Kesehatan

70 Hari Mimika Perangi Covid-19, Hasilnya 100 Pasien Dinyatakan Sembuh


Update terbaru perkembangan Covid-19 di Mimika, Selasa (2/6)

MIMIKA, BM

Tidak terasa sudah 2 bulan lebih sejak 25 Maret lalu, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 di Mimika berjuang keras memerangi virus wuhan ini.

Tepat di hari ini, Selasa (2/6) merupakan hari ke-70 Tim Gugus Tugas memerangi Covid-19. Di hari ini pula walau ada penambahan 7 kasus positif baru namun ada juga 7 kasus sembuh sehingga total pasien sembuh kini mencapai 100 orang.

“Kami mengucapkan Terimakasih dan apresiasi kepada tim medis karena pada hari ini 7 orang dinyatakan sembuh. Kami pikir ini juga tidak terlepas dari dukungan moril dan spirit masyarakat Mimika untuk tim medis,” ujar Reynold Ubra melalui video confrnce barusan.

Data pasien yang sembuh adalah pasien nomor 059 inisial INC (P, 38), 121 MKY (L, 62), 141 ANS (L, 36), 142 AND (L, 54) dan 146 ABP (L, 36) dan 185 RMP (L, 65). Keenamnya merupakan pasien dari RS Tembagapura.

Sementara pasien ke-7 yang sembuh dari RSUD Mimika adalah 131 YSD (L, 23) alamat Jalan Samratulangi, Keluarahan Inauga, Distrik Wania. Ia sebelumnya memiliki riwayat  kontak kasus dengan pasien 006 (SLD).

“Kami bersyukur karena ada satu pasien dari RS Tembagapura dengan usia 65 tahun hari ini dinyatakan sembuh. Ini pekerjaan tidak gampang karena usia 65 merupakan kelompok rentan namun ternyata pasien ini bisa ditangani secara baik dan telah dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Sementara itu, 7 pasien yang hari dinyatakan terkontaminasi Covid-19 adalah pasien dengan kasus 273 inisial JMC (L, 42), 274 GGK (L, 27) 275 DRK (L, 31), 276 SGN (L, 45), 277 PNW (L, 53) 278 RJD (L, 45). Keenamnya juga dilaporkan oleh RS Tembagapura.

Pasien positif lainnya yang merupakan hasil penjaringan PSDD hari ke-3 di posko KPPN adalah pasien 279 WLL (L, 23) beralamat di Distrik Kwamki Narama.

Reynold Ubra berharap, dengan penambahan ini menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat untuk tidak keluar rumah. Jika ada kepentingan di luar harus ikuti protokol kesehatan. Yakni menghindari kerumunan, tetap menjaga jarak, gunakan maske dan selalu rutin mencuci tangan sebelum memegang mata, hidung dan mulut.

“Semakin lama penyebaran covid ini sudah mencapai ke wilayah pinggiran. Oleh karena itu kami berharap masyarakat yang ada di wilayah ini untuk selalu hati-hati dan waspada. Kondisi di Mimika saat ini, kita sudah tidak bisa mengetahui lagi apakah seseorang itu terinfeksi atau tidak,” jelasnya.

Reynold menjelaskan, dengan penambahan 7 kasus positif Covid-19 hari ini maka secara kumulatif jumlah pasien positif bertambah menjadi 279 pasien.

Menurut gambaran kasus, Distrik Tembagapura masih berada di peringkat pertama dengan temuan 143 kasus, disusul Mimika Baru 79, Wania 43, Kuala Kencana 10, Mimika Timur 2, Iwaka 1 dan Distrik Kwamki Narama 1 kasus.

“Dari 279 kasus kumulatif ini, 80 persen didominasi oleh laki-laki, ada 6 anak dibawah usia 10 tahun dan usia diatas 50 tahun ada 65 pasien,” ungkapnya. (Ronald

Telkomsel Bantu RSUD Mimika 300 APD

APD yang diserahkan secara simbolis di RSUD

MIMIKA, BM

Telkomsel Timika mendistribusikan bantuan berupa 300 Alat Pelindung Diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan pada Selasa (2/6) di RSUD Kabupaten Mimika yang diterima oleh dr. Ruth Ramba.

"Terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan kami khususnya tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19,"ungkapnya.

Manager Telkomsel Branch Timika, Makmur Lumbang Tobing mengatakan bantuan APD yang diberikan adalah 50 pasang sepatu booth medis, 50 pcs safety eyewear, 50 pcs masker medis, 100 pasang sarung tangan medis dan 50 pasang cover sepatu.

Ia menjelaskan, bantuan ini merupakan Inisiatif kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel yang turut berkolaborasi bersama pemerintah dalam melakukan penanggulangan wabah Covid-19 di seluruh Indonesia.

"Untuk di wilayah Branch Timika, Telkomsel memberikan bantuan APD kepada RSUD Kabupaten Mimika sebagai rumah sakit rujukan penanganan COVID-19,” ujarnya.

Makmur mengatakan, selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Telkomsel terus mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam membantu masyarakat.

