Ekonomi dan Pembangunan

Peduli Warga Terdampak Covid, Kogabwilhan III Bagikan 1000 Paket Sembako

Penyerahan bantuan secara simbolis di Gereja Kingmi SP III

MIMIKA, BM

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Tiga (Kogabwilhan III) yang kini berkantor di Mimika dan sedang dalam proses pengerjaan, pada Minggu (27/9) kemarin merayakan HUT ke-1.

Salah satu kegiatan bakti sosial yang dilakukan pada HUT ke-1 ini adalah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, terutama yang mengalami dampak langsung Covid-19.

Pada hari ini, Senin (28/9) tepatnya di di Gereja Kemah Injil (Kingmi) di tanah Papua Jemaat Pniel Klasis Mimika, Jalan Cenderawasih SP III, Kogabwilhan III memberikan 1000 paket sembako kepada masyarakat.

Bakti sosial yang juga mengusung tema Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Untuk Indonesia, dipimpin Brigjen TNI Dadang Rukhiy, Aspotwil Kogakwilham III didampingi Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo.

Brigjen TNI Dadang Rukhiy kepada BeritaMimika mengatakan pembagian 1000 paket sembako diberikan untuk meringankan kesulitan yang saat ini dihadapi masyarakat.

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini sedikit meringankan beban mereka. Jadi pembagian 1000 paket ditempat ini secara simbolis saja, karena selanjutnya akan dilaksanakan secara sporadis oleh rekan-rekan jajaran Kodim dan Koramil diseluruh wilayah di Mimika," kata Dadang.

Brigjen Dadang juga mengatakan, pembagian nantinya akan dilakukan secara sporadis agar menghindari kerumunan warga. Pasalnya kerumunan warga saat ini identik dengan mudahnya terjadi penularan virus corona.

"Mengingat situasi saat ini maka donor darah juga kita tidak laksanakan. Tetapi pemberiaan sembako ini dilakukan serempak selain di Timika juga di Ambon dan Sorong," ujarnya. (Ignas

Perdana, TP-PKK Mimika Panen Sayuran Organik Hasil Tanam Sendiri

Foto bersama usai melakukan panen perdana, Rabu (23/9)

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika pada Rabu (23/9) kemarin melakukan panen sayur-mayur.

Panen sayuran organik berupa kol, kangkung dan seledri ini dilakukan tepat di halaman belakang perkebunan Kantor TP-PKk Mimika.

Sayuran yang di panen merupakan hasil kerja pokja 3 (Sandang Pangan, Perumahan dan Tata Laksana Keluarga) TP-PKK Mimika.

Dan hanya dalam waktu sebulan sayuran tersebut dapat dipanen dengan memanfaatkan media tanah dan diberi pupuk serta dirawat.

Kegiatan panen ini dihadiri Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng dan Wakil Ketua III Ny. Enjelina Paiding beserta pengurus PKK Mimika.

Ketua Pokja 3 Ny. Tuti Kaliki mengatakan bahwa program ini sejalan dengan program pemerintah di masa pandemi, selain itu juga bernilai ekonomis karena dapat menambah pendapatan keluarga.

"Pokja 3 merupakan HATI dari PKK Mimika yakni Halaman, Asri, Indah, Teratur dan Nyaman. Melalui kegiatan ini kita dapat memanfaatkan lingkungan disekitar sebagai kebun. Jika tidak memiliki lahan bisa juga menanam sayuran dengan menggunakan media air atau kita sebut hidroponik," katanya.

Sambung Tuti, pada Desember 2020 nanti akan digelar panen raya berupa sayur-sayuran, umbi-umbian, jagung, tanaman obat, hidroponik dan ikan.

"Tanaman ini bisa dipanen satu bulan jadi berkesinambungan setelah panen akan kita tanam lagi. Rencananya Desember kita panen raya sehingga menyesuaikan dengan panen ikan yang memerlukan waktu tiga bulan. Jadi, November kita akan mulai tanam hidroponik dan lainnya sehingga ketika panen nanti bisa bersamaan dengan ikan," ungkapnya.

