Politik & Pemerintahan

Valentinus Sumito : Terimakasih Kepada Semua Pihak Yang Sudah Mendukung Saya, Pergantian Pj Tidak Ada Unsur Politik

Serah terima jabatan dilakukan di Kantor Sentra Pemerintahan SP III disaksikan Pj Sekda Papua Tengah

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Penjabat (Pj) Bupati Mimika, dari Valentinus Sudarjanto Sumito kepada Yonathan Demme Tangdilintin.

Sertijab berlangsung di Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Mimika, Selasa (14/1/2025).

Mantan Pj Bupati Mimika Valentinus Sumito mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama menjabat sebagai Pj Bupati Mimika. Dan selamat datang kepada Pj Bupati Mimika yang baru.

"Pergantian Pj tidak ada unsur politiknya, ini hal yang biasa yang dilakukan pemerintah. Sampai sekarang saya masih menjabat direktur otonomi khusus. Dan pak Yonathan salah satu direktur dari KPK,” ujarnya.

Valentinus mengatakan, bahwa tugasnya di Mimika adalah untuk menyukseskan Pilkada dan hal tersebut sudah dilaksanakan. Pilkada Mimika yang aman dan damai sudah tercapai di Mimika.

"Sekarang tugas yang lainnya akan dilanjutkan oleh Pj Bupati baru Pak Yonathan hingga adanya Bupati definitif. Saya harapkan semua pihak bisa menerima dan mendukung Pj bupati yang baru,"ujarnya.

Sementara itu, Pj Bupati Mimika Yonathan berkomitmen akan melanjutkan tugas-tugas pejabat sebelumnya. Berdasarkan keputusan Kementerian dalam Negeri, ada limitatif dalam pelaksanaan tugas yang diembannya, seperti tidak boleh melakukan mutasi, kecuali ada izin dari Kemendagri.

"Kurang lebih tiga bulan, tentunya saya konsisten dengan apa yang disampaikan bahwa tugas-tugas saya teruskan," tuturnya.

Ada beberapa target yang harus diemban, seperti revisi APBD di Provinsi Papua Tengah. Jadi perlu ada komunikasi intens dengan pemerintah Provinsi Papua Tengah, sudah sampai dimana revisinya.

"Itu kan perlu tindaklanjutnya. Saya harapkan teman-teman di perangkat daerah OPD, Kepala OPD, termasuk Bappeda segera bergerak supaya jangan terhambat,"ucapnya.

Sementara itu, Pj Sekda Provinsi Papua Tengah, Frets Jems Boray menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pj Bupati lama yang sudah membenahi birokrasi di Mimika dengan program baik, sehingga saat ini bisa dilanjutkan oleh Pj Bupati yang baru.

"Dengan pengalaman yang dimiliki oleh Pj Bupati yang baru diharapkan bisa memimpin Mimika dengan baik kedepannya,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Pendapatan Daerah Mimika Tahun 2024 Capai 5,8 Triliun Karena DBH Pusat Tidak Ditransfer Seluruhnya

Kadispenda Mimika, Dwi Cholifah

MIMIKA, BM

Penerimaan Daerah Kabupaten Mimika tahun 2024 dari target Rp 6,1 triliun tercapai Rp 5,8 triliun atau terealisasi sebesar 95,68 persen.

Kepala Bapenda Kabupaten Mimika, Dwi Cholifah menjelaskan penerimaan minus Rp 200-an miliar karena Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat tidak semuanya ditransfer ke daerah.

“Kenapa tidak tercapai? karena ada kurang bayar DBH Minerba dan PBB Pertambangan dari pemerintah pusat. Untuk 2024 Mimika tidak semuanya terbayarkan sehingga penerimaan daerah kurang 200-an miliar,” ungkapnya di ruang kerja, Jumat (11/2025).

Menurut penjelasan Dwi, kondisi ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh Kabupaten Mimika saja namun hampir semua daerah yang memiliki pertambangan juga mengalami keadaan serupa.

“Jadi kurang bayar tidak tersalurkan juga dialami oleh daerah lain. Misalnya di Makassar mereka defisit namun kita di Mimika masih bersyukur karena belanja kita tidak semuanya terserap jadi di kas daerah kita cukup aman, sampai 31 Desember 2024 masih ada silpa,” terangnya.

Dwi tidak dapat memastikan apa penyebab pasti Dana Bagi Hasil tidak tersalurkan sepenuhnya karena ini merupakan kebijakan pemerintah pusat.

“Sebenarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Alokasi sudah ada akan tetapi PMK Penyaluran sampai akhir desember tidak ada sehingga tidak ada penyaluran Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (DBH KB),” ujarnya.

“Tapi ini tidak ada hal karena tidak akan hilang dan pemerintah pusat akan bayar. Artinya dari pusat ini hanya kurang bayar saja karena yang reguler tahun ini mereka transfer semua,” lanjutnya.

Terkait kurang bayar dari pemerintah pusat ini, Dwi menegaskan tetap akan dibayarkan di tahun ini namun biasanya dilakukan tiap akhir tahun.

“Namanya kurang bayar ada kewajiban pusat untuk membayarkan. Kalau bukan tahun ini berarti tahun depan karena semua juga disesuaikan dengan kebijakan keuangan nasional,” ujarnya.

Dana Bagi Hasil (DBH) memang tidak terserap sepenuhnya dari pusat namun untuk Mimika terkait Penerimaan Asli Daerah (PAD) tercapai bahkan mengalami surplus.

