Ekonomi dan Pembangunan

Pekerjaan Jalan Cenderawasih Terbengkalai, Bupati Omaleng Kecam Kontraktornya

Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika saat ini sedang berjuang mempercantik wajah kota Timika sehingga pada perhelatan PON dan Pesparawi 2021 nanti, negeri ini menjadi buah bibir bagi semua orang.

Penataan kota ini dilakukan sebaik mungkin terutama di beberapa titik seperti bandara baru, Jalan Cenderawasih, Jalan Hasanuddin-SP V serta beberapa ruas jalan utama lainnya.

Sayangnya, disaat begitu banyak dana sudah digelentorkan, tidak semua pekerjaan yang ditargetkan dapat memenuhi espektasi Pemda Mimika dalam menyambut PON dan Pesparawi yang akan digelar tahun ini.

Pasalnya, ada kontraktor pekerjaan besar yang kerjanya sembarangan, seenaknya dan belum sama sekali memenuhi harapan Visi dan Misi Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob dalam membangun negeri ini.

Bupati Eltinus Omaleng bahkan mengungkapkan kekesalannya kepada BeritaMimika karena kecewa dengan pekerjaan kontraktor yang mempekerjakan Jalan Cenderawasih dari Check Point menuju Kuala Kencana.

"Padahal kita sudah anggarkan 300 miliar tapi kenyataanya, tidak memenuhi apa yang menjadi harapan dan target kita," ungkapnya kepada BM di Mile 32, Selasa kemarin.

Beberapa pekerjaan lainnya, termasuk Jalan Cenderawasih dalam kontrak kerjanya dijadikan sebagai perkerjaan multi years. Hal ini dilakukan agar pihak kontraktor memiliki waktu yang cukup dalam menangani pekerjaan mereka.

"Dari awal saya sudah katakan kalau multi years harus kontraktor besar yang punya dana, jangan selalu harapkan anggaran pemda terus. Kerja pakai uangnya dulu nanti kita bayar. Kalau kontraknya 3 tahun, boleh dia selesaikan dalam satu tahun. Ini tidak ada masalah yang penting pemda wajib bayar. Ini malah lucu sekali karena mereka masih harapkan uang lagi dari pemerintah," kesalnya.

Bupati bahkan akan memberi peringatan keras kepada kontraktor yang mengerjakan proyek ini. Jika masih tetap tidak ada perubahan, bupati tegaskan akan mengambil sikap tegas.

"Pekerjaan ini tidak memenuhi harapan kita. Saya peringatkan kalau memang seperti begini terus kami akan ambil tindakan, putuskan kontrak dan kami pemda siap bertanggungtajawab walau ini proyek multi years," kecamnya.

Bupati juga menyalahkan Dinas PU. Ia menilai PU kurang teliti dalam memberikan pekerjaan tersebut kepada kontraktor yang tepat.

"Pada saat lelang pekerjaan PU harus lihat semua baik-baik, jangan hanya kasih menang begitu saja. Lihat secara terperinci kapasitas kontraktor secara menyeluruh termasuk kekuatan dana mereka sehingga ketika ada kendala, mereka masih tetap jalan," ujarnya.

"Tapi kenyataanya hanya satu unit exevator bekas yang taruh di jalan, setiap hari kerjanya hanya itu-itu saja. PON dan Pespawari sudah dekat, mau sampai kapan begini terus? Ini kesalahan besar dinas PU. Ada apa sampai bisa seperi ini? Kalau lambat dan tidak sesuai harapan, maka kami akan blacklist kontraktornya," tegasnya.

Bupati Omaleng bahkan mengatakan akan membentuk tim khusus yang terdiri dari inspektorat, kejaksaan dan kepolisian untuk mengecek secara langsung kualitas pekerjaan yang dilakukan termasuk penggunaan anggaranya.

Selain Jalan Cenderawasih, tim ini juga akan melakukan penilaian dan pemantauan secara langsung terhadap semua pekerjaan lainnya terutama pekerjaan besar dan kontraknya multi years.

"Saya akan bentuk tim untuk menilai semua pekerjaan ini. Kita mau rumah kita ini cantik dan jadi buah bibir semua orang ketika datang ke Timika terutama pada saat PON dan Pesparawi. Saya ingatkan para kontraktor, Kalau sudah dikasih tanggunggjawab, jangan asal-asal kerja. Berikan yang terbaik, kerja apa yang jadi targetmu. Setelah tim turun, kami akan evaluasi dan ambil tindakan," tandasnya.

Pada saat menyampaikan hal ini kepada media BeritaMimika di Mile 32, Bupati Omaleng didampingi Wakilnya, Johannes Rettob. Wabup John juga mengungkapkan kekecewaanya.

Ia bahkan menyoroti jarak batas pemotongan lintasan di median jalan yang menurutnya tidak sesuai dengan aturan yang sesungguhnya.

"Terlalu banyak putaran di median jalan yang tidak sesuai dan seenaknya dibuat begitu saja. Sesuai aturan kalau dibuat putaran jalan jaraknya harus 300 meter. Kami melihat bahwa sepertinya kurang ada koordinasi antara dinas PU dan Perhubungan. Saya mau tutup jalan di depan rumah saya sebagai contoh supaya hal seperti ini serius diperhatian," ungkapnya.

