Ekonomi dan Pembangunan

The Karakas PTFI Bantu Tiga Ton Sembako untuk Warga Empat Kampung Terdampak Bencana

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan perwakilan The Karakas di Bandara Perintis Moses Kilangin

MIMIKA, BM

The Karakas PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan bantuam sembako dan pakaian layak pakai sebanyak 3,2 ton kepada masyarakat Kampung Tsinga, Aroanop, Aikawapuka dan Miyoko sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Bandara Perintis Mozes Kilangin, Kamis (10/12) oleh Koordinator The Karaka's Low Land, Biets Waromy.

Biets mengatakan, The Karaka's baik Low Land dan Highland yang tergabung dengan dengan QoL (Quality of Life) dibawah Divisi Papua Affair Departemen (PAD) pengumpulan bantuan ini sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus.

"Kami yang berada di low land sudah kumpul sekitar 2 ton dan sudah dikirim ke Aikawapuka dan Miyoko pada tanggal 15 Agustus 2020 lalu," ujarnya.

Menurutnya The Karaka's highland juga sudah melakukan pengumpulan namun karena situasi dan kondisi yang terjadi di area Tsinga dan Arowanop, sehingga belum bisa dikirim.

Sementara, untuk hari ini sebanyak 1,2 ton (300 coli) barang berupa sembako dan pakaian layak pakai baru bisa dikirim ke Tsinga dan Arowanop melalui program Christmas Flight.

"Kami ucapkan terimakasih kepada PTFI melalui panitia Christmas Flight yang bersedia membantu kami mengirimkan barang-barang ini untuk basudara kita di Tsinga Arowanop," ungkapnya.

Biets berharap, di momen hari raya Natal ini apa yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi mereka yang terkena dampak bencana alam.

"Mewakili teman-teman komunitas Karaka's dan semua elemen yang membantu, kami harap bantuan ini dapat menjadi berkat bagi masyarakat untuk rayakan hari Natal dan Tahun Baru. Jangan dilihat besar kecilnya namun bisa melihat ketulusan hati kami untuk memberikan ini,"ungkapnya. (Shanty)

Wilayah ini 9 Jam Kena Pemadaman, Ini Alasan PLN Timika

Info pemadaman bergilir yang dikeluarkan PLN UP3 Timika

MIMIKA, BM

Sejak pukul 09.00 Wit, Selasa (8/12), wilayah seputaran Jalan Yos Sudarso, Nawaripi hingga Poumako terkena giliran pemadaman listrik.

Info ini sebenarnya sudah diumumkan oleh PLN UP3 Timika namun sayangnya tidak menyebar sehingga sebagian warga Mimika menanyakan konsistensi PLN terkait penerangan listrik.

BeritaMimika kemudian menghubungi Kepala PLN UP3 Timika, Martinus Marianto guna memastikan informasi ini.

Kepada BM, ia kemudian memberikan nomor kontak Kepala Bagian Jaringan guna diberikan penjelasan terkait pemadaman bergilir.

"Lagi sedang pergantian kabel dan pembenahan sistem jaringan. Nanti saya kirimkan nomor penanggungjawab dan dia yang akan sampaikan klarifikasi terkait keadaan ini," ungkapnya.

Selanjutnya BeritaMimika menghubungi Kepala Bagian Jaringan PLN UP3 Timika, Junaidi. Iapun menjelaskan mengapa pemadaman bergilir masih dilakukan hingga saat ini.

Mewakili PLN, Junaidi juga meminta maaf jika informasi pemadaman listrik yang dilakukan tidak tersebar merata sehingga banyak warga tidak mengetahuinya.

"Kami lagi lakukan aprating atau penguatan sistem untuk persiapan PON 2021, saat ini sudah 60 persen dari seluruh jaringan di Mimika dan akan terus berjalan sampai selesai," ujarnya.

Adapun pemeliharaan jaringan yang dilakukan diantaranya berupa pergantian kabel kecil ukuran 150 menjadi 240 milimeter guna menaikan tegangan listrik. Aprating dilakukan secara menyeluruh mulai dari SP5 hingga PLTMG.

"Kami akan lakukan sampai penguatan capai 100 persen. Sekarang baru 60 persen karena banyak yang harus kita ubah," ungkapnya.

"Sekarang lagi penormalan jadi paling lambat jam 6 sore baru nyala. Tapi kalau tidak ada kendala, jam 5 sore sudah nyala. Seharusnya kita mulai dari jam 8 pagi tapi kita juga harus sesuaikan dengan kebutuhan di rumah seperti masak dan lain-lain," terangnya.

