Hukum & Kriminal

Andi : Kaki Tangan Bandar Narkotika Ternyata Banyak di Timika

Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu Andi Sudirman Arif.

MIMIKA, BM

Walaupun sering kali para pengedar narkotika jenis sabu-sabu ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Mimika, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi para pengedar lainnya yang belum tertangkap untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Hal ini dikarenakan banyaknya kaki tangan bandar narkotika yang berasal dari luar Timika ada di Timika.

"Kaki tangan bandar narkoba bertugas sebagai penempel ini ternyata banyak di Timika, mereka ini didatangkan langsung dari sana," kata Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu Andi Sudirman Arif mengakui saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (19/12/2023).

Diterangkan Kasat Lantas bahwa kaki tangan bandar narkotika ini ternyata tidak saling kenal dengan pengedar yang akan membeli barang haram tersebut.

"Caranya itu pembeli atau pengedar ini menghubungi bandarnya lewat telepon, kemudian bandarnya yang sudah ditransfer uang oleh pengedar atau pembeli ini menghubungi kaki tangannya" ujar Andi.

"Nanti kaki tangannya bandar itu letakan atau simpan barang haram itu di salah satu tempat kemudian di foto dan kirim ke bandarnya, selanjutnya bandar itu hubungi pengedar atau pembeli untuk ambil barangnya. Jadi antara pengedar atau pembeli itu tidak saling kenal,"sambungnya.

Agar peredaran narkotika di Timika tidak terjadi lagi, kata Andi harus segera menangkap bandarnya dengan cara berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat agar bandarnya segera ditangkap. Karena dari hasil pengakuan para tersangka rata-rata barang tersebut peroleh dari bandar yang sama yakni berinisial M yang ada di pulau Jawa yakni Madura, Jatim," katanya. (Ignasius Istanto)

Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz 2023 : Terjadi Peningkatan

Kaops dengan didampingi Kasatgas humas dan Kaposko saat melaksanakan press rilis Ops Damai Cartenz sepanjang tahun 2023.

MIMIKA, BM

Kepala Operasi Damai Cartenz-2023, Kombespol Dr. Faizal Ramadhani menilai secara umum untuk hasil penegakan Operasi Damai Cartenz sepanjang tahun 2023 terjadi peningkatan jika dibandingkan operasi di tahun lalu.

Hal ini disampaikannya saat digelar press rilis Operasi Damai Cartenz 2023 yang berlangsung di Posko Ops Damai Cartenz, tepatnya di Mako Brimob Detasemen B Pelopor Mimika, Rabu (20/12/2023).

Adapun beberapa hal yang terjadi peningkatan dalam Operasi Damai Cartenz 2023 yang disampaikan oleh Kombespol. Dr. Faizal, yakni diantaranya kasus-kasus menonjol sebanyak 204 kejadian, terdiri dari 44 kejadian terjadi di Kabupaten Puncak, 32 di Kabupaten Intan jaya, 38 di Kabupaten Yahukimo.

Kemudian 18 kejadian terjadi di Kabupaten Nduga, 27 di Kabupaten Pegunungan Bintang, 12 kejadian di Kabupaten Dogiyai, 17 di Kabupaten Jayawijaya serta 15 kejadian di Kabupaten Jayapura dan 3 di Kabupaten Mimika.

"Jika kita kelompokkan per bulan maka bulan Januari 28 kejadian, Februari 13, Maret 21, April 16, Mei 12 kejadian, bulan Juni 3, Juli 17, Agustus 32, September 28 kejadian, Oktober 12 serta November 10 dan Desember 12 kejadian," ungkapnya.

Untuk kejadian yang paling menjadi sorotan publik, kata Kaops adalah penyaderaan Pilot Susi Air, Kapten Phillip Mark Martens pada 7 Pebruari 2023 dan pembunuhan aktivis HAM dan Perempuan Michele Kurisi Doga pada 28 Agustus 2023.

Dalam kesempatan ini, Kombespol. Dr. Faizal juga menguraikan beberapa gangguan keamanan yang dilakukan KKB.

Terjadi 20 kontak tembak, 2 penyerangan pos, 19 bunyi tembakan, 39 penembakan, 16 penganiayaan berat, 5 penganiayaan biasa, 5 pembunuhan, serta 32 pembakaran dan 52 gangguan lain-lainnya.

"Dari kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 79 orang, terdiri dari 20 prajurit TNI, 3 orang anggota Polri, 37 orang masyarakat sipil dan 19 orang anggota KKB," ujarnya.

"Untuk korban luka sebanyak 84 orang terdiri dari 24 prajurit TNI, 7 anggota Polri, 50 orang masyarakat dan 3 orang anggota KKB," sambung Faizal.

Kemudian gangguan keamanan lainnya, berupa aksi yang dilakukan KKP (Kelompok Kriminal Politik) yakni 108 aksi berupa unjuk rasa, mimbar bebas, pertemuan diskusi atau rapat tertutup, propaganda, jumpa pers, foto dukungan, pembagian selebaran, penggalangan dana, dos bersama KKR.

"Aksi-aksi yang terjadi tersebut didominasi oleh aksi dari kelompok KNPB dan ULMWP sepanjang tahun 2023," katanya.

