Kesehatan

Penambahan 46 Pasien Covid-19 Di Mimika Merupakan Rekor Baru

Data 46 pasien baru Covid-19 (Sumber : Tim Gugus Tugas Mimika)

MIMIKA, BM

Pada 17 Mei lalu, Mimika bertambah 32 kasus positif Covid-19. Penambahan saat itu merupakan jumlah terbanyak selama penjaringan dan tracing kontak penularan virus Corona yang telah dilakukan selama 2 bulan di kabupaten ini.

Sayangnya, jumlah ini hanya bertahan 14 hari, sama dengan masa inkubasi Covid-19 karena pada hari ini, Minggu (31/5), ada peningkatan signifikan dan menjadi rekor baru yakni terjadi penambahan 46 kasus baru Covid-19.

Penambahan kasus Covid-19 terkonfirmasi realtime PCR di Klinik Kuala Kencana ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap 86 spesimen yang dikirim pada 29 Mei.

Penambahan 46 kasus baru Covid-19 ini berasal dari 41 spesimen yang dirujuk oleh RSUD, 2 dari Rumah Sakit Tembagapura dan 3 spesimen dari RSMM.

Spesimen yang dikirim merupakan spesimen pasien yang dilakukan pemeriksaan kembali (kontrol-red) dan mereka yang terjaring pelaksanaan PSDD sejak hari pertama hingga hari keenam.

Dengan penambahan ini maka secara keseluruhan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika kini meningkat menjadi 272 kasus yang mana 93 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 5 meninggal dunia, termasuk salah satu karyawan Freeport yang meninggal pada tanggal 29 Mei.

Juru Bicara Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra melalui video confrence yang difasilitasi Diskominfo Mimika pada malam ini mengatakan penambahan 46 kasus di hari ini menggambarkan keberhasilan pelaksanaan PSDD di Mimika yang kini telah memasuki hari ke-11.

“Ini artinya bahwa penyebaran Corona Virus di Kabupaten Mimika sudah meluas. Penyebaran sudah merata tidak hanya pada kelompok-tertentu namun sudah menyebar luas. Masyarakat tidak patuh terhadap anjuran dan himbauan pemerintah. PSDD menunjukan penyebaran ini pada masyarakat yang tidak patuh dan terjaring rapid tes,” ungkapnya.

Ia mengatakan sedari awal ini Tim Gugus Tugas telah memprediksikan hal ini. Apalagi pemeriksaan realtime PCR selama pelaksanaan PSDD baru dilakukan terhadap mereka yang terjaring positif rapid tes PSDD hari pertama hingga hari keenam.

“Hingga hari ke-10 jumlah yang terjaring dan dilakukan rapid tes tercata 2410 orang. Setelah kami lakukan verifikasi dan validasi data ternyata yang positif tes antibodi berjumlah 222 orang atau 9,2 persen. Dari 222 ini, 18 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

18 kasus baru ini bahkan berasal dari wilayah yang sebelumnya tidak ditemui kasus Covid-19. Diantaranya Kelurahan Harapan Distrik Kwamki Narama (1), Kampung Hiripau Mimika Timur dan Kampung Limau Asri Distrik Iwaka.

“Kami coba membuat gambaran dari jumlah sample yang diperiksa di PSDD hari pertama sampai hari keenam ternyata di beberapa titik ditemukan beberapa kasus. Spesimen tes cepat antara 1-10 sample, paling tidak akan ditemukan 1 kasus positif,” ujarnya.

Misalnya di posko pertigaan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo, dari 35 rapid tes hari pertama sampai hari kesepuluh, ada 5 orang dinyatakan terinfeksi Covid-19 setelah pemeriksaan realtime PCR. Demikian pula posko depan POM lama, Timika Mall dan posko Puri Husada.

“Semua ini menunjukan bahwa masyarakat tidak patuh terhadap himbauan gunakan masker, cuci tangan dan sosial distancing. Penularan ini juga tidak lagi hanya sebatas empat klsuter yang selama 2 bulan ini kami telusuri namun sudah semakin meluas. Kami pastikan bahwa kasus ini akan terus mengalami peningkatan di Mimika,” tegasnya. (Ronald)

Tim Gugus Tugas Covid-19 Telah Berhasil Menemukan 2.401 PDP, ODP dan OTG di Mimika

Tim Kesehatan Posko 7 PSDD di Jalan Cenderawasih-Budi Utomo

MIMIKA, BM

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mimika, mulai bekerja, mendeteksi, mengisolasi dan menyiapkan semua sarana prasarana termasuk kegiatan-kegiatan yang menjadi komponen utama daripada pengananan Covid-19, dimulai sejak terbentuk pada 17 Maret lalu.

Sejauh ini, tiga komponen utama yang telah dilakukan dalam menangkis wabah ini adalah dengan mempersiapkan sistem ketahanan kesehatan, menyiapkan social safety net (jaring pengamanan sosial) dan mempersiapkan sistem keamanan pangan.

Untuk sistem kesehatan, penjaringan mereka yang mulai diterawang akibat virus corona dikategorikan dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala, selain pasien positif Covid-19.

