Politik & Pemerintahan

Bapenda Mimika Tiadakan Pekan Panutan 2021

Hendik Setitit, Kepala Bidang PBB-P2 Bapenda Mimika

MIMIKA, BM

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika tidak melaksanakan kegiatan Pekan Panutan guna menggenjot penerimaan Pajak Bumi, Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2021.

Sebelumnya, Bapenda Mimika melaksanakan kegiatan Pekan Panutan dengan menyediakan berbagai hadiah menarik, namun kali ini tidak dapat dilaksanakan. 

"Tahun ini kami tiadakan kegiatan pekan panutan karena tahun ini masih dalam pandemi covid dan juga karena ada kegiatan Pesparawi dan PON yang akan dilaksanakan di Mimika,"tutur Kepala Bidang PBB-P2 Bapenda Mimika, Hendrik Setitit saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (8/4).

Hendrik mengatakan, demi suksesnya dua kegiatan ini, banyak anggaran di dinas, badan dan kantor dipangkas. 

"Anggaran kami juga tahun ini dipangkas untuk 2 kegiatan besar yakni PON dan Pesparawi. Pekan panutan ini tidak dilaksanakan setiap tahun tapi 2 tahun sekali. Jadi, tidak masalah jika tidak dilaksanakan tahun ini karena tetap kita akan kejar penerimaan hingga capai target,"jelas Hendrik. 

Menurutnya, kalau tetap dipaksakan untuk mengadakan kegiatan pekan panutan tiap tahun maka bisa terjadi devisit anggaran. Ia mencontohkan jika anggarannya Rp 2 miliar sementara yang dibayarkan hanya Rp. 600 juta maka sudah pasti devisit.

"Jadi tahun depan baru kita laksanakan pekan panutan. Ini kita serahkan SPPT dulu ke Bank Papua baru masyarakat bisa bayar PBB-P2 tahun 2021 setelah itu baru kita serahkan ke distrik kemudian distrik serahkan ke lurah-lurah untuk dibagikan lagi ke masyarakat,"ujarnya. 
 
Hendrik juga menjelaskan bahwa untuk saat ini pembayaran PBB-P2 tahun 2021 belum dapat dilakkan karena belum diserahkan ke Bank Papua. Yang bisa dilakukan pembayaran hanya PBB-P2 tahun 2020. 

"Untuk PBB-P2 tahun ini berbeda karena distrik yang kelola, kalau tahun sebelumnya Bapenda.  Sekarang Bapenda penetapan, cetak SPPT lalu serahkan ke distrik tetapi kalau yang besar-besar masih Bapenda yang pegang," jelasnya.

"Kenapa distrik yang kelola karena yang lebih tahu masyarakat adalah distrik, kelurahan dan RT.  Jadi suka atau tidak suka kita harus serahkan ke distrik dan teknisnya nanti distrik yang mengaturnya,"imbuhnya. (Shanty

Di Reses Tanzil Azhari, Warga Madura Minta Pemda Perhatikan Mereka


Anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari saat berdialog dengan warga

MIMIKA, BM

Masyarakat Madura yang kini hidup dan menetap di Mimika juga merupakan warga Mimika sama seperti suku lainnya yang hidup di negeri ini.

Hampir sebagian besar warga Madura yang mendiami kabupaten ini bekerja sebagai penjual gorengan, tukang ojek dan pemangkas rambut.

Walau dengan kekurangan dan kelebihan yang ada, mereka pun berkontribusi dalam pembangunan di Mimika, terutama dalam menjaga stabilitas di negeri ini.

Keadaan ini disampaikan kepada anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari yang melakukan Reses Tahap 1 Tahun 2021, Dapil I di RT 03 Kelurahan Koperapoka, Kamis (1/4) yang merupakan basis warga Madura.

Reses yang dilakukan di belakang Hotel Serayu ini dihadiri Kepala Kelurahan Linus Dolame, Ketua RT 03 Paulina, Ketua IKBM Cak Nur dan Rudi anggotanya serta warga Madura.

"Pekerjaan kami rata-rata non formal yakni ojek, jualan gorengan dan pangkas rambut sehingga kami juga butuh perhatian langsung dari pemerintah daerah sama seperti masyarakat yang lain," ungkap Kacong, salah satu Pemuda Madura.

Ia berharap kehadiran anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari di reses ini sebagai penyambung lidah dari segala persoalan yang saat ini mereka hadapi.

"Jujur, kami tidak punya apa-apa namun kami juga bersama masyarakat lain, ikut menjaga dan membangun kabupaten ini. Kami harap ada perhatian pemerintah untuk kami, sama dengan yang diberikan kepada lainnya," harapnya.

Pada reses ini, ada tiga persoalan mendasar yang juga disampaikan masyarakat kepada Tanzil Azhari, yakni masalah sampah, BLT dan bantuan rumah rakyat.

