Botol Plastik Terbanyak di Bank Sampah Capai Ratusan Kilo Per Hari
Karyawan Bank Sampah Jayanti saat diwawancarai
MIMIKA, BM
Sejak di launching oleh Bupati Mimika Johannes Rettob pada 3 Oktober 2025 lalu, BeritaMimika berkesempatan mengunjungi Bank Sampah yang berlokasi di Jalan Jayanti untuk melihat proses pengolahan disana.
Ditemui di lokasi Jumat (10/04/2026) kemarin, Karyawan Bank Sampah Fitriati Etvuan didampingi karyawan lainnya mengatakan bahwa Bank Sampah menerima sampah seperti botol, karton, oli, daun seng, aki, alma (aluminium), besi tua dan buku.
Secara keseluruhan per hari di Bank Sampah dapat terkumpul sebanyak 400 kilogram termasuk botol plastik, karton, buku, kaleng, alma dan aki.
Botol plastik merupakan sampah anorganik terbanyak yang dikumpulkan dimana dalam satu hari bisa mencapai 5 hingga 300 kilogram.
“Botol yang terbanyak. Botol dalam keadaan bersih tanpa label itu harganya bisa naik turun sesuai Bank Sampah induk. Sekarang harganya 2000, kalau tutup botolnya itu terpisah harganya 2.000 per kilogram sementara untuk label tidak,” ungkapnya.
Jika masyarakat ingin, ia menyarankan agar label dikumpulkan dan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena bisa digunakan untuk paving block.
“Dari Oktober sampai Desember 2025, kemarin sejak dilauching dalam tiga bulan untuk botol terkumpul 3 ton 600 kilogram lebih. Kalau untuk Januari sampai Maret karena ada rolling kemarin jadi dalam 2 minggu itu ada sekitar 200,” paparnya.
Untuk Oktober hingga Desember 2025, Fitriati menyampaikan bahwa selain botol, untuk karton sendiri dapat terkumpul sebanyak 3100 kilogram dan alma sekitar 1100 kg.
“Ada warga yang sudah biasa datang mereka sudah tahu kalau kesini sampah dipilah-pilah atau dipisah jadi disini tinggal timbang. Tapi, ada juga warga pemula yang datang baru jual bawa langsung belum dipilah. Sebaiknya dipilah dulu baru antar supaya mempermudah proses penimbangan dan menghemat waktu,” ucapnya.
Warga yang memiliki kendaraan dapat mengantarnya langsung ke Bank Sampah namun jika tidak memiliki kendaraan maka disediakan layanan jemput sampah oleh karyawan Bank Sampah.
“Pertama kita jemput botol dulu. Satu hari biasnaya mereka bisa dapat 1.500.000, 500.000 atau 800.000. Ada satu pelanggan yang mengatakan hasil dari jual sampah digunakan untuk biaya kuliah anaknya,” akunya.
Untuk proses jual beli Fitriati menjelaskan masyarakat datang membawa sampah, kemudian ia dan 10 karyawan Bank Sampah lainnya menghitung dan melaporkan ke atasan dimana untuk pembayaran melalui rekening Bank BNI milik maayarakat.
“Dari sini setelah terkumpul selama tiga bulan, sementara sampah ditampung di belakang Kantor Distrik Mimika Baru. Setelah tiga bulan kami kirim supaya satu kali pengiriman,” tukasnya.
“Waktu Bank Sampah belum buka kami cepat dapat botol bisa ratusan kilo, tapi setelah masyarakat tahu Bank Sampah agak susah cari. Jadi, botol itu kaya emas,” imbuhnya.
Menurutnya, Bank Sampah adalah sarana positif untuk masyarakat.
“Terutama untuk ibu rumah tangga dapat menambah penghasilan dari sampah. Mereka yang tidak ada kerja juga bisa mengumpulkan,” pungkasnya.
Sampah yang dihasilkan oleh Mimika dapat mencapai ratusan ton per hari. Melalui kesadaran akan manfaat Bank Sampah dapat menjadi solusi menjaga lingkungan dari sampah plastik dan terutama bernilai ekonomis karena dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat Mimika. (Elfrida Sijabat)





