Hampir dua bulan penanganan penyebaran virus ini, banyak PDP, ODP dan OTG mengalami kesembuhan dan selesai dalam masa pemanatauan.

Secara kumulatif, hingga Jumat (29/5), terdapat 233 orang yang dinyatakan statusnya sebagai PDP. Dari angka ini, 189 atau 81 persen sudah dinyatakan sembuh dan selesai masa pemantauan.

“Namun sayangnya dari jumlah 233 ini 9 diantaranya meninggal atau 3,8 persen,” ungkap Juri Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra pada video confrence yang difasilitasi Kominfo Mimika, malam ini.

Reynold mengatakan, ODP secara keseluruhan berjumlah 993 orang namun 35 persen telah dinyatakan sehat. ODP yang masih dipantau hingga saat ini 649 dan hingga kini belum ada yang dinyatakan meninggal dunia.

Untuk OTG totalnya mencapai 1.175 namun kini hanya tersisa 589 orang karena numlah OTG yang dinyatakan sehat dan selesai masa pemantauan berkisar hampir 50 persen.

“Secara keseluruhan jumlah orang yang dinayatakan sebagai PDP, OTG dan ODP hingga hari ini (Jumat-red) berjumlah 2.401 orang. 47 persen telah dinyatakan sehat atau sembuh dan selesai dalam masa pemantauan, tersisa 1273 orang,” jelasnya.

Melalui video confrence, Reynold Ubra juga mengatakan hari ini di Mimika ada penambahan 7 kasus pasien sembuh dari virus corona. 7 pasien ini semuanya berasal dari Rumah Sakit Tembagapura.

Ia mengatakan dengan penambahan ini maka secara kumulatif pasien sembuh di Mimika kini menjadi 93 orang.

Pasien sembuh adalah kasus 036 GWN (L, 39), 079 BST (L, 60), 137 IKS (L, 50) 145 MBW (L, 42), 150 EFB (L, 54), 160 HRL (L, 46) dan kasus 163 inisial NNS (L, 51).

“Inilah 7 pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di RS Tembagapura. Atas nama tim gugus tugas kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim medis yang masih tetap bekerja demi kesembuhan pasien Covid-19 di Mimika,” ujar Reynold Ubra.

Selain pasien sembuh, malam ini Mimika juga ada penambahan 4 kasus baru covid-19 yang dilaporkan juga oleh Rumah Sakit Tembagapura. Yakni kasus 223 isinisal SWH (L, 53), 224 BRR (L, 40) 225 EDG (L, 33) dan kasus 226 DJW (L, 50)

“Keempat pasien ini sedang diisolasi di Rumah Sakit Tembagapura. Penambahan 4 kasus baru ini membuat jumlah pasien Covid-19 di Mimika meningkat menjadi 226. Dari 226 kasus ini, sebanyak 129 kasus aktif kini dirawat di tiga rumah sakit yakni RSUD 68, RS Tembagapura 60 dan 1 kasus di RSMM,” jelasnya.

Hari ini ditemukan juga penambahan 4 pasien PDP oleh RSUD 1 dan RSMM 3 orang. PDP yang menjalani isolasi ada 21 orang yakni di RSUD (1), RS Tembagapura (1) dan sisanya di RSMM.

Untuk ODP baru pada hari ini ditemukan 36 orang yang dilaporkan RSUD (3), RS Tembagapura (19) dan RSMM (1). Dari 649 ODP saat ini, 7 orang diisolasi di Shelter.

Sementara OTG ada penambahan 35 orang. 17 dilaporkan RS Tembagapura, 1 RSUD, hasil tracing kontak tim epidemologi Pusekesmas Timika Jaya berjumlah 11 orang dan hasil tracing kontak tim kabupaten sebanyak 6 orang. Jumlah OTG kini sebanyak 589 orang. (Ronald)

Mimika Tambah 17 Pasien Covid-19, Salah Satunya Berumur 6 Tahun


Update penambahan 17 kasus baru pasien Covid-19, Kamis (28/5)

MIMIKA, BM

Hari Kamis (28/5) terjadi penambahan 17 kasus baru pasien positif Covid-19 di Mimika. Jumlah kasus baru ini tersebar di 4 distrik yakni Tembagapura (7), Mimika Baru (7), Wania (2) dan Distrik Kuala Kencana (1). Dari jumlah ini, RS Tembagapura melaporkan 7 kasus sementara RSUD Mimika 10.

Dari 17 kasus yang terungkap, ada satu pasien yakni pasien nomor 218 inisial DBP (L) merupakan seorang anak kecil dengan usia 6 tahun. Pasien ini beralamatkan Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru.

Tidak hanya itu, tiga kasus baru lainnya juga berada dibawah usia 17 tahun yakni pasien nomor 217 inisial CNB (P, 12), pasien 216 insial AWB (P, 15) dan HRJ (L, 16) pasien nomor 214. Keempatnya berasal dari Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru.

Adapaun mereka yang terkonfirmasi Covid-19 malam ini dan berasal dari Distrik Tembagapura adalah pasien nomor 206 inisial ARH (L, 43), 207 ARF (L, 43), 208 FNY (L,47), 209 SRT (L, 39), 230 SDR (L, 20), 231 RCR (L, 29) dan pasien nomor 232 inisial MHR (L, 25).

