Ekonomi dan Pembangunan

PTFI Berikan Gambaran Terkait Banjir di Mile 72

Kondisi banjir di Mile 72, Sabtu (6/3) malam (Foto Istimewa)

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia melalui Media Relations Corporate Communication, Karel Luntungan, menyampaikan gambaran tentang kondisi banjir di wilayah sekitaran Mile 72-73.

Dihubungi BeritaMimika, Sabtu (6/3) malam, Karel mengatakan bahwa banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi namun Puji Tuhan tidak ada korban jiwa maupun infrastruktur.

"Ini kejadian biasa akibat curah hujan yang tinggi sehingga air mengalir melewati jalan ke pembuangan akhir ," ungkapnya melalui telepon.

Ia menuturkan bahwa curah hujan dalam intensitas tinggi sempat terjadi sore tadi namun hingga malam ini curah hujan sudah mulai berhenti.

"Jadi ini bukan kejadian luar biasa. Semua sudah normal dan kondisi saat ini jalan ditutup sementara untuk memastikan askes jalan aman untuk dilalui," terangnya.

Hingga malam ini semua berjalan normal, ungkap Karel sekaligus menjelaskan adanya postingan video banjir yang beredar di group-group WA.

Kepada BeritaMimika lewat telepon, Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduarrdus Edison juga menyatakan bahwa tidak ada kerugian korban jiwa maupun materil dari kondisi ini.

"Bukan longsor, tapi karena curah air hujan tinggi akibat hujan dari pukul 17.00 Wit sehingga meluap dari Kali Parit, air dari gunung. Kondisi terkini sementara perbaikan aliran air yang menghambat ke jalan. Kondisi seperti ini biasa saja dan biasa terjadi karena buangan air dari atas," jelasnya. (Ronald)

 

Kapolres Mimika Bagikan Ilmu Bercocok Tanam dan Ratusan Ayam ke Petani Kampung Mulia Kencana

Kapolres dan Kadis Peternakan saat menyampaikan motivasi kepada petani

MIMIKA, BM

Binmas Noken Polres Mimika menggelar kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat kepada puluhan petani dari Kampung Mulia Kencana SP7.

Kegiatan diselenggarakan di tempat pertanian, peternakan, perkebunan dan budi daya ikan milik Kapores Mimika AKBP AKBP I Gusti Gde Era Adhinata di Jalan Irigasi Ujung, Sabtu (6/3).

Selain Kapolres Era dan puluhan petani, giat ini juga dihadiri oleh Waka Satgas Binmas Noken Polri, AKBP Sofyan Budiono bersama Aiptu Lalu Hiskam Anady, pers posko Binmas Noken.

Hadir pula tiga kepala OPD Pemda Mimika yakni Kadis Peternakan Yosephine Sampilono, Kadis Perikanan Leentje Siwabessy dan Kadis Distanbun Alice Irana Wanma.

Di lokasinya, Kapolres Era mengingatkan para petani bahwa Bumi Amungsa sangat diberkati karena tanahnya dapat menanam berbagai jenis buah dan sayur-sayuran.

Menurutnya, tempat usaha pertanian, peternakan dan perikanan miliknya dibangun untuk meneliti apa saja yang bisa ditanam di bumi Amungsa ini.

Di lahan ini telah ditanam buah-buahan dari berbagai jenis seperti klengkeng, rambutan,  jambu, mangga, pisang, durian, buah merah dan beberapa tanaman langka lainnya.

Warga antusias melihat cabai yang ditanam di bedeng

"Saya lakukan ini tujuannya supaya saya mau cek tanaman (sayur dan buah-red) apa yang paling cocok ditanam untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Mimika," ujarnya kepada petani.

Di lahan ini juga kapolres menaman 3 jenis cabai yang sebenarnya bisa ditanam di lahan pekarangan rumah yakni cabai rawit shypoon, viral dan cabai manyar.

Kapolres juga menjelaskan bahwa ada perbedaan bagaimana cara menanam cabai yang sehat dan tepat serta bagaimana menghindari agar cabai tidak dihabiskan hama.

