Politik & Pemerintahan

Pemda Mimika Rayakan Natal Bersama

Perayaan Natal sedang berlangsung di lapangan Kantor Pemerintahan SP3

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini sedang merayakan Natal bersama. Perayaan Natal saat ini sedang berlangsung sejak pukul 13.00 WIT di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Selasa (07/01/2025).

Adapun tema perayaan Natal ini adalah ‘Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem (Lukas 2:15) dengan sub tema ‘Melalui Natal Bersama, ASN, TNI Polri dan Masyarakat Kita Tingkatkan Kerukunan, Harmonisasi Menuju Mimika Aman, Damai dan Sejahtera.

Pj Bupati Mimika, Valentinus S Sumito sebelumnya mengatakan, moment Natal di bulan Januari ini sebagai perwujudan kerja sama dan kekeluargaan yang baik di Kabupaten Mimika sekaligus untuk menyambut tahun baru 2025.

Perayaan Natal bersama ini dihadiri oleh seluruh ASN, TNI/Polri, Forkopimda, dan masyarakat Mimika.

"Ini versinya sedikit berbeda dari yang lalu-lalu. Kita mau buat makan bersama seluruh undangan di lapangan ini. Ini atas kerjasama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada," katanya.

Valentinus mengatakan, pada perayaan ini Pemkab Mimika akan menyediakan sekitar 50 ekor babi dan 2 ekor sapi yang akan diolah dalam berbagai menu nusantara.

Selain itu, menurutnya ada juga yang lebih khas lagi yaitu melaksanakan bakar batu.

"Kita kemarin itu kena inflasi, salah satu indikatornya adalah babi. Sehingga pada kesempatan ini, kita ingin menyajikan babi panggang dengan masakan ala Bali, Manado, Toraja, ada yang lebih khas lagi yaitu bakar batu, kita tidak lupa itu," ujarnya.

Katanya, pihaknya juga melalui Dinas Perhubungan menyediakan transportasi gratis yang akan membawa masyarakat Mimika untuk menghadiri Natal.

"Kita laksanakan jam satu siang, karena kita mau masyarakat bisa hadir sebanyak-banyaknya. Dari dinas perhubungan sudah kita arahkan menyediakan jemputan bagi anak-anak yayasan atau masyarakat di distrik-distrik di dalam kota ini,"ungkapnya.

Perlu diketahui, saat berita ini di publish, perayaan Natal bersama Pemda Mimika ini sedang berlangsung dan dihadiri oleh banyak tamu undangan. (Shanty Sang)

Berkas Kadaluarsa, Kepegawaian Minta Ratusan Guru P3K Kembali Mengurus Pemberkasan



Ratusan guru saat mendatangi Kantor BKPSDM

MIMIKA, BM

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meminta 488 peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga pendidik formasi tahun tahun 2023 untuk kembali mengurus pemberkasan.

Pasalnya, berkas mereka yang sudah dimasukkan sebelumnya oleh ratusan tenaga pendidik telah kadaluwarsa. Sebelumnya PJ Bupati Mimika menyebutkan bahwa SK guru akan terbit per tanggal 1 Januari 2025.

Kepala BKPSDM Mimika, Hermalina Imbiri mengatakan, penundaan SK terjadi karena terlambatnya data penempatan dari Dinas Pendidikan.

Data penempatan itu baru diterima pada bulan November lalu, sedangkan berkas dimasukkan sejak Januari 2024.

Sehingga berkas seperti surat kesehatan, SKCK, dan SKBN yang telah dikumpulkan peserta sudah kadaluwarsa karena masa berlakunya enam bulan.

Demikian dijelaskan Kepala BKPSDM Hermalina Imbiri pada pertemuan Guru PPPK Formasi 2023 di halaman kantor BKPSDM, Jumat (3/1/2025).

"Sebelum tanggal 1 itu, kami sudah berupaya sampai ke Jayapura. Kami sampai tawar menawar di sana, apakah kami bisa mengusulkan dengan berkas yang lama. Tetapi tidak bisa karena masa berlakunya enam bulan, sementara kita menerima penempatan baru bulan November," ungkapnya.

Oleh sebab itu, peserta diminta kembali mengurus ulang berkas dalam waktu tiga hari (Senin-Rabu). Karena pihak BKPSM harus memasukkan berkas itu ke CASN dan mengusulkan kembali ke BKN agar Pertimbangan Teknis (Pertek) bisa keluar.

"Kita tidak bisa serta merta penempatan baru langsung terbitkan SK. Kita harus mengusul lagi ke BKN. Kami minta maaf atas keterlambatan ini. Kami akan mengatur secepatnya bagaimana supaya SK ini bisa keluar secepatnya," ungkapnya. (Shanty Sang)  

Distanbun Mimika Launching Pembuatan Pupuk Bokashi Oleh Petani OAP

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan melaunching pembuatan pupuk bokashi oleh petani Orang Asli Papua (OAP).

Launching tersebut ditandai dengan penanaman langsung di pupuk bokashi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot di BBU dan UPTD Distanbun, Jumat (20/12/2024).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberdayakan petani, khususnya petani OAP dengan memberikan bekal ketrampilan, teknologi dan dukungan kelembagaan.

"Saya harap dengan adanya pembuatan pupuk bokashi ini para petani lebih mandiri dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," kata Ananias.

Lanjutnya, pupuk bokashi yang berbasis bahan organik lokal adalah solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan modern, seperti kelangkaan pupuk kimia dan kerusakan lahan.

Menurutnya, ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan di daerah Mimika. Pupuk bokashi yang menjadi bahan organik ini, menjadi inovasi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam mengelola sumber daya lokal di kampung-kampung.

"Dalam proses ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya berfokus pada hasil tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat terutama di desa-desa. Saya bangga kepada para petani OAP yang terlibat dalam kegiatan ini. Kalian adalah ujung tombak pembangunan sektor pertanian di wilayah Mimika ini, sehingga dengan adanya pelatihan ini, kelembagaan petani semakin kuat dan mandiri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Mimika, Alice Wanma, mengatakan bahwa untuk pertama kalinya kelompok tani OAP di Kabupaten Mimika berhasil memproduksi pupuk organik jenis bokashi sebanyak 101 karung atau setara dengan 2,2 ton.

Pupuk bokashi dihasilkan melalui fermentasi bahan-bahan organik seperti jerami, sekam, serbuk gergaji, dan kotoran hewan, dengan bantuan mikroorganisme efektif (EM) sebagai aktivator.

“Kami menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung petani OAP dalam memproduksi pupuk ini,” kata Alice.

Untuk diketahui, pihaknya saat ini sudah membina 295 kelompok tani OAP yang tersebar di enam distrik, dengan masing-masing distrik melibatkan 15 petani.

"Proses pembelajaran dan praktik pembuatan pupuk berlangsung selama satu bulan,"ujarnya.

Dikatakan, bahwa ada dua jenis pupuk organik yang telah diproduksi diantaranya Pupuk Biokasha yang menggunakan campuran berbagai daun dari hutan. Dan Pupuk Bokashi, menggunakan fermentasi campuran sampah organik seperti kulit buah dan daun-daunan.

“Kami ingin memastikan bahwa hasil tani dari petani adalah produk organik dan sehat, sekaligus mendukung keberlanjutan di bidang pertanian, hortikultura, dan perkebunan,” tutup Alice. (Shanty Sang)

Top