Kesehatan

Satu Petugas Terpapar Covid, Kantor PN Kota Timika Ditutup Sementara

 

Kantor Pengadilan Negeri Timika

MIMIKA, BM

Pelayanan dan aktivitas di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika ditutup sementara. Hal ini disebabkan karena salah seorang petugas terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19.

Penutupan sementara pelayanan PN Kota Timika itu direncanakan selama 14 hari terhitung dari Rabu (7/10).

Penutupan sementara ini dilakukan berdasarkan Keputusan Ketua PN Kota Timika nomor 116/KPN/SK/10/2020 tentang penghentian kegiatan kantor dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Kecuali, untuk pelayanan yang sifatnya urgent dan mendesak selama masa pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan Pengadilan Negeri Kota Timika.

Muhamad Khusnul, Humas PN Kota Timika Kelas II, ketika dikonfirmasi BeritaMimika melalui telepon membenarkan hal tersebut.

"Ditutup selama 14 hari sehingga kita bekerja dari rumah. Maka ada agenda sidang hari untuk sementara ditunda. Kalau ada perkara yang urgent atau mendesak, misalnya masa tahanannya habis, maka diperbolehkan untuk sidang asalkan ada persetujuan dari Ketua PN,"ungkapnya.

Petugas PN yang terpapar covid sudah melakukan pemeriksaan rapid maupun swab. Petugas kesehatan juga telah melakukan traxing kontak terhadap kasus ini.

"Untuk kantor sendiri sudah sudah dilakukan penyemprotan disinfektan," kata Muhammad. (Ignas

Dukung Pemerintah Daerah, PT Freeport Bantu 100 Tabung Oksigen untuk RSUD Mimika

Vice President Goverment Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga 

MIMIKA, BM

PT. Freeport Indonesia pada September lalu memberikan bantuan 100 tabung oksigen kepada manajemen RSUD guna membantu mereka dalam menangani pasien Covid-19.

Selain karena RSUD kekurangan tabung oksigen, bantuan yang diberikan ini juga sebagai bentuk kepedulian dan dukungan PTFI terhadap pemerintah daerah dalam melawan pandemi Covid-19, khususnya kepada para pasien.

Apalagi situasi pandemi Covid saat ini untuk Mimika angka tertinggi kini didominasi oleh pasien di Timika. Berbeda dengan sebelumnya yang mana jumlahnya lebih banyak di Tembagapura.

Vice President Goverment Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga kepada BeritaMimika mengatakan PTFI tidak berdiam diri dalam situasi ini. Apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu pemerintah, akan mereka mereka lakukan.

"Ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang bisa kami berikan. Untuk tenaga medis kami juga terbatas. Yang bisa kami lakukan salah satunya membantu 100 tabung oksigen kepada RSUD, bulan lalu. Mereka butuh cepat jadi kami langsung bantu apalagi saat itu stoknya sangat kurang," ungkapnya di Moza, Selasa (6/10).

Selain bantuan tersebut, sejauh ini pihak RS Tembagapura, RSUD dan Dinas Kesehatan secara bersama-sama terus melakukan koordinasi dan komunikasi intens terkait situasional saat ini.

"Saya yakin Mimika bisa walaupun ada yang meninggal selama beberapa hari terakir ini rata-rata karena komorbit. Kita juga berharap dalam kondisi sekarang, warga Mimika taat pada anjuran pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, kepada BeritaMimika sore ini, Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasullu mengatakan bantuan yang diberikan PTFI sangat membantu pihaknya dalam menangani lonjakan kasus covid.

"Kami berterimakasih atas bantuan tabung oksigen dari PTFI. Sangat membantu karena memang kami sedang kekurangan akibat lonjakan kasus covid," ujarnya melalui telepon.

Ia mengatakan, bantuan 100 tabung oksigen besar ukuran 6 ribu liter itu, 70 buah sudah diserahkan dan sudah terpakai semua. Sementara sisanya hari ini baru diantar ke RSUD.

Dokter Anton juga menjelaskan dari 49 pasien covid yang dirawat saat ini, 25 pasien menggunakan oksigen tiga ventilator sementara sisahnya paling banyak mengunakan oksigen.

"Di Timika kapasitas produksi hanya 40-50 tabung perhari karena 1 mesin produksinya sedang bermasalah. Sementara akibat lonjakan kasus saat ini, dalam sehari kami butuh sampai 60 tabung. Saat ini kami sudah pesan tabung dan isinya (gas medis-red) dari Surabaya untuk menutupi kekurangan yang ada," jelasnya.

Direktur Anton Pasullu berharap kasus Covid-19 di Timika bisa segera turun karena kondisi saat ini cukup memprihatinkan.

"Haya satu jalan agar keluar yakni masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan. Kasihan mereka yang usia lanjut, punya penyakit penyerta (komorbid-red) karena jika terinfeksi akan bergejala berat bahkan kritis. Akhir Agustus hingga awal Oktober saja sudah 8 orang yang meninggal akibat covid. Jadi di RSUD sudah 10 pasien ditambah 2 orang pasa periode Maret hingga akhir Agustus lalu. Saya berharap semua orang bisa memahami kondisi kita saat ini," harapnya. (Rafael/Ronald)

ICU RSUD Ditutup. Ada Apa?

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa meningkatnya kasus Covid-19 di Mimika sangat berpotensi terhadap keberadaan tenaga kesehatan.

Salah satu akibatnya, ruang ICU RSUD Mimika kini ditutup. Ruangan ini ditutup karena sudah tidak ada lagi tenaga kesehatan yang mencukupi.

Pasalnya, sebagian tenaga kesehatan kini sedang di isolasi sementara sebagian dikonsenkan untuk menangani pasien Covid-19 karena jumlah kasus pasien positif covid terus meningkat.

"Hal ini karena jumlah pasien kini terus melonjak sehingga semua ruangan penuh sedangkan tenaga kesehatan yang harus melayani semua pasien semakin kurang," tutur Wabup John Rettob saat diwawancarai di Bobaigo Keuskupan Timika, Senin (28/9).

Selain di RSUD Mimika, Wabup John juga mengatakan bahwa kekurangan tenaga medis juga terjadi di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).

"Banyak tenaga kesehatan yang di isolasi, tempat tidur masih ada tapi tenaga tidak ada," tuturnya.

Wabup mengatakan, Direktur RSUD Mimika Anton Pasullu beberapa waktu juga telah melayangkan surat pemberitahuan terkait kondisi ini. Mereka kini benar-benar kekurangan tenaga kesehatan.

"Solusinya yang bisa kami ambil adalah kita minta bantuan tenaga kesehatan kalau perlu harus ada rekutmen tenaga kesehatan lagi," ungkapnya. (Shanty) 

Top