Hukum & Kriminal

Ingin Lakukan Penyerangan, Polisi Amankan Sejumlah Sajam Salah Satu Kelompok

Anggota Polisi saat mengamankan sajam yang dibawa warga

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika mengamankan sejumlah alat tajam yang akan digunakan oleh kelompok massa Gery Okoare (GO) yang ingin menyerang kelompok massa Yance Boyau (YB) di Jalan Cenderawasih SP2, tepatnya depan Polres Mimika, Rabu (16/12).

Pantauan wartawan BM di lapangan, alat tajam yang diamankan berupa sebuah parang, besi dan tombak yang disimpan di bak sebuah mobil warna hitam.

Ketika pihak keamanan yang dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata berusaha membubarkan kelompok massa yang akan melakukan penyerangan, mereka melarikan diri ketika diberikan tembakan peringatan ke udara.

Sebelum polisi mengamankan dan membubarkn, massa dari kelompok YB sedang berada di seputaran Jalan Cenderawasih SP2, tepatnya depan Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika guna mendengarkan hasil pertemuan antara GO dan YB yang difasilitasi oleh polisi.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada kejelasan resmi persoalannya seperti apa, karena mediasi masih berlangsung.

Sementara kelompok massa GO sudah kembali ke tempat masing-masing dengan pengawalan polisi. Masa kelompok YB yang masih ada juga sudah dipulangkan dengan menggunakan empat truk yang dikawal polisi. (Ignas)

Karyawan yang Meninggal di Underground Tidak Ditemukan Adanya Tanda Kekerasan


Korban saat ditemukan tergeletak di area underground

MIMIKA, BM

Seorang karyawan PT RUC bernama Yohan Eko Prasetyo ditemukan meninggal di area Underground Big Gossan PTFI pada Sabtu (12/12).

Guna mengetahui pasti penyebab kematiannya, dilakukan visum namun hasilnya tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto,saat ditemui di Kantor DPRD Mimika, Senin (14/12).

"Hasil visum itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, tapi dari pihak keluarga (saudara sepupunya) menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat jantung,"ungkap

Berdasarkan data yang diterima Berita Mimika, korban awalnya ditemukan oleh pelapor bernama Ropensius Saribu bersama bosnya bernama Mr Rasse.

Saat menggunakan kendaraan menuju Kantor Shaft, keduanya menemukan korban tergeletak di pinggir jalan.

Mr Rassie kemudian memerintahkan pelapor untuk mencari pertolongan ke Maintenance Ore Flow. Setelah dilaporkan, korban langsung diangkat menuju Kantor RUC 2510 UG.

Korban kemudian diberikan pertolongan namun tak lama kemudian tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Korban sudah diterbangkan Minggu kemarin dan telah dimakamkan di kampung halamannya di Jogjakarta. (Ignas)

Diduga Ledakan Kompor, Sejumlah Kamar Kos dan Rumah Pribadi Dilahap Api

Warga sekitar turut membantu memadamkan api

MIMIKA, BM

Kebakaran hebat baru saja terjadi sore tadi, Minggu (13/12) di Jalan Seroja belakang Hotel Grand Tembaga.

Kuat dugaan kebakaran disebabkan karena ledakan kompos yang mengakibatkan sejumlah kamar kos dan satu rumah pribadi dilahap si jago merah.

Kepala Sub Bidang Penanggulangan Kebakaran, Herman Morare SE kepada BM mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.44 WIT dan langsung menerjunkan personil beserta tiga armada pemadam kebakaran.

"Ya kami lihat terbakar secara keseluruhan. Kata masyarakat asalnya dari kompor. Baru ada juga yang menampung bensin makanya apinya besar," katanya.

Diakuinya, pada saat personil hendak melakukan pemadaman api sempat mengalami kendala karena sempitnya jalan masuk.

Selain itu banyaknya masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian termasuk kendaraan yang berhenti sekedar mendokumentasikan kejadian itu membuat pihaknya kesulitan memadamkan api.

"Sejak kami datang dan sampai sekarang kami masih di lokasi karena dalam masa pendinginan supaya baranya tidak menyala,"ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan terlihat sejumlah petugas Pemadaman Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendinginan sehingga api tidak lagi berkobar. Warga sekitar juga turut membantu upaya pemadaman ini. (Ignas)

Top