Masalah sampah disampaikan Rudi, pengurus IKBM Mimika. Menurutnya sampah sangat identik dengan kebersihan lingkungan. Ia meminta pemerintah menyediakan wadah khusus yang digunakan sebagai TPS.

Tanzil Azhari saat memberikan bantuan bama kepada warga

Ia juga menyebutkan bahwa bantuan dari pemerintah terutama BLT dan Raskin belum banyak menyentuh langsung kepada warga kurang mampu, termasuk warga IKBM.

"Harapan kami, Pak Tanzil mendengarkan keluhan kami ini agar disampaikan kepada Dinas Sosial karena ini masalah yang kami rasakan di sini," paparnya.

Untuk masalah kantibmas, Rudi juga meminta agar distrik dan kelurahan membangun Pos Peduli Keamanan (Peka) di wilayah mereka.

"Kami usulkan ini agar situasi dan keamanan di Koperapoka selalu aman karena di kelurahan dan RT lain, warga didukung untuk bangun Pos Peka. Kami harap pak Tanzil dan lurah bisa menerima aspirasi kami ini," harapnya.

Terkait rumah sehat, warga IKBM juga meminta agar ketika dibangun pemerintah, ada diantara mereka juga yang diakomodir sebagai penerima.

Sementara mewakili masyarakat Koperapoka, khususnya RT 03, ketua RT Paulina meminta DPRD Mimika agar mengusulkan ke pemerintah supaya ada penambahan kendaraan roda tiga pengangkut sampah.

"Koperapoka ini wilayah yang luas namun kami hanya 1 satu kendaraan. Kalau bisa ditambah karena masalah sampah juga jadi perhatian kami. Kami juga minta agar berapa jalan di wilayah kami yang belum di aspal agar juga di aspal atau di teling," ungkapnya.

Usai mendengarkan keluhan dan aspirasi warga, Tanzil Azhari mengatakan bahwa ia sangat memahami kondisi tersebut, terutama yang disampaikan warga IKBM.

Masalah sampah, menurut Tanzil Azhari adalah persoalan yang paling sering disampaikan di setiap reses. Pihaknya juga telah mendorongnya ke pemerintah namun belum semua dilaksanakan.


Usai Reses, Tanzil Azhari berdialog dengan sejumlah pemuda IKBM

"Saya sangat mengharapkan Mimika raih Adipura, namun jika sampah tidak diseriusi pemerintah maka kita susah meraihnya. Kita warga juga harus peduli sampah, tisak boleh buang sembarangan. Saya akan kawal masalah ini dan akan diusulkan agar pengelolaan sampah nanti dimulai dari tingkat bawah seperi RT dan pamswakarsa termasuk penambahan armada roda tiga," ujarnya.

Tanzil juga mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini juga tengah melakukan pemutakhiran data namun hal ini harus dilakukan dari tingkat bahwa karena yang lebih mengenal warga adalah RT dan kelurahan.

"Kami akan sampaikan ke Dinas Sosial sebagai dinas teknis yang mengelola ini agar pemutakhiran data dilakukan secara detail. Bukan hanya warga di sini namun warga kurang mampu di tempat lain juga banyak yang belum diakomodir, makanya proses ini harus dimulai dari bawah," ungkapnya.

Pada reses ini, politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa situasi pandemi covid ini mengakibatkan sebagian dana daerah terutama tahun 2020 dialihkan Pemda Mimika untuk memeranginya.

"Banyak dana yang dipakai untuk hadapi masalah covid termasuk vaksin. Ratusan miliar digelontorkan untuk hal ini sehingga banyak kegiatan dan pembangunan yang dikurangi dan ditiadakan termasuk rumah sehat," jelasnya.

Ia juga meminta warga Koperapoka terutama warga IKBM agar mendukung setiap program pemerintah daerah terutama dalam musim pandemi ini dengan selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Kita semua harus mendukung hal baik yang dilakukan pemerintah daerah. Apa yang menjadi kekurangan dan aspirasi masyarakat, akan menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai wakil rakyat untuk mengawalnya,"  ungkapnya.

Tanzil juga memuji warga IKBM Mimika karena walau dalam keterbatasan, mereka selalu bersama masyarakat lainnya di Mimika turut membangun negeri ini terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.

"Di Mimika, tidak boleh ada istilah islam, kristen atau hindu. Tidak boleh ada istilah Jawa, Madura, Maluku atau NTT. Kita semua satu dan sama di mata Tuhan. Tetaplah membangun kemajemukan di negeri ini dengan terus bersilaturahmi," ujarnya.

"Saya juga mengingatkan kita semua bahwa mari kita jaga Mimika karena saat ini saudara-saudara kita sedang memasuki masa dan perayaan Paskah. Mari kita saling menjaga agar apa yang terjadi di luar sana, tidak boleh terjadi di Mimika," harapnya sembari mengingatkan warga. (Ronald)

Reses di Kelurahan Timika Indah, Ketua DPRD Soroti OPD Ini


Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng saat mendegar aspirasi dari seorang ibu rumah tangga

MIMIKA, BM

Ketua DPRD Mimika, Robby Kamanial Omaleng melaksanakan Reses Tahap I Tahun 2021 di Daerah Pemilihan (Dapil) II, Rabu (31/3).