Selain itu Kapolres juga memberitahukan tentang bagiamana perbedaan menaman cabai di bedeng dan polybag serta bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan dan perawatan cabai itu sendiri.

"Selain sayur dan buah-buahan di tempat ini juga sudah saya kembangkan peternakan ayam kampung super, nantinya kambing dan juga sapi. Di sini saya ingin menciptakan ayam kampung yang sehat supaya kita tidak perlu lagi membeli dan kirim dari Jawa," ungkapnya.

Usai memberikan tambahan ilmu bercock tanam, menyampaikan motivasi dan semangat kerja kepada petani, Kapolres Era mengajak peserta mengunjungi semua jenis tanaman buah, sayur, peternakan ayam dan tambak ikan yang sudah dibuatnya.

Petani pun berjalan mengelilingi dan melihat semua jenis buah-buahan dan sayur serta peternakan yang sudah dikembamgkannya di lahan ini.

"Dari hasil penelitian kami, kami ciptakan sendiri tempat pembuatan pupuk kompos dari ternak ayam. Semua tanaman di sini kita beri pupuk kompos sehingga tidak perlu bergantung pada pupuk kimia. Bahkan dalam sebulan kita bisa hasilkan 8 juta dari pupuk ini. Petani harus bisa buat dan kembangkan ini," terangnya.

Tanaman buah merah dan jambu

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan), Yosefine Sampelino menuturkan, sangat termotivasi dengan apa yang dibangun dan dilakukan Kapolres Era.

Menurutnya, Kapolres Era sudah membuktikan bahwa apapun yang di tanam di Timika bisa tumbuh dan subur.

"Kita semua yang hadir terutama petani harus manfaatkan untuk belajar dan melihat semua ini. Kami dinas sangat bersyukur atas karya ini karena sangat berpengaruh terhadap petani dan peternak dalam mengembangkan usaha mereka. Apalagi selama ini kita datangkan ayam petelur dan daging dari Surabaya," ungkapnya.

Ia juga berterimakasih karena Kapolres Era telah membuat lahan ini menjadi tempat produksi dan rekreasi sekaligus sebagai wadah pembelajaran bagi petani.

Kepada Berita Mimika, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura, Alice I Wanma juga memuji tempat ini karena lengkap dengan pertanian, perkebunan dan peternakan.

"Secara khusus saya melihat pertanian luar biasa dengan inovasi yang tinggi serta pertumbuhan tanaman yang sangat berkualitas," ujarnya.

Tempat produksi ayam petelor

Menurutnya tempat ini telah menjadi kebanggaan dan motivasi bukan hanya kepada masyarakat namun juga Dinas Distanbun agar dapat mencontohinya.

"Ini sangat luar biasa apalagi telah menjadi pilot project untuk warga SP7. Mudah-mudahan ke depan apa yang sudah dibuat ini menjadi percontohan bagi masyarakat dan kita bersama bisa kembangkan untuk semua masyarakat Mimika," harapnya.

Sementara itu, Kadis Perikanan Mimika, Leentje Siwabessy menuturkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Kapolres dan Binmas Noken Polri karena telah ikut berpartisipasi dalam memberdayakan masyarakat di Mimika baik di sektor perikanan, pertanian maupun perkebunan.

"Warga (petani-red) datang dan melihat semua pengetahuan di sini sehingga nantinya mereka dapat memacu diri dan mengembangkannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menumbuhkan pangan lokal di Mimika," ujarnya.

"Kami berterimakasih diundang datang karena ini juga menambah ilmu dan pengetahuan serta menjadi referensi bagi kami terutama dalam membudi daya ikan air tawar. Ini akan membambah pengalaman supaya ke depan bisa kami bina pokdakan penggerak kami," lanjutnya.

Tempat produksi pupuk kompos

Sementara itu di akhir kegiatan, Kapolres Era kepada BM menuturkan kegiatan ini juga dalam rangka pembinaan guna menciptakan Kampung Tangguh di Kabupaten Mimika.

