Kesehatan

Program Pusjaki dan Kaka Sehat Jangkau 7.168 Orang di Mimika

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra


MIMIKA, BM

PUSJAKI dan KAKA Sehat merupakan terobosan cepat “Quick Win” bidang kesehatan dari program 100 hari Pemerintahan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong (JOEL).

Pusjaki merupakan singkatan Puskesmas Jalan Kaki, khusus untuk pelayanan aktif petugas puskesmas ke rumah masyarakat yang berada di wilayah pegunungan dan pantai (pesisir).

Sedangkan, Kaka Sehat atau Kunjungan Keluarga Sehat merupakan kunjungan aktif petugas puskesmas ke rumah penduduk yang berada di wilayah kota Timika.

Pusjaki dan Kaka Sehat menjadi bagian yang dirancang terintegrasi dengan program nasional Presiden Prabowo yang dikenal dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan dilaporkan secara real time pada Aplikasi ASIK Puskesmas.

"Pusjaki dan Kaka Sehat diluncurkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika pada 11 Juni 2025 silam bersamaan dengan penluncuran Mall Pelayanan Publik (MPP) berbasis digital di Timika,"kata Kepala Dinas Kesehatan Mimima, Reynold Rizal Ubra.

Deteksi dini malaria, TBC, dan HIV merupakan layanan penyakit menular sesuai permasalahan kesehatan lokal yang dintergrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis dengan jenis pemeriksaan yang ditetap secara nasional oleh Kementerian Kesehatan.

"Jumlah Penerima Manfaat sampai 10 Agustus 2025, Pusjaki dan Kaka Sehat ini sudah menjangkau 7.168 orang atau 97 persen dari penduduk Mimika yang terdaftar,"jelas Reynold.

Reynold menjaskan, bahwa tim Pusjaki pada 11 Puskesmas telah melayani sebanyak 1.530 orang di wilayah pesisir atau rata-rata 26 orang per hari. Sedangkan pada wilayah gunung sudah menjangkau 263 orang oleh tim dari puskesmas dataran tinggi. Untuk wilayah kota Timika dan sekitarnya, masyarakat yang telah dilayani program Pusjaki ini sebanyak 5.308 orang.

Tim Pusjaki wilayah pesisir yang paling banyak menjangkau masyarakat adalah Tim dari Puskesmas Wakia (453 orang) dan Tim Puskesmas Ipaya (311 orang), sedangkan di wilayah pegunungan, cakupan terbanyak oleh Tim Puskesmas Jila (169 orang).

Di wilayah kota, cakupan tertinggi pelayanan Kaka Sehat ada di Puskesmas Karang Senang telah menjangkau 915 orang, kemudian Tim Puskesmas Timika (879 orang), Tim Puskesmas Wania (818 orang) dan Tim Puskesmas Limau Asri (323 orang).

Dikatakan, sesuai tujuan dan manfaat, Pusjaki dan KAKA Sehat adalah bagian dari CKG yang bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan masyarakat oleh inisasia petugas Puskesmas melalui kunjungan aktif ke rumah penduduk, untuk memberikan pelayanan sesuai siklus hidup termasuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit endemis dan penyakit tidak menular secara gratis.

"Secara real time hingga 10 Agustus 2025, PUSJAKI dan KAKA SEHAT berkontribusi pada program CKG di Provinsi Papua Tengah sebesar 7.168 dari 10.638 orang yang dilayani (67.38 persen) di Provinsi Papua,"ujar Reynold.

Pusjaki dan KAKA Sehat memberikan aplikasi terhadap pelaksanaan CKG di Kabupaten Mimika termasuk beradaptif terhadap upaya pencegahan dini terhadap penyakit yang menjadi priortas nasional maupun daerah.

Selain itu, PUSJAKI dan KAKA Sehat merupakan transformasi pelayanan Puskesmas yang awalnya pasif berubah menjadi aktif sebagai perwujuduan dari upaya promosi dan preventif.