Pasien baru Covid-19 di Distrik Mimika Baru adalah pasien nomor 213 DJR (L, 49), 214 HRJ (L,16), 215 SRM (P, 36), 216 AWB (P, 15), 217 CNB (P, 12), 218 DBP (L, 6) dan pasien 222 inisial SLT (L, 41).

Sementara pasien 219 SDS (L, 44) dari Karang Senang Distrik Kuala Kencana, pasien nomor 220 DPK (L, 25) dan MLD (L, 22) merupakan warga Kelurahan Inauga, Distrik Wania.

“17 kasus baru ini merupakan spesimen yang dirujuk dari RSUD Mimika dan dikeluarkan oleh Klinik Kuala Kencana PT. Freeport Indonesia. Dengan demikian kumulatif hingga malam ini total pasien Covid-19 di Mimika berjumlah 222 orang,” ujar Jubir Covid Mimika, Reynold Ubra melalui video confrence Kamis malam.

Menurutnya, hampir sebagian besar pemeriksaan spesimen untuk satu minggu terkahir ini, terkonfirmasi melalui pemeriksaan PCR secara mandiri di Klinik Kuala Kencana.

Reynold menjelaskan dari 10 kasus baru di RSUD, pasien nomor 213 inisial DJR memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 176 insial FNR. Pasien 214 HRJ memiliki kontak erat dengan kasus 172 yakni RLK.

Sementara pasien baru SRM, AWB, CNB dan DBP yang beralamat lengkap di Gang Komodo, Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru, memiliki kontak erat dengan kasus positif nomor 171 inisial PMT.

Begitupun dengan pasien baru nomor 220 Jalan Patimura, Kelurahan Inauga, Distrik Wania. Ia terkonfirmasi positif Covid-19 karena memiliki kontak erat dengan pasien positif 003, 014, 023 dan pasien kasus nomor 151.

“Kalau kita melihat kasus 213 hingga kasus 218 penularannya terjadi di dalam rumah. Begitu pula pasien kasus 220 yang memiliki kontak erat dengan 4 kasus yang sebelumnya dinyatakan positif. Ini memberikan gambaran bahwa penularan sampai hari ini masih sangat berpotensi terjadi di dalam rumah,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Reynold Ubra mengatakan pelaksanaan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) di Mimika sebenarnya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Pasalnya pergerakan dan mobilitas yang terjadi diantara masyarakat, secara tidak sadar membuat penularan di luar rumah terjadi hingga di dalam rumah.

Selain itu, Ubra mengatakan penularan dalam lingkungan keluarga atau dalam rumah juga menunjukan bahwa mereka yang sebelumnya terkonfirmasi sebagai PDP, ODP dan OTG tidak melaksanakan karantina mandiri di rumah dengan baik dan benar.

“Ini juga menjadi gambaran gagalnya pelaksanaan isolasi mandiri maupun karantina sehat di rumah. Isolasi mandiri yang dilakukan tidak mengikuti anjuran protokoler yakni wajib gunakan masker, isolasi diri di kamar, tidak gunakan perabotan rumah secara bersama-sama hingga tidak rutin mencuci tangan, akibatnya keluarga di rumah yang sehat juga tertular,” jelasnya.

“Dari 17 kasus malam ini, 7 kasus merupakan penularan yang terjadi di dalam rumah. Ini harus menjadi contoh supaya tidak lagi terjadi pada masyarakat yang lain, terutama mereka yang kini statusnya ditetapkan sebagi PDP, ODP dan OTG,” terangnya.

Selain penambahan 17 kasus baru, Mimika juga ada penambahan 7 pasien sembuh. 4 dari Rumah Sakit Tembagapura, 2 RSMM dan 1 dari RSUD Mimika. Jumlah ini membuat angka kesembuhan di Mimika meningkat menjadi 86 pasien.

“Mewakili Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, kami sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim medis dan tenaga kesehatan yang bekerja secara serius dalam menangani pasien di rumah-rumah sakit. Meningkatnya angka kesembuhan menunjukan bahwa kerja keras yang ditunjukan terus membuahkan hasil yang baik dan maksimal, bukan hanya untuk Mimika tapi juga Papua,” ungkapnya.

7 Pasien sembuh adalah pasien 058 inisial STA (L, 51) 075 ATW (49, L) dan pasien nomor 086 DRG (L, 45) dan 113 NKW (39, L) Keempatnya dari RS Tembagapura.

Sementara tiga pasien yang sembuh dari RSMM dan RSUD adalah pasien nomor 096 MLF (P, 33) ELE (L, 50) dan pasien 066 inisial YNT (L, 48).

“Hari ini merupakan kali pertama pasien dari RSMM yang dirawat selama kurang dari dua minggu, dinyatakan sembuh. Dari tiga pasien di RSMM, 2 dinyatakan sembuh. Kita doakan agar proses kesembuhan terus meningkat baik di RSMM, RSUD maupun RS Tembagapura,” harap Reynold Ubra. (Ronald

Top