Ia menjelaskan, untuk pendapatan bagi daerah itu ada tiga komponen utama yakni PAD, Dana Transfer dan Pendapatan lain-lain.

“Untuk PAD keseluruhan kita capai bahkan surplus 101,45 persen. Dari 409 miliar terealisasi 415 miliar. Ini terdiri Pajak daerah, retribusi dan pendapatan lain-lain. Semua surplus. Yang tidak tercapai hanya dari dana transfer dari pusat,” ungkapnya.

Walau demikian diakui Dwi Cholifah kekurangan 200-an miliar itu juga disebabkan karena DAK fisik dari sejumlah OPD Pemda Mimika tidak terealisasi secara maksimal.

“Misalnya DBH sawit hanya tercapai 50 persen karena OPD pengelola. Harus diingat bahwa semua DBH DAK itu ada mekanismenya. Artinya jika triwulan satu sudah dicairkan dia harus segera SPJ kan nanti baru di cairkan tahap kedua. Mungkin di OPD tahap terakhirnya terlambat,” jelasnya.

“Tapi kalau lain-lain semua bagus. DBH Provinsi 100 persen masuk, Otsus, DAU semua terserap. Hanya DAK ada beberapa yang tidak masuk, dengan kurang bayar saja,” ujarnya. (Ronald Renwarin)

Pesan Natal Pemda Mimika : Ketika Manusia Jatuh Dalam Dosa Maka Ia Kehilangan Tiga Hal

Suasana Perayaan Natal Bersama Pemda, TNI-Polri dan Masyarakat

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika telah menggelar perayaan Natal bersama TNI/Polri, dan masyarakat di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Selasa (7/1/2025) siang.

Perayaan tersebut diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita yang dipimpin Pastor John Bunay, Pr.

Usai ibadah dilanjutkan dengan doa lintas agama oleh 5 agama dan dilanjutkan dengan puji-pujian.

Pastor John Bunay, Pr dalam khotbahnya dari injil Yohanes 10:10 mengatakan, kenapa ada natal? ada natal karena ada masalah, kalau tidak ada masalah surga tidak repot, persoalan di bumi itu membuat di surga tidak nyaman.

Pastor John mengatakan, manusia yang adalah debu lalu hidup dengan ruang nafas Allah, Citra gambar Allah jangan melakukan gertam "gerakan tambahan.

Gerakan tambahan ini yang kemudian selalu buat persoalan. Artinya Allah sudah mengatakan sejumlah larangan namun manusia terus saja mengusik dan melanggarnya.

Ia mengatakan ketika manusia terjatuh dalam dosa maka ia kehilangan tiga hal. Pertama, manusia kehilangan citra Allah. Kedua, manusia kehilangan roh Allah dan ketiga manusia kehilangan jalan kembali kepada Allah.

Menurut Pater Bunai, tiga hal inilah jadi alasan mengapa Allah meninggalkan surga dan turun ke bumi menjadi manusia 100 persen manusia dan 100 persen Allah.

"Karena hal inilah, Yesus turun ke bumi dan lahir di kandang yang hina karena iblis merendahkan kodrat dan citra Allah," ungkap Pater Bunai.

"Dia turunkan derajat keAllah-annya, lebih hina dari manusia yang berdosa, lahir di kandang yang hina sekali untuk mengangkat manusia dari bawah kehinaan itu, untuk menemukan kembali citra Allah yang hilang dalam dirinya karena itu Yesus mengatakan engkau melihat Saya maka engkau melihat Bapa, engkau mendengar Saya maka engkau mendengar Bapa," jelasnya.

Sementara itu, PJ Bupati Mimika Valentinus S Sumito dalam sambutannya mengatakan, inti dari kehadiran pemerintahan adalah agar kebersamaan dan kekeluargaan dalam pelayanan itu dapat dirasakan semua lapisan dan tidak hanya dinikmati oleh sebagian orang saja.

Ia mengungkapkan, perayaan natal bersama dan syukuran tahun 2025 sengaja dibuat berbeda dengan menyediakan makanan untuk dinikmati bersama dengan masyarakat.

"Ini adalah kesempatan kita untuk memulai semua yang baik di tahun ini, kita tinggalkan hal yang tidak baik di tahun 2024. Dan mari kita melangkah bersama untuk melakukan perbaikan dengan toleransi, kebersamaan dan tidak ada sekat yang memisahkan kita karena kalau kita bersatu maka kita akan kuat,"kata Valentinus.

Menurutnya, persaudaraan yang tak ternilai adalah disaat kita jatuh dan bangun, dirasakan bersama-sama.

"Semoga apa yang kita lakukan saat ini dapat kita pertahankan, tingkatkan untuk berikutnya karena ini adalah langkah awal, momentum terbaik bagi kita di Kabupaten Mimika untuk beretikad baik, berjanji bersama untuk melakukan yang terbaik buat kesejahteraan masyarakat dan untuk kebangkitan masyarakat dan pemerintah," pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan perayaan natal tahun 2024 dan syukuran tahun 2025 merupakan kebijakan pemerintah daerah dalam rangka menjaga harmonisasi dan toleransi umat beragama.

"Kita bangga bahwa dengan kebersamaan ini maka kita akan tetap solid, terus berkolaborasi sepanjang 2025," ucapnya.

Untuk diketahui, pembiayaan pada perayaan natal dan syukuran tahun 2025 berasal dari DPA Bagian Kesra Setda Mimika sekaligus sumbangan dari OPD dan donatur lainnya. (Shanty Sang)

Top