Ekonomi dan Pembangunan

Pertamina Patra Niaga Gandeng Dinas ESDM Pastikan Kehandalan Suplai LPG di Papua Tengah

Suasana pertemuan

MIMIKA, BM

Sebagai upaya menjaga suplai LPG ditengah kondisi geopolitik yang terjadi, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Dinas ESDM Provinsi Papua Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Tengah, Fretz James Borai menyampaikan apresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang terus berkomunikasi dan berkoordinasi mengenai kondisi suplai LPG serta perkembangan kondisi geopolitik global.

"Menjadi penting untuk terus dilakukan pengawasan serta pengaturan distirbusi secara optimal sehingga dapat mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi di lapangan,"kata Fretz.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan pentingnya proses suplai yang berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan LPG tersebut.

"Pertamina akan terus melanjutkan koordinasi baik ini. Ditengah kondisi geopolitik saat ini, kami juga terus mencari alternatif suplai diluar dari rute suplai reguler untuk menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat,"ujarnya.

Bramantyo mengatakan, Pertamina Patra Niaga terus mengupayakan stok LPG di Papua dan Maluku, khususnya Papua Tengah harus bisa mandiri dan tidak bergantung pada stok serta suplai dari reguler biasanya yakni Surabaya dan Makassar.

"Kami menyampaikan kepada Dinas ESDM pentingnya rantai distribusi yang kuat, yang mandiri untuk menjaga ketersediaan stok LPG untuk masyarakat. Salah satu upaya yang disampaikan adalah mencoba diversifikasi titik suplai dari Ambon dan Jayapura, manfaatnya Pertamina Patra Niaga dapat mengatur dengan lebih baik lagi perencanaan suplai sehingga dapat lebih menjamin ketersediaan LPG di Agen,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Botol Plastik Terbanyak di Bank Sampah Capai Ratusan Kilo Per Hari

Karyawan Bank Sampah Jayanti saat diwawancarai

MIMIKA, BM

Sejak di launching oleh Bupati Mimika Johannes Rettob pada 3 Oktober 2025 lalu, BeritaMimika berkesempatan mengunjungi Bank Sampah yang berlokasi di Jalan Jayanti untuk melihat proses pengolahan disana.

Ditemui di lokasi Jumat (10/04/2026) kemarin, Karyawan Bank Sampah Fitriati Etvuan didampingi karyawan lainnya mengatakan bahwa Bank Sampah menerima sampah seperti botol, karton, oli, daun seng, aki, alma (aluminium), besi tua dan buku.

Secara keseluruhan per hari di Bank Sampah dapat terkumpul sebanyak 400 kilogram termasuk botol plastik, karton, buku, kaleng, alma dan aki.

Botol plastik merupakan sampah anorganik terbanyak yang dikumpulkan dimana dalam satu hari bisa mencapai 5 hingga 300 kilogram.

“Botol yang terbanyak. Botol dalam keadaan bersih tanpa label itu harganya bisa naik turun sesuai Bank Sampah induk. Sekarang harganya 2000, kalau tutup botolnya itu terpisah harganya 2.000 per kilogram sementara untuk label tidak,” ungkapnya.

Jika masyarakat ingin, ia menyarankan agar label dikumpulkan dan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena bisa digunakan untuk paving block.

“Dari Oktober sampai Desember 2025, kemarin sejak dilauching dalam tiga bulan untuk botol terkumpul 3 ton 600 kilogram lebih. Kalau untuk Januari sampai Maret karena ada rolling kemarin jadi dalam 2 minggu itu ada sekitar 200,” paparnya.

Untuk Oktober hingga Desember 2025, Fitriati menyampaikan bahwa selain botol, untuk karton sendiri dapat terkumpul sebanyak 3100 kilogram dan alma sekitar 1100 kg.

“Ada warga yang sudah biasa datang mereka sudah tahu kalau kesini sampah dipilah-pilah atau dipisah jadi disini tinggal timbang. Tapi, ada juga warga pemula yang datang baru jual bawa langsung belum dipilah. Sebaiknya dipilah dulu baru antar supaya mempermudah proses penimbangan dan menghemat waktu,” ucapnya.

Warga yang memiliki kendaraan dapat mengantarnya langsung ke Bank Sampah namun jika tidak memiliki kendaraan maka disediakan layanan jemput sampah oleh karyawan Bank Sampah.

