Kesehatan

Jadi Masalah Klasik, Pemkam Nawaripi Seriusi Kebersihan Lingkungan : 100 Ton Sampah Berhasil Dimuat


Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun memimpin langsung pembersihan sampah

MIMIKA, BM

Pemerintah Kampung Nawaripi terus bertekad membersihkan lingkungan mereka dari masalah sampah yang selama ini jadi satu persoalan klasik di Nawaripi.

Menurut Kepala Kampung Norman Ditubun, sampah adalah biang kerok hadirnya penyakit. Jika masalah ini tidak diseriusi maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Norman juga mengatakan bahwa penumpukan sampah termasuk membuang sampah di sembarang tempat juga merupakan kebiasaan hidup masyarakat sehingga kedepan ia bahkan akan mendirikan Pos Pemantauan di lokasi pembuangan sampah.

Ia dan perangkatnya juga secara rutin akan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing termasuk membuang sampah pada tempat yang sudah ditentukan.

Guna menjaga Nawaripi dari persoalan sampah, pada Rabu (6/8/2025) kemarin ia bersama aparatur kampung bersama sebagian masyarakat melakukan pembersihan sampah di beberapa lokasi terutama yang berserakan di pinggiran jalan.

Dalam aksi pembersihan hari ini, menurut Ditubun, pihaknya menggunakan 12 truk yang mana masing-masing-melakukan dua kali muat, sehingga total yang diangkut mencapai 24 kali dengan estimasi 5 ton per truk. Artinya, sekitar 100 ton sampah berhasil dibersihkan dari lokasi tersebut.

“Kami hari ini lakukan pembersihan sampah terutama yang berserakan di jalan-jalan. Sampah yang dipungut ini bahkan hampir 100 ton. Kami mulai tadi pagi jam 8 sampai jam 5 sore,” ungkapnya.

Norman mengatakan sebelumnya pembersihan serupa sudah mereka lakukan sebanyak tiga kali namun sampah di Nawaripi bukanlah sebuah persoalan mudah dan bisa diatasi begitu saja.

“Kami sudah tiga kali lakukan pembersihan bersama Distrik Wania dan pasang plang larangan buang sampah di lokasi ini, tapi tetap saja diabaikan. Kali ini kami kembali membersihkan dan berharap jadi yang terakhir,” tegasnya.

Norman berujar, pembersihan kali keempat ini menggunakan dana Alokasi Dana Desa (ADD) Kampung Nawaripi. Diakuinya sedikit mengalami keterlambatan karena keterbatasan anggaran operasional.

“Setelah ADD cair, kami segera mengalokasikan sebagian dana untuk penanganan sampah karena ini masalah serius yang kami hadapi disini,” ujarnya.

Guna pencegahan sekaligus sebagai langka untuk mengedukasi masyarakat, Pemerintah Kampung Nawaripi berencana akan membuat pos pemantauan dan pencegahan khusus di lokasi pembuangan sampah.

“Setelah pembersihan ini, kami akan bangun satu pos jaga di titik ini. Harapannya agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan,” tegas Norman.

Norman meminta kepada warga agar menghentikan kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat, karena pemerintah telah menyiapkan titik-titik resmi untuk pembuangan sampah dimalam hari, kemudian akan diangkut oleh DLH.

“Kami mohon kesadaran masyarakat Nawaripi dan sekitarnya. Jangan lagi buang sampah di tempat ini. Mari jaga lingkungan kita bersama,” himbaunya. (Red)

Program Pusjaki dan Kaka Sehat Jangkau 7.168 Orang di Mimika

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra


MIMIKA, BM

PUSJAKI dan KAKA Sehat merupakan terobosan cepat “Quick Win” bidang kesehatan dari program 100 hari Pemerintahan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong (JOEL).

Pusjaki merupakan singkatan Puskesmas Jalan Kaki, khusus untuk pelayanan aktif petugas puskesmas ke rumah masyarakat yang berada di wilayah pegunungan dan pantai (pesisir).

Sedangkan, Kaka Sehat atau Kunjungan Keluarga Sehat merupakan kunjungan aktif petugas puskesmas ke rumah penduduk yang berada di wilayah kota Timika.

Pusjaki dan Kaka Sehat menjadi bagian yang dirancang terintegrasi dengan program nasional Presiden Prabowo yang dikenal dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan dilaporkan secara real time pada Aplikasi ASIK Puskesmas.