"Mendekatkan akses layanan kesehatan terutama pencegahan penyakti melaui deteksi dini adalah implementasi dari peran dan fungsi puskesmas yang telah dan terus diterapkan,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Dinkes Gerak cepat, Investigasi Limbah Medis yang Dibuang Sembarangan

Tim gabungan saat mendatangi tempat pembuangan limbah medis

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Mimika melakukan investigasi terhadap limbah medis di daerah Pomako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah.

Investigasi ini dilakukan menyusul beredarnya video yang menampilkan limbah medis yang berserakan.

Setelah menerima video yang beredar, dalam durasi waktu 1,5 jam Kepala Dinas Kesehatan menugaskan Kepala Puskesmas Mapurujaya untuk melakukan investigasi terkait asal limbah medis tersebut.

Pada pukul 09.00 WIT, Tim gabungan yang terdiri dari Puskesmas Mapurujaya, KP3 Laut, Polsek Pomako, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan hari ini (Rabu-red) bergerak cepat membersihkan limbah medis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra menjelaskan, sampah medis tersebut berasal dari Kontainer PT Mitra Hijau Asia yang merupakan salah satu perusahaan jasa pengelola limbah medis.

Kontainer milik perusahaan tersebut dibongkar oleh masyarakat setempat pada tanggal 3 Agustus 2025, sebelum diberangkatkan menuju Makassar menggunakan kapal laut pada tanggal 4 Agustus 2025.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah mengundang pimpinan PT Mitra Hijau Asia untuk bertemu besok, Jumat, 8 Agustus 2025.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengonfirmasi dan meninjau ulang Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan dalam pengelolaan dan pengamanan limbah medis. (Shanty Sang)

Dinkes Mimika Mulai Lakukan Pemeriksaan Kesehatan untuk Pegawai ‘Cegah Narkoba di Lingkup Pemda’


Pemeriksaan di Dinas Kominfo

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika melaksanakan tes urine bagi pegawai ASN, Rabu (6/8/2025).

Tes ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemkab Mimika.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan selama empat hari dan untuk tahap awal, tes urine dilakukan bagi pegawai di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Satpol PP dan Dinas Kominfo.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa, Feika Rande Ratu, menjelaskan empat OPD yang dilakukan pemeriksaan pertama ini diharapkan diikuti oleh semua pegawai.

"Pemeriksaan ini bukan hanya untuk tes narkoba saja namun ada juga pemeriksaan asam urat, kolesterol, gula darah, malaria, screening TB, dan juga pemeriksaan sipilis dan HIV,"kata Feika.

Katanya, untuk empat OPD yang di hari pertama jika ada yang tidak sempat mengikuti pemeriksaan maka dapat mengikuti di hari berikutnya.

Feika mengatakan, tenaga kesehatan yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan sebanyak 50 petugas dari Puskesmas. Begitu juga seluruh peralatan pemeriksaan disediakan oleh Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Dokter Anita Sanjaya menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan kepada para pegawai ini secara keseluruhan langsung diberikan hasilnya, kecuali hasil tes urine untuk pemeriksaan narkoba.

Dengan hasil pemeriksaan ini, dokter langsung memberikan terapi dengan diberikan obat-obatan sesuai hasil tes darah

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, yang dianalisa paling banyak adalah kolesterol dan asam urat. Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak teratur. Sedangkan untuk tekanan darah belum ada yang terdeteksi hipertensi,"tutur dr Anita.

Dikatakan, bahwa karena ini menyangkut pola hidup oleh sebab itu diharapkan untuk menjaga pola makan dan lainnya mengingat usia juga.

Selanjutnya, Sekretaris Dinkes Mimika, Fransiska Tekega, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan berdasarkan instruksi Bupati Mimika atau yang menjadi prioritas adalah pemeriksaan narkoba.

"Hasil pemeriksaan seluruh pegawai akan kami sampaikan kepada Pak Bupati. Pegawai yang tidak mengikuti pemeriksaan akan ditindaklanjuti oleh pimpinan,"tutup Fransiska. (Shanty Sang)

Top