Kesehatan

Freeport Datangkan PCR, Pekan Depan Rencananya Sudah Digunakan

Ilustrasi PCR (Foto Google)

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia terus berupaya melakukan penitrasi dan pengendalian penularan virus corona di lingkungan kerjanya, terutama di Tembagapura termasuk Kuala Kencana.

Upaya strategis PTFI salah satunya dengan pengadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang akan digunakan di Rumah Sakit Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Mimika Reynold Ubra mengemukakan bahwa rencananya pekan depan klinik Kuala Kencana akan menguji coba alat PCR.

"Informasi yang kami terima untuk sekali pemeriksaan bisa 200 tapi akan disesuaikan dengan jumlah tenaga medis yang tersedia untuk mengoperasikan PCR agar hasilnya maksimal," ujarnya.

Menurutnya, PCR dinilai lebih akurat apabila dibandingkan dengan Rapid Tes untuk mendeteksi kasus Covid-19.

"Rapid tes sampai kini memang tidak direkomendasikan oleh WHO tetapi menurut portokol kesehatan ditujukan untuk mendeteksi dini penjaringan kasus dan isolasi serta kepastian hasil setelah dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Rapid tes ditujukan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat positif Covid-19, tenaga kesehatan dan tes massal. Mimika fokus pada ODP, PDP, OTG dan tenaga kesehatan. Yang positif selanjutnya dirujuk ke RSUD," katanya.

Ia mengatakan jika PCR nanti difungsikan maka akan sangat membantu upaya pengendalian Covid-19 di Kabupaten Mimika.(Elfrida

Meningkatnya Kasus Covid-19 Di Mimika Karena Tingginya Pergerakan Manusia

Hingga Jumat (8/5), jumlah kasus positif di Mimika 97 kasus

MIMIKA, BM

Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 diperpanjang di Kabupaten Mimika karena tren kasus wabah kian hari mengalami peningkatan sejak pertama kali diumumkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian (TGTPP) Covid-19 Mimika pada 29 Maret 2020 lalu.

Dalam sebulan dari awalnya hanya 2 kasus positif Covid-19, kini meningkat drastis menjadi 97 kasus.

Jumat (8/2), juru bicara Tim Gugus Tugas Mimika Reynold Ubra kepada awak media melalui video conference yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Mimika mengumumkan penambahan dua kasus postif Covid-19.

"Dengan dua penambahan kasus positif Covid-19 maka kumulatif saat ini 97 kasus. Sementara, kasus aktif sedang dipantau 77 kasus. Dari 77 tersebut yang ditangani oleh RSUD ada 24, RSMM 3 dan RS Tembagapura 50 kasus," ujarnya

Inisial dari kasus positif Covid-19 dilaporkan oleh RSMM yakni kasus 096 dengan inisial MLP, perempuan umur 33 beralamat di Kelurahan Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana.

Kedua, pasien 097 inisial ELW, laki-laki umur 50 tahun di Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru. Sample kedua kasus ini dikirimkan oleh RSMM.

Ia menuturkan bahwa kasus 096 dan 097 belum dapat dipastikan apakah memiliki hubungan dengan kasus sebelumnya karena laporan baru saja diterima pihaknya sehingga sepanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemilogi untuk menggali riwayat kontak.

Sambung dia, update data hingga hari ini (Jumat-red) untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 107, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 464 dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tembus 926 orang.

"Dari jumlah PDP 107, 31 orang melakukan isolasi mandiri dan 76 ditangani oleh rumah sakit yakni RSUD 10, RSMM 17 dan RS Tembagapura 49 orang,” ungkapnya.

Penambahan ODP hari ini berjumlah 61 yang dilaporkan oleh RSUD (4), RSMM (2), RS Tembagapura (1) puskesmas Wania (1) dan hasil tracing kontak 13. Sementara status OTG berubah menjadi ODP sebanyak 40 orang.

Sementara untuk OTG tercatat 5 dari RSMM (1) dan hasil tracing kontak (4). Sementara perubahan status dari OTG ke PDP 1 orang, namun OTG ke ODP berjumlah 40 orang. 1 orang juga dinyatakan selesai masa pemantauan sehingga dengan demikian jumlah OTG yang dipantau total keseluruhan sebanyak 926 orang.

