Malam Ini Nihil, Namun 270 Spesimen Masih Dalam Proses Pemeriksaan Laboratorium

 

Papan update Covid-19 di Mimika, Senin (1/6)

MIMIKA, BM

Hari ini, Senin (1/6) yang merupakan Hari Kelahiran Pancasila, tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 untuk Mimika. Dengan demikian jumlah kasus masih bertahan di angka 272 dengan 174 pasien sedang dirawat.

Hanya saja, keesokan harinya bisa saja kasus ini kembali ditemukan karena hingga malam ini, pukul 21.28 Wit, masih sebanyak 270 spesimen pemeriksaan laboratorium sedang dalam proses.

Selain di Klinik Kuala Kencana, jumlah 270 spesimen untun pemeriksaan Real Time PCR ini sebagian juga masih di Jayapura.

Sementara peralatan mesin PCR di RSUD Mimika yang seharusnya sudah dapat digunakan, ternyata belum stabil karena masalah teknis sehingga saat ini pihak RSUD masih menunggu tim teknis dari Jakarta untuk kembali ke Timika pada Rabu (3/6) untuk kembali mensetupnya.

Namun untuk diketahui, kondisi saat ini terkait pemeriksaan spesimen yang tertunda bukan hanya dilami di Mimika dan Papua namun hampir di seluruh Indonesia.

Hal ini karena  semakin tingginya kebutuhan pemeriksaan sedangkan ketersediaan sumber daya yang ada masih terbatas.

“Selama 24 jam ini tidak ada laporan yang menyatakan pasien sembuh dan meninggal dunia. Tentu saja kami berharap sekiranya dukungan doa dari semua masyarakat sehingga pasien Covid-19 yang sedang dirawat dapat cepat sembuh dan tidak ada lagi kasus kematian akibat virus ini,” harap Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra.

Dari 174 kasus atau pasien Covid-19 yang dirawat, Reynold mengatakan sebagian besar ditangani di RSUD dengan jumlah 109 orang, Rumah Sakit Tembagapura 61 dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) berjumlah 4 orang.

Ini menunjukan bahwa 61 persen atau lebih dari separuh kasus Covid-19 di Mimika sedang ditangani oleh tim medis RSUD.

Dengan gambaran ini, Reynold Ubra untuk kesekian kalinya meminta dukungan masyarakat Mimika agar mematuhi anjuran pemerintah.

“Kami sangat berharap dukungan dan kerjasama masyarakat agar tetap tinggal di rumah, tidak lagi melakukan pergerakan berlebihan terutama pada pagi mulai pukul 06.00 hingga 14.00 Wit. Saat ini tempat isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mimika dan Shelter serta Mimika Sport Center hampir penuh. Kami bersyukur bahwa pasien Covid-19 saat ini yang sedang ditangani dalam gejala ringan,” jelasnya.

Menurutnya, pergerakan masyarakat yang masih terus berlangsung mengakibatkan semakin bertambahnya OTG baru yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Hari ini kita ada penambahan 51 OTG hasil kontak tracing sehingga menambah jumlah OTG menjadi 633 orang. Ini karena masyarakat masih tetap beraktifitas seperti biasa tanpa mempedulikan himbauan pemerintah,” ujarya.

Reynold bahkan mengatakan jumlah OTG dipastikan akan terus mengalami peningkatan karena 1 kasus Covid-19 memilki kontak erat minimal dengan 30 orang.

“Hari ini kita temukan 26 ODP baru. Penyebab penambahan juga sama karena pergerakan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan terkait jaga jarak dan menggunakan masker serta rajin mencucui tangan,” ungkapnya.

Reynold Ubra juga menyoroti masih ada masyarakat Mimika yang memberikan stigma dan diskriminasi berlebihan terhadap mereka yang dinyatakan positif Covid-19 termasuk kategori PDP, ODP maupun OTG. Bahkan bukan hanya pasien namun keluarga mereka juga sangat mengalami dampak ini.

“Sejak awal sudah diduga bahwa kasus Covid-19 ini akan dihadapkan dengan permasalahan stigma dan diskriminasi. Kami mohon hendaknya dikabarkan (media-red) kepada masyarakat bahwa pasien covid maupun keluarga yang terdampak covid harus mendapat dukungan masyarakat. Stigma dan diskriminasi hanya memperberat situasi ini,” ungkapnya dengan penuh harap.

“Penilaian buruk dari masyarakat terhadap pasien covid akan memperlambat kesembuhan terutama kesehatan mental. Dukungan bagi pasien sangat berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan termasuk dapat menghentikan penularan,” ungkapnya melalui pesan whatssap. (Ronald)

 

Top