jelas Reynold.

Ia menambahkan, bahwa vaksinasi ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.

Meski demikian, pihaknya tetap membuka akses bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin Qdenga ini untuk perlindungan diri dari DBD. (Shanty Sang)

Top