“Pertama kita jemput botol dulu. Satu hari biasnaya mereka bisa dapat 1.500.000, 500.000 atau 800.000. Ada satu pelanggan yang mengatakan hasil dari jual sampah digunakan untuk biaya kuliah anaknya,” akunya.

Untuk proses jual beli Fitriati menjelaskan masyarakat datang membawa sampah, kemudian ia dan 10 karyawan Bank Sampah lainnya menghitung dan melaporkan ke atasan dimana untuk pembayaran melalui rekening Bank BNI milik maayarakat.

“Dari sini setelah terkumpul selama tiga bulan, sementara sampah ditampung di belakang Kantor Distrik Mimika Baru. Setelah tiga bulan kami kirim supaya satu kali pengiriman,” tukasnya.

“Waktu Bank Sampah belum buka kami cepat dapat botol bisa ratusan kilo, tapi setelah masyarakat tahu Bank Sampah agak susah cari. Jadi, botol itu kaya emas,” imbuhnya.

Menurutnya, Bank Sampah adalah sarana positif untuk masyarakat.

“Terutama untuk ibu rumah tangga dapat menambah penghasilan dari sampah. Mereka yang tidak ada kerja juga bisa mengumpulkan,” pungkasnya.

Sampah yang dihasilkan oleh Mimika dapat mencapai ratusan ton per hari. Melalui kesadaran akan manfaat Bank Sampah dapat menjadi solusi menjaga lingkungan dari sampah plastik dan terutama bernilai ekonomis karena dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat Mimika. (Elfrida Sijabat)

Menteri Koperasi dan UKM RI Resmikan Koperasi Merah Putih Kampung Atuka

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak,MSi didampingi Wakil Gubernur Papua, Denias Geley, Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat menggunting pita

MIMIKA, BM

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak,MSi secara resmi meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Kamis (9/4/2026).

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Turut hadir pada peresmian tersebut, Wakil Gubernur Papua, Denias Geley, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, DPRK, Forkopimda, pimpinan dan staf OPD lingkup Pemkab Mimika, serta warga Distrik Mimika Tengah.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak,MSi dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan DPRK Mimika yang telah membangun Koperasi Atuka dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika.

Bahkan dirinya juga mengapresiasi Kepala Dinas Koperasi Mimika yang datang langsung ke Kementerian, mengundang dirinya secara resmi untuk pembukaan koperasi di Atuka.

“Saya sangat mengapresiasi Pak Bupati, Wakil Bupati dan DPRK bahkan Pak Samuel Yogi yang datang langsung meminta saya yang meresmikan Koperasi di Atuka. Bahkan saat saya melihat gambar koperasi, saya tanya uang dari siapa, ternyata anggaran dari APBD, ini luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih memiliki tiga fungsi utama, diantaranya sebagai penyalur barang subsidi seperti LPG, beras dan pupuk, sebagai offtaker hasil produksi masyarakat, serta sebagai instrumen penyaluran program pemerintah agar tepat sasaran.

Pemerintah Pusat akan mendorong dukungan pembiayaan melalui lembaga pengelola dana bergulir serta mempercepat pembangunan fasilitas pendukung koperasi.

Selain itu, Menteri Koperasi mengusulkan pembangunan pusat distribusi barang melalui BUMD serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Solar (SPBU) khusus nelayan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami akan bantu percepat perizinannya. Bahkan bisa dikelola koperasi sekaligus dengan pabrik es untuk nelayan,”kata Ferry.

Sementara Wakil Gubernur Papua Tengah, Denias Geley, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Menteri Koperasi yang dinilai sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Papua Tengah.

“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.

Denias juga memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang dinilai tetap solid dalam menjalankan pemerintahan.

“Jarang ada pemimpin yang tetap kompak sampai berjalan. Ini harus dipertahankan,” pungkasnya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, bahwa Mimika ini ada dataran kota, Pegunungan dan pantai. Dan pantai ini terdiri dari delta-delta dan berjumlah 133 kampung juga 19 kelurahan.

"Kita sudah punya 152 koperasi merah putih dan berbadan hukum lengkap, tapi memang bangunannya baru hanya satu ini," kata Bupati JR.

Bupati berharap, koperasi merah putih ini bisa membuat dampak ekonomi menjadi besar. Masyarakat di sini mata pencahariannya nelayan.

"Jadi, kami harap dengan adanya koperasi ini bisa memberi dampak ekonomi yang baik dan besar bagi masyarakat," Pungkasnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top