Sementara untuk penegakkan hukum yang dilakukan Ops Damai Cartenz sendiri sepanjang 2023, kata Kaops ada sebanyak 98, terdiri dari 65 tahap penyelidikan dan 33 tahap penyidikan.25 berkas diantaranya telah dinyatakan lengkap (P-21).

Kemudian untuk penegakkan hukum yang dilakukan terhadap KKB mengakibatkan 19 KKB tewas, berhasil menyita 32 pucuk senjata api, 1.279 butir amunisi, 25 unit magazen, 107 alat komunikasi, 31 bilah senjata tajam, 334 barang lainnya seperti atribut, bendera dan lain-lainnya.

"Kami juga telah berhasil menduduki atau menguasai 42 titik markas KKB," ungkap Faizal.

Di akhir releasnya, Faizal memberikan apresiasi kepada seluruh personel Ops Damai Cartenz 2023 yang telah bekerja keras melaksanakan tugas pengabdian untuk upaya penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata di wilayah operasi Damai Cartenz 2023.

"Semoga tugas pengabdian yang kita lakukan dapat bemanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara, serta menjadi amal ibadah bagi kita semua,"ucap Faizal. (Ignasius Istanto)

Masyarakat Papua Asal NTT Kecam Aksi Persekusi Terhadap AMP di Kupang

Foto bersama Ketua Ikatan Kerukunan Flobamora Kabupaten Mimika, Marthen L. Moru, dengan beberapa perwakilan Sub Sektor usai melaksanakan jumpa pers di Timika, Papua Tengah, Sabtu (2/12/2023).

MIMIKA, BM

Masyarakat Papua asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengecam keras tindakan persekusi oleh Ormas Garuda dan Garda Flobamora terhadap Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kupang, NTT, pada 1 Desember 2023 lalu.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika, Marthen L. Moru, dalam kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Timika, Papua Tengah, Sabtu (2/12/2023).

Seperti diketahui, pada 1 Desember 2023 kemarin, mahasiswa Papua melakukan aksi demo damai di Jalan Piet A Tallo, Kupang, dalam rangka memperingati hari embrio kemerdekaan Papua Barat.

Saat sedang berunjuk rasa, para mahasiswa didatangi sekelompok massa yang merupakan bagian dari Ormas Garda Flobamora dan Garuda.

Para mahasiswa pun disuruh berhenti berorasi. Tak hanya itu, mereka juga kemudian mendapatkan tindakan persekusi dari massa Ormas Garuda dan Garda Flobamora hingga beberapa mahasiswa di antaranya terluka.

Atas peristiwa persekusi dari oknum Ormas tersebut, Marthen mewakili masyarakat Papua asal NTT di Mimika menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua umumnya, terlebih para mahasiswa Papua yang saat ini sedang menempuh studinya di Kota Kupang.

"Kami masyarakat Papua asal NTT sangat menyesal dengan peristiwa persekusi yang dilakukan oknum Ormas kepada adik-adik kami AMP di Kupang," ujar Marthen.

Jurnalis senior di Timika, Papua Tengah ini menilai bahwa kejadian yang dilakukan sekelompok Ormas itu telah mencederai hati masyarakat Papua asal NTT maupun masyarakat Papua pada umumnya.

"Kami mengutuk keras aksi yang terjadi ini. Kami masyarakat Papua asal NTT berharap ini menjadi peristiwa terakhir yang tidak boleh diulangi kembali. Kami masyarakat Papua cinta damai," tandasnya.

Berikut beberapa poin pernyataan sikap dari masyarakat Papua asal NTT terhadap aksi persekusi tersebut.

Pertama, masyarakat Papua asal NTT mengecam keras tindakan persekusi yang dilakukan oknum anggota salah satu Ormas terhadap saudara kita mahasiswa asal Papua yang lagi menempuh pendidikan di Kupang.

Kedua, masyarakat Papua asal NTT meminta kepada Kapolda NTT dan Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan pernyataan mengapa membiarkan Ormas tersebut menghadang aksi demo damai AMP.

Ketiga, masyarakat Papua asal NTT meminta Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mencabut izin Ormas tersebut karena aksinya telah mengganggu kamtibmas.

Keempat, masyarakat Papua asal NTT meminta Polda NTT memproses hukum oknum anggota Ormas yang melakukan aski persekusi terhadap adik-adik AMP dalam penyampaian pendapat di muka umum pada 1 Desember 2023.

Sebagai informasi, kegiatan jumpa pers ini juga diikuti oleh Ketua Harian IKF, Paulus Weti; Wakil Ketua 3, Gabriel Zezo; Penasehat IKF, Antonius Lado; dan tokoh masyarakat IKF, Fransiskus Watu.

Lainnya yang turut hadir yakni Ketua Sub Sektor Lise Wuamesu Ende Lio, Ferus Rago; Ketua Subsektor Ende Sare Wuamesu Ende Lio, Petrus Peso; Sekretaris 3 IKF, Charles Sareng; perwakilan subsektor IK3F SP1 dan SP4, Ardianus Adenong; Wakil Ketua 2 Sektor Lamaholot, Yohanes Lokon; perwakilan Sektor Nagekeo, Arsianus Seke; dan Wakil Ketua II Sektor Wuamesu Ende Lio, Iwan Wangge. (Endy Langobelen)

Top