Dikatakan, saat ini pokja 3 fokus untuk melakukan pembenahan sehingga ketika kebun, tanaman hidroponik dan ikan berhasil di panen barulah akan disosialisasikan ke PKK tingkat distrik dan kelurahan.

"Kita tidak bisa menjadi contoh kalau kita sendiri belum berhasil. Ketika semua panen tepat waktunya dan berhasil barulah kita bisa memberikan contoh untuk PKK di tingkat distrik dan kelurahan. Oleh karena itu kami berharap mendapat dukungan dari ibu ketua dan wakil ketua sehingga apa yang kita mulai ini dapat berkesinambungan," harapnya

Sementara itu, Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng merasa kagum karena untuk pertama kalinya panen sayuran dapat dilangsungkan.

"Semangat terus ibu-ibu, luar biasa kerjasamnya semoga dapat ditingkatkan. Mungkin nanti bisa tanam tumbuhan obat-obatan juga seperti jahe dan lain-lain. Pertahankan terus dan Timika memang luar biasa," tuturnya menyemangati (Elfrida)

Wabup John Borong Jualan Mama-Mama Papua di Pasar Sentral

Usai berbelanja, Wabup John berkomunikasi dengan mama-mama Papua yang berjualan di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob turun langsung memborong hasil jualan mama-mama Papua di Pasar Sentral, Jumat (18/9).

Pantauan BeritaMimika, Wabup John memborong hampir semua jualan mama-mama Papua tanpa terkecuali hingga memenuhi satu mobil pick up.

"Saya datang memberikan pemahaman kepada mereka bahwa jual tetap di sini. Ini tempat yang baik yang sudah diatur oleh pemerintah dan harus diikuti, jangan jual di pinggir jalan lagi," tutur Wabup John saat diwawancarai usai berbelanja di pasar sentral, Jumat (18/9).

Wabup mengatakan, kalau jualan di pinggiran jalan jarang ada pembeli namun jika mereka berjualan dengan tertib seperti seperti yang sudah diatur pemerintah saat ini, banyak yang akan datang berbelanja.

Dikatakan, bahwa dirinya datang sebagai bentuk penguatan kepada mama-mama Papua bahwa mereka harus tetap berjualan di Pasar Sentral.

Menurut Wabup John, berbelanja hasil jualan mama-mama Papua merupakan salah satu bentuk kepeduliaan dan kepercayaan terhadap mereka.

"Jadi ini saya datang dalam rangka penguatan kepada mereka. Ada usulan dan saran yang mereka sampaikan ke saya mungkin nanti kita akan bicarakan dengan dinas terkait. Pasar sentral ini sebagai pusat sentral perdagangan akan mendapat perhatian penuh dari pemerintah," tuturnya.

Walau demikian, secara umum ia menilai banyak hal yang harus dilakukan di Pasar Sentral terutama pengaturan di pasar ikan karena banyak yang harus diperbaiki.

"Tadi tuntutan dari masyarakat kampung yang juga jualan ikan, mereka bilang kalau mereka jualan ikan di tempat yang sama apakah mereka bisa bersaing?. Tapi bagi saya mereka harus tetap berjualan ikan di pasar ikan. Tidak ada lagi nanti jualan di pinggir jalan, jika masih ada kita tetap akan suruh jualan di sini," ujarnya.

Wabup meminta agar masyarakat terutama aparat pemerintah yang datang berbelanja punya prioritas lebih buat mama-mama Papua. Dengan begitu mereka bisa survive, tidak merasa diabaikan dan bisa bersaing dengan pedagang lainnya.

Para pedagang juga meminta agar pemerintah dapat memberikan fasilitas transportasi antar jemput agar dapat mengurangi beban pengeluaran mereka.

Pasalnya dua transportasi milik keusukupan lebih diprioritaskan untuk anak-anak sekolah. Untuk mama-mama Papua hanya berlaku di hari-hari tertentu, tidak setiap hari.

"Saya juga sudah sampaikan ke mereka jangan kamu jualan yang sama, barangnya juga jangan yang sama kalau bisa cari yang bisa bersaing dengan yang lain. Tapi memang pasar masih harus di tata kembali, karena banyak masih kosong. Tempat masih banyak jadi tidak ada alasan untuk jualan di luar karena tempat masih ada,"ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top