Kesehatan

Kemungkinan Besar Setelah 2 Juli, Mimika Terapkan New Normal

Trend kasus Covid-19 di Mimika (Sumber : Tim Gugus Tugas)

MIMIKA, BM

Tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19, menurunnya temuan kasus baru pasien positif serta jumlah kasus kematian yang rendah, memungkinkan Kabupaten Mimika pada Juli nanti akan menerapkan New Normal atau gaya hidup Kenormalan Baru.

Apalagi tanggal 2 Juli yang merupakan akhir dari penerapan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru di Mimika tinggal menyisahkan 4 hari lagi.

Reynold Ubra pada video confrence barusan menyampaikan kemungkinan penerapan Status New Normal dinilai berdasarkan data indikator kesehatan selama penanganan Covid-19 di Mimika.

"Setelah tanggal 2 Juli prediksi saya, kemungkinan kita masuk New Normal. Ini memang akan diputuskan ketua tim gugus tugas namun apa yang saya sampaikan ini berdasarkan data kesehatan yang merupakan indikator pengendalian Covid-19," ujarnya.

Ia bahkan memprediksikan, angka reproduksi efektif pada akhir Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru tetap berada di bawah angka 1 persen.

"Target kami selama Adaptasi Hidup Baru ini, dalam sehari kita harus menemukan 40-45 kasus namun ternyata dalam seminggu hanya 9-10 persen saja, kecuali malam ini yang mana ada penambahan 15 pasien baru Covid-19," ungkapnya.

Walau nantinya diberlakukan status New Normal, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika khususnya bidang kesehatan tidak akan berhenti melakukan 3 pedoman penanganan kasus yakni tetap melakukan deteksi, tracing dan isolasi kasus.

"Kami juga prediksikan bahwa dalam beberapa hari ke depan ada banyak pasien yang sembuh. Mohon doa dan dukungan masyarakat Mimika selalu," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan BeritaMimika yang menyebutkan bahwa masih banyak warga Mimika tidak patuh terhadap pemberlakukan jam aktifitas dari pagi hingga malam hari, Reynold Ubra mengatakan ada 2 cara untuk menghadapinya sebagai tata laksana pedoman nanti.

Pertama, Tim Gugus Tugas tetap melaksanakan penanganan Covid-19 sesuai pedoman nasional. Kedua, akan dibuatkan regulasi baik berupa perda, perbub atau surat edaran oleh pemerintah daerah untuk mengatur masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Nanti penerapan regulasi ini akan dipantau dan dimonitoring oleh tim gugus. Tim gugus akan terus bekerja selama ini pandemi ini ada. Jadi misalnya ada toko yang buka sampai larut malam maka mereka wajib patuhi dan terapkan protokol kesehatan yang juga diatur dalam regulasi daerah," ungkapnya.

BeritaMimika mencatat, sejak 18 Juni mulai diberlakukan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru hingga malam ini, Minggu (28/6), jumlah pasien sembuh mencapai 101 orang, pasien baru positif Covid-19 hanya 41 dan pasien meninggal masih tetap 6 orang. 

Pasien sembuh terbanyak pada Status Tanggap Darurat Adaptasi terjadi pada 21 Juni (24 pasien) sementara kasus positif terbanyak terjadi malam ini yakni 15 pasien.

Sementara itu, secara kumulatif kasus Covid-19 di Mimika hingga Minggu, malam ini adalah 389 kasus. Kasus aktif 75 sedangkan pasien sembuh sudah mencapai 308 orang. Selain itu, jumlah PDP 14 orang, ODP 567 dan OTG 1245.

Perlu diketahui, jika dalam New Normal jumlah kasus semakin tinggi maka Mimika akan kembali melakukan pembatasan sosial (PSDD).

Reynold Ubra menjelaskan, yang paling menentukan jika nantinya Mimika kembali memberkakukan PSDD ada 3 indikatornya.

Pertama, jumlah kasus kematian pasien Covid-19 meningkat. Kedua, penambahan PDP meningkat dan ketiga, status PDP dan pasien Covid-19 rata-rata level kasusnya adalah sedang dan berat.

"Semua kemungkinan bisa, artinya kita bisa kembali berlakukan PSDD karena kita masih berada dalam status kegawatdaruratan Covid-19. Walau demikian kami tetap pada prinsip dasar penanganan covid dengan tetap melakukan deteksi, tracing dan isolasi. Kalaupun ada kasus-kasus baru, kita berharap kasusnya tanpa gejala atau hanya gejala ringan," ungkapnya.

Dan catatan terpenting diingatkan Reynold Ubra pada malam ini adalah bahwa pada masa New Normal nanti, seluruh masyarakt Mimika atau setiap orang bertangungjawab terhadap kesehatan masing-masing dan memiliki kewajiban untuk tidak menularkan ke orang lain. (Ronald)

Tim Gugus Mimika Sudah Periksakan 3.167 Spesimen PCR

Update jumlah pasien Covid-19 di Mimika, Selasa (23/6)

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 selama hampir empat bulan memerangi covid, telah melakukan pengujian 3.167 spesimen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Dari jumlah ini, 367 (11,58%) spesimen dinyatakan positif sementara 2.800 (88,41%) hasilnya negatif. Jumlah ini termasuk 4 pasien yang dilaporakan sembuh dan 1 pasien yang dinyatakan positif Covid-19, hari ini, Selasa (23/5) malam.

Adapaun 4 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, berasal dari RS Tembagapura (3) dan RSMM (1). Sementara 1 pasien positif Covid-19 hari ini dilaporkan oleh RSUD Mimika.