"Saya setuju sekali, karena tidak boleh langsung potong masuk begitu saja di rumah dinas kita. Harus dikasih jarak dan tidak boleh dibuat seenaknya begitu saja," timpal Bupati Omaleng mengiyakan pernyataan wakilnya, Johannes Rettob. (Ronald)

Akses Jalan Tambang Sudah Bisa Dilewati, Namun Pada Jam Tertentu

Satu unit alat berat digunakan untuk membersihkan sisa longsoran 

MIMIKA, BM

Kejadian tanah longsor yang menutupi akses jalan area tambang Hitroad KM 6 Grasberg pada Senin (1/2), kini sudah bisa dilewati namun hanya dapat dilakuan di jam tertentu saja.

"Masih dalam proses pembersihan material yang longsor. Jalan itu akan dibuka untuk dilewati mulai Selasa (hari ini-red) sore dan Rabu besok," kata Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduard Edison saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (2/2).

Kapolsek menerangkan, pembersihan material yang longsor dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat.

"Sejak tadi pagi pukul 08.00 wit sudah dikerjakan dan sore sudah dibuka untuk akses karyawan naik dan turun," ujarnya.

Menurutnya, akses jalan akan dibuka seperti biasa apabila hasil mitigasi telah normal.

"Untuk Rabu besok, akses dibuka pada pagi mulai pukul 05.30 - 07.30 wit sementara sore pukul 16.30 - 17.30 wit. Selain dari jam yang disebutkan, jalan akan ditutup kembali untuk dilakukan pembersihan,"katanya. (Ignas)

Portal Otomatis Diharapkan Dapat Memblok Penyelewengan Penarikan Retribusi Parkir

Wabup John saat meresmikan penggunaan Portal Otomotis sembari mengmbil karcis masuk bagi seorang penumpang

MIMIKA, BM

Dengan dilakukannya launching portal otomatis di kawasan Pasar Sentral, maka diharapkan tidak ada lagi penyelewengan akibat pemungutan liar dari penarikan retribusi parkir.

Launching portal otomatis ini dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kepala Disperindag, Michael R. Go Marani dan disaksikan secara langsung oleh masyarakat.

Wakil Bupati Johannes Rettob seusai launching menyampaikan keberadaan portal otomatis sudah membantu dalam upaya menciptakan ketertiban di pasar khususnya untuk parkir.

"Sudah pasti pasar akan tertib dan menambah PAD, jangan ada lagi pikiran negatif yang selama ini orang pikirkan. Hilangkan pikiran seperti itu karena semua terdata dalam komputer (sistem-red) dengan baik,"ungkap Wabup.

Dengan adanya portal otomatis, Wabup berpesan kepada masyarakat agar mengikuti aturan dalam pasar serta harus menjaga fasilitas yang sudah tersedia.

"Disperindag juga harus menjaga alat ini dan selalu awasi dengan baik, karena portal otomatis yang dibuat ini maksudnya baik. Ini menandakan kita sudah mulai menuju ke arah digital,"pesan Wabup.

Walau sudah dipasang portasl otomatis, Wabup John mengatakan tidak menutup kemungkinan dilakukan evaluasi kembali.

"Ini baru pertama jadi nanti dievaluasi lagi, seperti kemarin ada yang bilang bahwa nanti macet ,saya kira itu hanya persoalan baru uji coba saja tapi kalau dilakukan dengan baik mungkin bisa berjalan baik. Tanah disamping inikan masih luas jadi bisa perlebar lagi sehinga tidak macet,"jelas Wabup.

Selain itu orang nomor dua di Kabupaten Mimika juga berpesan kepada pengunjung yang masuk areal Pasar Sentral jangan lupa menyimpan karcis pada saat masuk.

"Bagi masyarakat mungkin ini barang baru, jadi jangan lupa simpan karcisnya karena pada saat keluar harus bayar," ujar Wabup.

Kadis Disperindag, Michael R. Go Marani mengatakan kegiatan ini bisa berjalan berkat kebijakan bupati dan wakil bupati dalam menunjang visi misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Mimika lima tahun ke depan.

"Kami berharap visi misi Bupati dan Wakil dapat segera terwujud sampai satu periode berikut. Dengan hadirnya portal otomatis ini kami tetap lakukan evaluasi karena uji coba yang kemarin itu ada beberapa kendala seperti kemacetan mesin dan kemacetan arus lalin,"ungkapnya.

Untuk kemacetan lalu lintas, kata Kadisperindag akan berkoordinasi dengan Dishub dan Satlantas, sehingga kemacetan yang berada di jalan raya bisa diminimalisir.

"Kita lakukan supaya tidak terjadi kemacetan ketika pengunjung masuk ke Pasar Sentral," kata Kadisperindag.

Michael juga berpendapat sama dengan Wbup John bahwa adanya portal otomatis merupakan suatu upaya bagaimana menjadikan Mimika menuju smart city .

"Kami akan berikan sosialisasi dan pemahaman pada masyarakat yang berkunjung ke Pasar Sentral untuk mentaati aturan. Selain itu juga akan memberikan kontribusi PAD buat daerah," ujarnya.

Mantan Kadis DPMK ini juga menjanjikan bahwa dengan adanya portal otomatis tidak ada penyelewengan akibat pemungutan liar dari penarikan retribusi parkir.

"Digitalisasi portal otomatis ini juga membantu kita mengurangi tingkat penyelewengan penarikan retribusi parkir karena semua terdata baik karcis maupun plat nomor kendaraan. Itu menjadi tanggung jawab kami karena tiap tiga hari kami melakukan penyetoran ke kas daerah,"ungkapnya. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top