"Pusjaki dan Kaka Sehat diluncurkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika pada 11 Juni 2025 silam bersamaan dengan penluncuran Mall Pelayanan Publik (MPP) berbasis digital di Timika,"kata Kepala Dinas Kesehatan Mimima, Reynold Rizal Ubra.

Deteksi dini malaria, TBC, dan HIV merupakan layanan penyakit menular sesuai permasalahan kesehatan lokal yang dintergrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis dengan jenis pemeriksaan yang ditetap secara nasional oleh Kementerian Kesehatan.

"Jumlah Penerima Manfaat sampai 10 Agustus 2025, Pusjaki dan Kaka Sehat ini sudah menjangkau 7.168 orang atau 97 persen dari penduduk Mimika yang terdaftar,"jelas Reynold.

Reynold menjaskan, bahwa tim Pusjaki pada 11 Puskesmas telah melayani sebanyak 1.530 orang di wilayah pesisir atau rata-rata 26 orang per hari. Sedangkan pada wilayah gunung sudah menjangkau 263 orang oleh tim dari puskesmas dataran tinggi. Untuk wilayah kota Timika dan sekitarnya, masyarakat yang telah dilayani program Pusjaki ini sebanyak 5.308 orang.

Tim Pusjaki wilayah pesisir yang paling banyak menjangkau masyarakat adalah Tim dari Puskesmas Wakia (453 orang) dan Tim Puskesmas Ipaya (311 orang), sedangkan di wilayah pegunungan, cakupan terbanyak oleh Tim Puskesmas Jila (169 orang).

Di wilayah kota, cakupan tertinggi pelayanan Kaka Sehat ada di Puskesmas Karang Senang telah menjangkau 915 orang, kemudian Tim Puskesmas Timika (879 orang), Tim Puskesmas Wania (818 orang) dan Tim Puskesmas Limau Asri (323 orang).

Dikatakan, sesuai tujuan dan manfaat, Pusjaki dan KAKA Sehat adalah bagian dari CKG yang bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan masyarakat oleh inisasia petugas Puskesmas melalui kunjungan aktif ke rumah penduduk, untuk memberikan pelayanan sesuai siklus hidup termasuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit endemis dan penyakit tidak menular secara gratis.

"Secara real time hingga 10 Agustus 2025, PUSJAKI dan KAKA SEHAT berkontribusi pada program CKG di Provinsi Papua Tengah sebesar 7.168 dari 10.638 orang yang dilayani (67.38 persen) di Provinsi Papua,"ujar Reynold.

Pusjaki dan KAKA Sehat memberikan aplikasi terhadap pelaksanaan CKG di Kabupaten Mimika termasuk beradaptif terhadap upaya pencegahan dini terhadap penyakit yang menjadi priortas nasional maupun daerah.

Selain itu, PUSJAKI dan KAKA Sehat merupakan transformasi pelayanan Puskesmas yang awalnya pasif berubah menjadi aktif sebagai perwujuduan dari upaya promosi dan preventif.

"Mendekatkan akses layanan kesehatan terutama pencegahan penyakti melaui deteksi dini adalah implementasi dari peran dan fungsi puskesmas yang telah dan terus diterapkan,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Dinkes Gerak cepat, Investigasi Limbah Medis yang Dibuang Sembarangan

Tim gabungan saat mendatangi tempat pembuangan limbah medis

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Mimika melakukan investigasi terhadap limbah medis di daerah Pomako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah.

Investigasi ini dilakukan menyusul beredarnya video yang menampilkan limbah medis yang berserakan.

Setelah menerima video yang beredar, dalam durasi waktu 1,5 jam Kepala Dinas Kesehatan menugaskan Kepala Puskesmas Mapurujaya untuk melakukan investigasi terkait asal limbah medis tersebut.

Pada pukul 09.00 WIT, Tim gabungan yang terdiri dari Puskesmas Mapurujaya, KP3 Laut, Polsek Pomako, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan hari ini (Rabu-red) bergerak cepat membersihkan limbah medis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra menjelaskan, sampah medis tersebut berasal dari Kontainer PT Mitra Hijau Asia yang merupakan salah satu perusahaan jasa pengelola limbah medis.

Kontainer milik perusahaan tersebut dibongkar oleh masyarakat setempat pada tanggal 3 Agustus 2025, sebelum diberangkatkan menuju Makassar menggunakan kapal laut pada tanggal 4 Agustus 2025.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah mengundang pimpinan PT Mitra Hijau Asia untuk bertemu besok, Jumat, 8 Agustus 2025.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengonfirmasi dan meninjau ulang Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan dalam pengelolaan dan pengamanan limbah medis. (Shanty Sang)

Top