Ekonomi dan Pembangunan

Libur Idul Adha, Nasabah BRI Tetap Dapat Bertransaksi melalui Layanan Digital


Bank BRI Budi Utomo

MIMIKA, BM

BRI Cabang Mimika memastikan nasabah tetap dapat mengakses seluruh layanan perbankan secara andal, aman, dan nyaman di mana pun berada selama periode libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Tidak hanya itu, layanan digital banking BRI terus berjalan normal dan dapat diakses 24 jam.

Merujuk pada surat edaran, hari libur Idul Adha ditetapkan selama dua hari yakni tanggal 27 Mei sebagai libur nasional 28 Mei 2026 sebagai cuti bersama.

Sehubungan dengan hal tersebut, kantor layanan BRI akan tutup pada kedua tanggal tersebut sesuai dengan kebijakan resmi yang berlaku secara nasional.

Namun demikian, warga Timika dapat mengakses seluruh digital, E-Channel, serta jaringan Agen BRILink selama libur.

Pemimpin Cabang, Arif Ulumuddin, menyatakan bahwa chanel dan agen BRILink tetap beroperasi untuk memberikan kenyamanan kepada nasabah BRI Timika.

"Keandalan sistem layanan menjadi prioritas agar nasabah tetap dapat bertransaksi dengan nyaman di mana pun berada. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas transaksi selama periode libur tanpa hambatan apa pun,” jelas Arif Ulumuddin.

Agar diketahui, Agen BRILink di Timika sebanyak 591, CRM (Cash Recycling Machine) sebanyak 22 dan jumlah ATM ada 30 yang tersebar di beberapa titik.

"Melalui agen-agen ini, nasabah bisa melakukan berbagai layanan transaksi keuangan mulai dari tarik/setor tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan, pembukaan rekening, hingga pembelian tiket perjalanan," Kata Arif.

Selain itu, selama libur Idul Adha, aplikasi super app BRImo hadir sebagai solusi transaksi digital serbaguna. Dengan lebih dari 100 fitur, BRImo memudahkan pembelian hewan kurban, belanja bahan makanan, hingga transfer donasi kurban.

Fitur seperti QRIS, BRIVA, top up BRIZZI, dan pulsa juga siap mendukung kebutuhan silaturahmi dan perjalanan selama libur panjang.

"Tak hanya itu, BRImo juga menyediakan fitur investasi emas bagi nasabah yang ingin tetap produktif secara finansial selama hari raya," ungkapnya. (Shanty Sang)

Jelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Gelar GPM

Warga mengantri pangan murah

MIMIKA, BM

Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

GPM dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (21/5/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Gat Tebay mengatakan, GPM digelar untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau guna menjaga stabilitas pasokan serta menekan inflasi daerah.

"Kegiatan ini rutin kami lakukan menjelang hari-hari besar keagamaan, termasuk Idul Adha," Kata Gat.

Gat menambahkan, bahwa tujuan GPM ini untuk mendukung kelancaran Hari Raya Idul Adha, memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, menjaga daya beli masyarakat dan tentunya meredam inflasi.

Ia menjelaskan, GPM juga menjadi upaya pemerintah memastikan stok bahan pokok tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Pada tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan menargetkan pelaksanaan GPM sebanyak 15 kali.

“Untuk pelaksanaan GPM ini akan kami lakukan 15 kali dalam tahun 2026. Sebelumnya GPM telah dilakukan pada hari-hari besar lainnya dan selanjutnya akan terus dilaksanakan,” jelasnya.

Menurut Gat, pelaksanaan GPM menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi kenaikan harga bahan pokok. (Shanty Sang)

Kontribusi Terbesar Pajak Daerah Mimika Berasal Dari Layanan Katering PTFI

 

Kadispenda Mimika, Dwi Cholifah saat memaparkan capaian penerimaan pajak daerah 

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengumumkan penerimaan pajak pada tahun 2023, 2024 dan 2025 berhasil melebihi target.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah mengatakan hal ini saat melakukan presentase penerimaan daerah pada giat Rakornas Pendapatan Daerah 2026, Senin (18 Mei 2026).

Dwi memaparkan, Bapenda mencatat penerimaan pajak pada tahun 2023 capai Rp.271.620.820. 928,90 atau 106 persen dari target Rp.257.350. 600.000.

Tahun 2024 Rp.300.819.116.721,89 atau 110 persen dari target Rp.272.450.600.000.

Sementara tahun 2025 capai Rp.354.076.892.273 atau  103 persen dari target Rp.342.089.600.000.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa mengatakan, pencapaian selalu over target namun target pajak tiga tahun tersebut terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2023 target pajak daerah sebesar Rp257 miliar, kemudian naik menjadi Rp272 miliar pada 2024, dan pada tahun 2025 naik lagi menjadi Rp342 miliar.

"Artinya pajak daerah kita ada peningkatan terus tiap tahun. Mudah mudahan ini untuk menutupi celah fiskal kita. Seperti yang disampaikan Pak bupati, dari APBD kita 5,6 dan 6 triliun, khusus PAD itu masih kisaran 8 sampai 10 persen,” jelasnya.

“Jadi, memang kemandirian fiskal kita masih cukup rendah. Itu yang coba nanti kita sama-sama di Rakorsus pendapatan ini kita kolaborasi," kata Dwi.

Dwi mengungkapkan, kontribusi terbesar pajak daerah masih berasal dari layanan katering PT Freeport Indonesia melalui Pangan Sari Utama yang setiap bulannya menyumbang sekitar Rp4 miliar.

Selain itu dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman atau yang sebelumnya dikenal sebagai pajak restoran juga menjadi kontribusi terbesar.

Sementara sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga masih didominasi objek pajak milik PT Freeport Indonesia seperti di wilayah Kuala Kencana, LIP dan lainnya.

Sedangkan yang di kawasan Tembagapura masuk pada PBBP3 dimana masuk di pajak Pusat.

Dalam kesempatan itu, Dwi turut memaparkan keberhasilan penagihan piutang pajak daerah hingga 30 April 2026 yang mencapai sekitar Rp.22.017.714.640,00.

Sebagian besar berasal dari pembayaran tunggakan perusahaan katering Pangan Sari.

"Meski demikian, total piutang pajak yang masih harus ditagih sekitar Rp58 miliar dengan nilai terbesar berasal dari sektor PBB," ujarnya.

Ia mengakui pengelolaan PBB menjadi tantangan tersendiri karena banyak objek pajak yang kepemilikannya sudah tidak jelas atau wajib pajaknya tidak lagi diketahui keberadaannya.

"Karena itu, kami akan terus melakukan pemutakhiran data potensi pajak sekaligus memperkuat kualitas SDM perpajakan agar pengelolaan pendapatan daerah semakin optimal, profesional, dan berdampak langsung terhadap pembangunan di Kabupaten Mimika," ungkapnya. (Shanty Sang)

 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top