Kegiatan diadakan di Kantor Kelurahan Timika Indah ini dihadiri Kepala Distrik Mimika Baru, Dedi D Paokuma dan Kepala Kelurahan Timika Indah Anselmus Teturan.

Seorang warga Timika Indah bernama Richard Lakasa, dalam kegiatan reses ini menyoroti masalah kebersihan lingkungan.

Ia meminta adanya wadah khusus yang dipakai sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Selain itu ia juga meminta agar kendaraan tiga roda difungsikan  mengangkut sampah warga.

Ia juga menyoroti masalah bantuan pemerintah seperti Raskin atau BLT yang belum sepenuhnya menyentuh langsung warga kurang mampu. Bahkan mereka yang seharusnya menerima, kini tidak lagi menerimanya.

"Ini masalah yang kami hadapi disini. Kami minta ketua DPRD mendengar aspirasi ini dan dilanjutkan kepada Dinas Sosial dan DLH agar jadi perhatian mereka," ujarnya.

Engelbertus, warga lorong Perintis mengusulkan agar pihak distrik dan kelurahan bersama warga membangun pos Peka seperti yang telah dilakukan oleh kampung dan kelurahan lainnya demi menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

"Saya lebih fokus pada masalah keamanan! Jalan Kesehatan ini namanya bagus karena ada kata sehat tapi sebenarnya kita di sini lagi sakit karena banyak anak mabuk. Kami minta harus ada pos tanggap untuk antisipasi gangguan kamtibmas," harapnya.

Yuliana Rambulamba, warga RT 12 menyoroti masalah kurang adanya perhatian terutama dalam hal pemberian kesempatan kerja kepada masyarakat OAP.

Ia juga meminta adanya perhatian dari instansi teknis untuk pengadaan bantuan alat pertanian bagi masyarakat.

"Percuma saja kalau pembangunan, penerangan, kesehatan jalan tapi kondisi mereka kesulitan membiayai hidup. Kalau bisa warga kami ini diberikan kesempatan untuk mendapatkan kerja apalagi disana rata-rata OAP yang harus diprioritaskan," kata Yuliana.

Warga dari RT 04, Paulus Wenehenubun kepada ketua DPRD mengusulkan agar jalan masuk di wilayahnya tailing atau aspal karena sudah lama tidak diperhatikan.

Ketua DPRD foto bersama warga dan para ketua RT

Selain itu ia juga mengusulkan untuk pemekaran RT, sebab dengan jumlah kepala keluarga yang sudah mencapai 150 KK mengakibatkab cakupan pelayanan semakin luas.

"Di lorong kami itu ada jalan yang belum di aspal dan juga jumlah kepala keluarga sudah mencapai 150 KK kalau bisa dimekarkan," harapnya.

Masalah jalan di lorong kami itu belum diaspal, lumpur rumput tinggi-tinggi, juga masalah Bantuan kami masyarakat Papua tidak dapat tapi orang luar yang dapat.

Menanggapi susulan warga Kelurahan Timika Indah terlebih khusus BLT dan penanganan sampah.

Usai mendengar aspirasi warganya, Ketua DPRD Mimika Robby Kamaniel Omaleng kemudian memberikan jawaban terhadap semua persoalan yang disampaikan.

Dari sejumlah aspirasi, saran dan masukan yang disampaikan, BeritaMimika mengutip pernyataan Ketua DPRD Robby Omaleng terkait persoalan BLT dan sampah.

Robby mengatakan masalah warga yang tidak diakomodir dalam bantuan pemerintah terutama BLT, letak kelemahannya ada pada data penerima manfaat di Dinas Sosial.

Ia akan meminta instansi terkait agar ke depan memperbaikinya sehingga keakuratan data base dapat di pertanggungjawabkan dan harus dimulai dari pemerintahan tingkat bawah.

"Saat melakukan pendataan harus akurat agar bisa mengakomodir seluruh masyarakat sehingga data yang di krim ke pusat ada nama mereka yang berhak dapat. Kemarin sudah ada sensus, data itulah yang harus dipakai," tegasnya.

Robby juga mengatakan bahwa masalah sampah adalah masalah semua orang, baik pemerintah maupun masyarakat.

Menurutnya dalam pengelolahan sampah juga seharusnya melibatkan pemerintah tingkat bawah seperti RT hingga kelurahan.

"Ini perlu diberdayakan kembali. Karena jumlah penduduk terus bertambah maka otomatis volume sampah juga bertambah. Saya akan sampaikan ke dinas teknis supaya bekerjasama dan memberdayakan kembai para RT," ujarnya. (Rafael)

Top