"Meningkatnya penemuan kasus Covid-19 dan bertambahnya PDP, ODP dan OTG ini adalah salah satu keberhasilan pelacakan kasus Covid-19. Hal ini akan meningkat terutama diwilayah yang ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal karena masyarakat yang datang pasien dengan gejala batuk pilek di era Covid-19 bisa ditetapkan oleh tim medis sebagai PDP atau ODP maupun OTG," imbuhnya.

Reynold menegaskan bahwa peningkatan kasus secara teori menggambarkan bahwa pergerakan penduduk di Mimika sangat tinggi karena penyebab melonjaknya kasus Covid-19 dipengaruhi oleh pergerakan manusia.

Menurutnya, saat ini masyarakat Mimika di wilayah terjangkit menunjukkan aktivitas dan mobilisasi yang tinggi dan merekapun kurang meningahkan social serta physical distancing.

Padahal cara ampuh untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan tinggal di rumah, melakukan social dan physical distancing (jaga jarak), menggunakan masker, pola hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan dengan sabun serta menjaga kekebalan tubuh.

"Orang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 maupun hasil penjaringan positif (rapid tes-red) karena penularannya dari manusia ke manusia dengan droplet atau percikan baik dari hidung maupun air liur dari mulut, atau bisa juga tekontaminasi di benda yang kita pegang," jelasnya.

Menurutnya masyarakat tidak perlu takut akan Covid-19 selama mentaati imbauan dari pemerintah. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Mimika tetapi meluas ke seluruh dunia. Di era Covid-19 ini rasa solidaritas dan kekeluargaan justru harus ditingkatkan dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah. (Elfrida)

Reynold Ubra : Tidak Benar Perawat Di Agimuga Meninggal Karena Covid-19

Jubir Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Reynold Ubra, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika menegaskan bahwa petugas kesehatan yang meninggal pekan lalu di Agimuga bukan karena terjangkit Covid-19.

Hal ini ia sampaikan kepada BeritaMimika, Selasa (5/5) malam, guna menanggapi keresahan masyarakat Distrik Agimuga dan menjawab pertanyaan yang dipertanyakan oleh Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika.

“Sebagaimana video mengenai petugas kami di Agimuga yang meninggal dunia di Kiliarma pada hari Senin kemarin, tidak benar almarhum meninggal karena Covid-19. Penanganan yang dilakukan kemarin mulai dari penjemputan jenazah hingga pemakaman mengikuti prosedur pemulasaraan dan pemakaman jenazah di masa Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Reynold Ubra meminta warga Distrik Agimuga termasuk OKIA tidak perlu khawatir dengan kekuatiran sebelumnya karena secara medis, perawat tersebut tidak terkontaminasi virus corona.

Ia bahkan mengatakan Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sangat kehilangan salah satu tenaga kesehatan terbaik yang rela bertugas di daerah terpencil dan berkorban untuk melayani masyarakat.

“Almarhum selama bekerja benar-benar mendedikasikan hidupnya dengan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki untuk melayani masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Agimuga. Catatan kinerja kami terhadap Almarhum adalah dia selalu setia di tempat tugas bahkan pada hari raya Natal pun diberikan kesempatan untuk cuti namun alamrhum tetap bertahan untuk memberikan pelayanan,” ungkapnya.

Almarhum sebelumnya memang sedang sakit. Dinas Kesehatan Mimika pada awal Februari memintanya ke Timika untuk berobat namun ia tidak ingin meninggalkan puskesmas karena memikirkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya pikir pada saat ini kita sudah sangat jarang mendapatkan orang-orang muda yang mau mendedikasikan dirinya bahkan hingga meninggal di tempat tugas seperti almarhum. Beliau adalah panutan bagi kami,” ujarnya.

Kepada media ini, Reynold Ubra juga menyampaikan bahwa status Tanggap Darurat penanganan Covid-19 di Mimika ditambahkan 14 hari, terhitung Rabu (6/5) besok hingga 20 Mei.

Pengawasan selanjutnya akan diperketat oleh tim gabungan guna memutuskan mata rantai penularan secara transmisi lokal.

“Kami sangat berharap agar masyarakat tetap tinggal di rumah. Komitmen Pemda Mimika, TNI dan Polri untuk melaksanakan pengawasan ini sebagai bentuk menyelesaikan penyebab utama penularan Covid-19 di Mimika. Dengan berdiam diri di rumah, kita bukan hanya menyelamatkan hidup kita dan keluarga kita namun juga orang lain disekitar kita,” ungkapnya. (Ronald)

Top