Pasalnya, sesuai program Kapolri yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Presisi), salah satu kebijakannya adalah mengembangkan Kampung Tangguh di wilayah Mimika.

"Kita ajak masyarakat ke tempat ini yang sudah kami ciptakan melalui penelitian-penelitian kami dari Polres Mimika tentang bagaimana bisa menanam cabai dengan kualitas terbaik, beternak ayam dan ikan yang efektif dengan harapan agar masyarakat bisa melihat bagaimana percobaan kerjasama dengan Binmas Noken Polri dalam membubidayakan peternakan dan pertanian yang ada di sini," jelasnya.

Kapolres mengatakan menurut penuturan warga, mereka sangat antusias dan akan berupaya mengembangkan serta membudiyakan apa yang mereka pelajari di tempat tersebut dibawah binaan Polres Mimika dan Binmas Noken.

"Nanti kita akan sumbangkan pupuk hasil buatan kita sendiri, sumbangkan ayam hasil produksi kita serta kasih bibit hasil pengembangan penelitian dari proyek ini. Dengan adanya pengembangan ini, harapan kami adalah masyarakat dapat meningkatkan kesejahterannya di kehidupan mereka," harapnya. (Ronald)

KPP Pratama Timika Target Rp3,65 Triliun di 2021

Kantor Pajak Pratama Timika

MIMIKA, BM

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika menargetkan penerimaan sebesar Rp3,65 triliun di 2021. Target ini meningkat hingga 15,5 persen dibandingkan realisasi penerimaan pajak pada 2020.

Kepala KPP Pratama Timika Tirta Bastoni mengatakan pada 2020 kemarin, pihaknya mendapatkan realisasi sebesar Rp3,16 triliun.

"Di tengah kondisi ekonomi yang cenderung negatif sekarang ini tentu ini menjadi tantangan besar bagi kami jajaran KPP Pratama Timika untuk berusaha lebih maksimal lagi tentu dengan tetap menjaga hubungan yang baik dengan semua pihak, mudah-mudahan semua mendukung," jelasnya.

Menurutnya, 50 persen dari total penerimaan pajak terbesar KPP Pratama Timika berasal sektor pertambangan PT Freeport Indonesia.

Dikatakan pula bahwa KPP Pratama Timika selama ini hanya memungut pajak penghasilan karyawan (PPh Pasal 21) dan pemanfaatan jasa-jasa konstruksi lainnya di lingkungan kerja PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika. 

Sementara itu menurut Tirta, pajak badan perusahaan pertambangan menjadi penerimaan Kantor Pajak di Jakarta.

Agar tercapai realissi pajak tahun ini, KPP Pratama Timika menargetkan penerimaan negara yaitu pajak pemerintah daerah terutama tiga kabupaten di luar Mimika yakni Paniai, Deiyai dan Intan Jaya.

"Kami akui belum optimal untuk melakukan penagihan pajak di beberapa kabupaten tetangga Mimika karena ada banyak sekali kendala yang kami temui selama satu tahun terakhir, baik kendala geografis, transportasi, komunikasi termasuk masalah keamanan," jelasnya.

Meski pada 2020 terjadi penurunan setoran pajak pada hampir di semua item perpajakan, termasuk PPh Pasal 21 akibat adanya kebijakan insentif perpajakan dan pengurangan jam kerja selama pandemi COVID-19, namun PPh orang pribadi mengalami peningkatan terutama PPh Pasal 25 yaitu setoran dari para pelaku usaha.

Untuk penerimaan pajak tahun 2020 yang berhasil dikumpulkan KPP Pratama Timika didominasi oleh setoran PPh Pasal 21 dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sektor Pertambangan.

Realisasi penerimaan pajak PPh Pasal 21 sebesar Rp1,64 triliun, PPh lainnya yaitu PPh Pasal 22, Pasal 23, Pasal 25/29, PPh Final sebesar Rp220 miliar, PBB Sektor Pertambangan sebesar Rp909 miliar, PPN Rp302 miliar dan Pajak lainnya sebesar Rp86 miliar. (Red)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top