Dengan penambahan kasus sembuh dan kasus baru ini membuat kumulatif pasien Covid-19 di Mimika berjumlah 367 kasus. Pasien sembuh mencapai 268 sementara pasien yang meninggal dunia 6 orang.

Jumlah pasien yang saat ini masih dirawat tersisa 93 orang atau 25.07 persen. RSUD Mimika 45 pasien, RS Tembagapura 46 orang dan RSMM tersisa 1 orang.

Reynold Ubra menjelaskan, hingga memasuki akhir Juni ini jumlah angka kesembuhan pasien Covid-19 di Mimika dua kali lebih tinggi dibandingkan pada bulan Mey lalu, yaitu dari 80 orang meningkat menjadi 175 orang.

Sementara kasus baru positif Covid-19 sepanjang Juni ini hanya 95 kasus. Jumlah ini pun 2 kali lebih rendah jika dibandingkan dengan penemuan kasus pada bulan Mei yaknis sebanyak 174 kasus.

"Kami Gugus Tugas menyampaikan terima kasih kepada Tim Pers Covid-19 Mimika yang selalu menyampaikan perkembangan wabah ini kepada publik per 24 jam," ujarnya.

Hanya saja ia mengakui bahwa beberapa hari pemberlakukan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru, banyak warga mulai tidak patuh dengan penerapan protokol kesehatan.

"Masyarakat Mimika jangan lengah dan jangan cepat puas karena kita masih berada di situasi wabah. Oleh karenanya kami meminta kerjasama seluruh masyarakat untuk tetap membantu Gugus Tugas dalam pengendalian covid19 ini dengan secara konsisten menerapkan protocol kesehatan yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu rajin mencuci tangan," harapnya.
 
Reynold Ubra juga meminta para pemilik pusat perbelanjaan, restaurant , hotel, salon kecantikan, pusat kebugaran, tempat pangkas rambut, tempat rekreasi dan tempat ibadah agar dapat membentuk kelompok kerja (Pokja) guna membantu gugus tugas dalam pelaksanaan protocol kesehatan pada masa adaptasi hidup baru menuju New Normal.

"Nantinya pokja ini mempunyai fungsi menyusun, melaksanakan dan memantau serta menilai pelaksanaan protokol kesehatan sekaligus memberi informasi kepada gugus tugas saat pemantauan di lapangan," ujarnya. (Ronald)

Pemeriksaan 133 Spesimen PCR Hasilnya Negatif, Tidak Ada Kasus Baru

Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Selama 24 jam terakhir tidak ada laporan dari tiga rumah sakit yakni RSUD, RSMM dan RS Tembagapura kepada Tim Gugus Tugas bawah ada temuan pasien positif baru Covid-19 termasuk pasien yang meninggal.

Hal ini disampaikan Jubir Reynold Ubra kepada wartawan malam ini, Sabtu (20/6) melalui video confrence yang difasilitasi Kominfo Mimika.

"Puji Tuhan, dari 133 spesimen yang diperiksa tidak ada pasien positif baru. Kita masih menunggu hasil 104 spesimen lagi yang akan dilaporkan besok dan muda-mudahan hasilnya sama dengan malam ini. Secara keseluruhan sejak hari pertama sudah 2931 spesimen PCR yang diperiksa," ungkapnya.

Kabar baiknya, malam ini ada penambahan 3 pasien sembuh yang berasal dari RSUD (2) dan RS Tembagapura (1).

"Dari total 361 kasus, 241 sembuh, tersisa 114 yang masih di rawat. 62 pasien di RSUD, 50 di RS Tembagapura dan 2 RSMM. Jumlah pasien meninggal juga tidak ada laporan sehingga masih 6 orang," ujarnya.

Hanya saja, malam ini juga penambahan PDP sehingga totalnya kini 18 orang. 10 dirawat di RSUD, 5 RSMM dan 3 di RS Tembagapura.

"PDP ini merupakan mereka yang punya tanda dan ciri-ciri dekat sekali dengan kasus atau pasien positif. Kita berharap pemeriksaan nanti semua negatif," ujarnya.

ODP juga bertambah 53 kasus baru dari RS Tembagapura sebanyak 52 dan RSUD 1 kasus. Begitupun OTG bertambah 44 hasil laporan RS Tembagapura, RSUD, Puskesma Wania dan Timika.

"44 OTG ini memang mereka tidak punya hubungan dengan kasus namun mereka merupakan calon-calon pelaku perjalanan hendak keluar Mimika. Sesuai protokol penjaringan kasus maka yang positif antibodi sudah jelas tidak diizinkan terbang. Kami rekomendasikan mereka untuk isolasi mandiri di rumah dan akan terus diawasi oleh Tim Penyelidikan Epidemologi," terangnya.

Ia juga mengatakan pada Senin (22/6) nanti Tim Posko Kesehatan yang terdiri atas Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas di Mimika akan mulai melakukan kampanye promosi protokol kesehatan di era Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru.

"Supaya masyarakat tetap ingat kita berada di status adaptasi sehingga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan. Ini akan kami lakukan tiap hari di beberapa tempat yang sudah dijadwalkan," katanya.

Selain itu, pada Senin juga pemeriksaan rapid tes kembali dilakukan bagi seluruh pelaku perjalanan yang hendak keluar Mimika. Layanan ini dilakukan di 8 puskemas yakni Timika, Timika Jaya, Pasar Sentral, Wania, Mapurujaya, Illiale, Limau Asri dan Puskesmas Bhintuka.

"Pelayanan tes cepat ini merupakan implentasi Perbub Nomor 14 tahun 2020. Hari Senin berbayar khusus bagi yang perjalanan keluar. Sementara rapid tes yang disediakan bagi masyarakat sifatnya tetap gratis," jelasnya. (Ronald)

Top