Hal ini sejalan dengan semangat Telkomsel yang memasuki usia ke-25 tahun.

"Total nilai keseluruhan CSR Telkomsel dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia mencapai Rp 25 miliar,” tutur Makmur.

Sebelumnya, pada momentum Ramadan 1441 H lalu, Telkomsel juga tetap melakukan aktivitas berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan untuk 25.000 anak yatim, kaum duafa, serta pekerja informal yang terdampak COVID-19. (Shanty

Malam Ini Nihil, Namun 270 Spesimen Masih Dalam Proses Pemeriksaan Laboratorium

 

Papan update Covid-19 di Mimika, Senin (1/6)

MIMIKA, BM

Hari ini, Senin (1/6) yang merupakan Hari Kelahiran Pancasila, tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 untuk Mimika. Dengan demikian jumlah kasus masih bertahan di angka 272 dengan 174 pasien sedang dirawat.

Hanya saja, keesokan harinya bisa saja kasus ini kembali ditemukan karena hingga malam ini, pukul 21.28 Wit, masih sebanyak 270 spesimen pemeriksaan laboratorium sedang dalam proses.

Selain di Klinik Kuala Kencana, jumlah 270 spesimen untun pemeriksaan Real Time PCR ini sebagian juga masih di Jayapura.

Sementara peralatan mesin PCR di RSUD Mimika yang seharusnya sudah dapat digunakan, ternyata belum stabil karena masalah teknis sehingga saat ini pihak RSUD masih menunggu tim teknis dari Jakarta untuk kembali ke Timika pada Rabu (3/6) untuk kembali mensetupnya.

Namun untuk diketahui, kondisi saat ini terkait pemeriksaan spesimen yang tertunda bukan hanya dilami di Mimika dan Papua namun hampir di seluruh Indonesia.

Hal ini karena  semakin tingginya kebutuhan pemeriksaan sedangkan ketersediaan sumber daya yang ada masih terbatas.

“Selama 24 jam ini tidak ada laporan yang menyatakan pasien sembuh dan meninggal dunia. Tentu saja kami berharap sekiranya dukungan doa dari semua masyarakat sehingga pasien Covid-19 yang sedang dirawat dapat cepat sembuh dan tidak ada lagi kasus kematian akibat virus ini,” harap Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra.

Dari 174 kasus atau pasien Covid-19 yang dirawat, Reynold mengatakan sebagian besar ditangani di RSUD dengan jumlah 109 orang, Rumah Sakit Tembagapura 61 dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) berjumlah 4 orang.

Ini menunjukan bahwa 61 persen atau lebih dari separuh kasus Covid-19 di Mimika sedang ditangani oleh tim medis RSUD.

Dengan gambaran ini, Reynold Ubra untuk kesekian kalinya meminta dukungan masyarakat Mimika agar mematuhi anjuran pemerintah.

“Kami sangat berharap dukungan dan kerjasama masyarakat agar tetap tinggal di rumah, tidak lagi melakukan pergerakan berlebihan terutama pada pagi mulai pukul 06.00 hingga 14.00 Wit. Saat ini tempat isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mimika dan Shelter serta Mimika Sport Center hampir penuh. Kami bersyukur bahwa pasien Covid-19 saat ini yang sedang ditangani dalam gejala ringan,” jelasnya.

Menurutnya, pergerakan masyarakat yang masih terus berlangsung mengakibatkan semakin bertambahnya OTG baru yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Hari ini kita ada penambahan 51 OTG hasil kontak tracing sehingga menambah jumlah OTG menjadi 633 orang. Ini karena masyarakat masih tetap beraktifitas seperti biasa tanpa mempedulikan himbauan pemerintah,” ujarya.

Reynold bahkan mengatakan jumlah OTG dipastikan akan terus mengalami peningkatan karena 1 kasus Covid-19 memilki kontak erat minimal dengan 30 orang.

“Hari ini kita temukan 26 ODP baru. Penyebab penambahan juga sama karena pergerakan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan terkait jaga jarak dan menggunakan masker serta rajin mencucui tangan,” ungkapnya.

Reynold Ubra juga menyoroti masih ada masyarakat Mimika yang memberikan stigma dan diskriminasi berlebihan terhadap mereka yang dinyatakan positif Covid-19 termasuk kategori PDP, ODP maupun OTG. Bahkan bukan hanya pasien namun keluarga mereka juga sangat mengalami dampak ini.

“Sejak awal sudah diduga bahwa kasus Covid-19 ini akan dihadapkan dengan permasalahan stigma dan diskriminasi. Kami mohon hendaknya dikabarkan (media-red) kepada masyarakat bahwa pasien covid maupun keluarga yang terdampak covid harus mendapat dukungan masyarakat. Stigma dan diskriminasi hanya memperberat situasi ini,” ungkapnya dengan penuh harap.

“Penilaian buruk dari masyarakat terhadap pasien covid akan memperlambat kesembuhan terutama kesehatan mental. Dukungan bagi pasien sangat berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan termasuk dapat menghentikan penularan,” ungkapnya melalui pesan whatssap. (Ronald)

 

Top