Setelah dihubungi BeritaMimika, sekitar 10 menit berselang, tepatnya pukul 17.15, wilayah yang hari ini terkena pemadaman bergilir termasuk Nawaripi listriknya sudah dinyalakan. (Ronald)

Warga Mimika Barat Kini Nikmati Penerangan Listrik, Terimakasih PLN dan Pemda

Peresmian ditandai dengan menekan tombol sirene secara bersama oleh Wabup John, Kepala PLN, pihak Distrik dan TNI-Polri

MIMIKA, BM

Terjawab sudah harapan masyarakat Distrik Mimika Barat mengenai masalah penerangan listrik yang sejak puluhan tahun lalu menjadi satu persoalan klasik yang terus menghantui kehidupan mereka.

Pasalnya, pada Senin (30/11) Pemerintah Daerah bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Timika melaksanakan Peresmian dan Pengoperasian Listrik Desa untuk enam Kampung, bertempat di Kampung Atapo, tepatnya depan tugu selamat datang di kota Sejarah Kokonao.

Enam Kampung diantaranya, Kokonao, Migiwia, Kiura, Mimika, Atapo dan Apuri. Sementara satu Aparuka belum dilakukan pemasangan listrik, lantaran letaknya jauh dari enam kampung tersebut, namun pihak PLN akan mengusahakan untuk menjadi terget pemasangan listrik selanjutnya.

Peresmian PLN Tenaga Diesel ini ditandai dengan menekan tombol sirene secara bersama-sama oleh Wakil Bupati Johannes Rettob, Manager UP3 PLN Mimika, Marthinus I Pasensi, Kadistrik Mimika Barat, Ernestina Takati serta perwakilan TNI-Polri, disaksikan seluruh masyarakat.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, dalam sambutan mengucapkan terimakasih kepada pihak PLN yang sudah menjawab permintaan masyarakat.

"Kita sama-sama lihat mulai hari ini Kokonao terang. Secara spesifik dan secara khusus saya ucapkan terimakasih kepada manajer PLN Timika yang luar biasa dan ini merupakan kerja sama yang baik," ucap Wabup.

Menurut Wabup, Kokonao hari ini terang sesuai dengan permintaan masyarakat bahwa sebelum Desember listrik harus sudah menyala.

"Ini sesuai dengan janji dimana waktu itu saya datang ke Kokonao mendengar permintaan mereka. Sehingga saya pulang dan bertemu dengan manajer PLN sampaikan terkait dengan permintaan masyarakat. Dan satu minggu kemudian manajer PLN telepon dan katakan bahwa tanggal 30 November akan diresmikan," tutur Wabup.

Wabup berharap dengan terangnya Kokonao, masyarakat harus menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

"Kokonao harus di perbaiki seperti masa lalu, kita harus kembalikan kokonao seperti dulu lagi, Kota yang bersejarah di Kabupaten Mimika, sedikit demi sedikit akan kita perhatikan," harap Wabup.

Sementara Manager UP3 PLN Mimika, Marthinus I Pasensi, berharap agar masyarakat dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat mendukung rencana pembangunan lainnya di Kokonao dan sekitarnya.

"Kita menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan untuk sistem pengoperasian listrik hanya satu mesin yang tersedia sehingga tidak bisa digunakan selama 24 jam. Untuk sementara listrik menyala hanya selama 12 jam," ungkapnya.

Disampaikan, jumlah KK secara keseluruhan kurang lebih 700, yang sudah terdaftar sebagai pelanggan sekitar 300 KK dan yang sudah memperoleh penerangan sebanyak 200 pelanggan sementara sisanya sedang dalam proses intalasi.

"300 pelanggan tersebut adalah pelanggan yang kurang mampu sehingga mendapatkan bantuan pemasangan menggunakan melalui Dana Desa," ujar Manajer PLN.

Mewakili masyarakat, Kepala Kampung Migiwia, Estakius Kaway dan Kadistrik Mimika Barat, Ernestina Takati, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan PLN yang sudah menjawab kerinduan masyarakat selama ini.

"Kokonao memang cukup lama gelap, dan hari ini kami sangat bangga berkat bantuan pemerintah dan PLN untuk masyarakat kami. Ini sangat berarti karena penerangan merupakan salah satu kerinduan masyarakat di sini sejak bertahun-tahun lalu," ungkap Kadistrik. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top