Sebanyak 22 pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mengikuti uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama atau job fit. Ujian yang dilaksanakan di Hotel Horison, Selasa (3/2) seharusnya diikuti 23 pejabat namun 1 orang tidak menghadiri ujian tersebut.
Penjabat Sekda Mimika, Marthen Paiding saat diwawancarai usai membuka kegiatan mengatakan, kegiatan ini berdasarkan prosedur undang-undang ASN yang sudah diatur dengan PP 11 tentang managemen ASN.
Tujuan job fit bukan untuk mendemosi para pejabat, melainkan sebagai bahan pertimbangan kepala daerah melakukan rotasi pejabat yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Dijelaskan, uji kelayakan dapat mempermudah pimpinan daerah untuk menempatkan posisi bawahannya di tempat yang sesuai dengan ilmu dan pengetahuannya.
Dalam uji kelayakan ini, pejabat diberikan kesempatan memilih posisi jabatan mana yang diinginkan. Tetapi sebelum itu tentunya tim panitia seleksi (pansel) akan menggali alasan pejabat tersebut memilih posisi jabatan dimaksud.
”Bukan sekedar memilih, kalau mau pindah ke OPD lain, apa kemampuan pejabat tersebut. Ini yang akan kita cocokkan dengan hasil asesment dan uji kelayakan yang sudah dilakukan. Namun khususnya pejabat tinggi pratama yang ingin di mutasi pada jabatan yang sama maka harus yang sudah 2 atau 5 tahun dan itu harus melalui uji kompetensi atau job fit,"jelasnya.
Dijelaskan setelah tes psikologi, Rabu besok akan dilanjutkan dengan agenda penulisan makalah dan hari terakhir adalah wawancara.
Untuk penulisan makalah akan di monitor langsung oleh KASN. Mereka juga akan melihat dan menilai bagaimana pelaksanaan Job Fit yang dilakukan oleh Pemda Mimika.
Sekda mengatakan hasil Job Fit ini akan menjadi dasar pertimbangan kepala daerah untuk penentuan jabatan, terutama dalam waktu dekat Pemda Mimika akan melakukan roling pegawai.
"Saya hanya memfasilitasi teman-teman untuk melaksanakan job fit. Kebijakan selanjutnya ada di pembina kepegawaian,"kata Marthen.
Marthen Paiding menambahkan uji kompotensi ini tujuannya juga untuk mengevaluasi pejabat yang lama menjabat di satu OPD, maupun mengevaluasi kinerjanya. (Shanty)
Guna meningkatkan kompetensi bagi pengelola perpustakaan di Mimika, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar workshop bagi pengelola perpustakaan dan rumah baca kampung serta taman baca.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (9/3) menghadirkan narasumber dari pustakawan nasional sementara para peserta merupakan perwakilan beberapa sekolah, pendiri dan pemilik rumah baca kampung dan taman baca.
Pustakawan Nasional Sri Mulyani saat diwawancarai disela-sela kegiatan, kepada BeritaMimika mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan serta peningkatan kompetensi bagi setiap pengelola.
Kompetensi yang dimaksud adalah bagaimana menginformasikan apa yang ada di perpustakaan serta dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai literasi agar bisa mengenal dan mendayagunakan perpustakaan sebagai sumber informasi untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi yang diberikan dalam workshop dimulai dari latihan dasar, yakni bagaimana caranya membuat satu catalog karena katalog dalam perpustakaan itu sangat penting sebagai penelusuran.
Selain itu juga sebagai pengelolaan bahan perpustakaan, mulai dari inventarisasi, pengatalogan deskriptif dan pengatalogan subjek karena sebagai pengelola, harus mengelompokan arsip perpustakaan berdasarkan subjek-subjek yang ada.
"Terkait pasca pengatalogan yaitu bagaimana cara melabel buku, mejajar kartu katalog hingga menata buku,"ujarnya.
Dalam workshop ini, kata Sri yang menjadi kendala adalah adanya peserta yang sama sekali belum pernah mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan perpustakaan.
Diharapkan, dengan pelatihan ini pengelola perpustakaan di Mimika lebih berkembang, mengingat Mimika merupakan salah satu kota yang pesat perkembangannya.
“Sebagai pengelola perpustakaan harus lebih mengembangkan informasinya kepada masyarakat, karena perpustakaan adalah gudang informasi dan ilmu,” ujarnya.
Sri menuturkan, ika perpustakaan tidak dikelola dan diinformasikan kepada masyarakat, maka masyarakat tidak akan tahu adanya informasi dan perkembangan dalam perpustakaan itu.
“Tentunya ini juga harus didukung oleh Pemda Mimika supaya masyarakat Mimika bisa tahu informasi tentang perpustakaan. Karena zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengenal apa itu perpustakaan. Padahal perpustakaan itu sangat penting,” jelasnya.
Sementara Lilis Farida yang juga merupakan pustakawan nasional mengatakan bahwa meski adanya kemajuan teknologi, minat baca warga Indonesia tetap tinggi.
Hal ini terlihat karena di perpustakaan tidak hanya menyajikan ilmu atau informasi melalui buku, tetapi juga memiliki produk teknologi seperti buku-buku digital dan lainnya.
“Sekarang kami dari perpustakaan nasional berinisiatif mendatangi masyarakat dengan buku-buku digital, karena itu bisa diunduh melalui plaistore atau melalui handpone. Intinya kemajuan teknologi tidak mengurangi minat baca," ungkapnya. (Shanty)
Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Pomako yang berkapasitas 10 MW semula dijadwalkan akhir 2019 dapat beroperasi. Namun ada beberapa kendala sehingga memerlukan proses yang panjang.
Manager PT PLN (PERSERO) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, Hotman Ambarita S.Sos kepada BeritaMimika mengatakan dalam dua minggu terakhir, pihaknya rutin melakukan uji coba PLTMG Pomako.
“Terakhir uji operasi kemarin Minggu (2/3) full dimulai sejak pukul 18:00 wit hingga 08:00 wit keesokan harinya. Mulai dari daya mampu terpasang kita operasikan 100 persen, sesuai dengan aturan atau service level agreement (SLA) kontrak antara Indonesia Power (IP) anak perusahaan PLN dan Proyek Pembangunan (PP) yang merupakan kontraktor IP," katanya.
Dikatakan, secara keseluruhan pihaknya telah melakukan berbagai tahapan tahapan tes operasional dan singkronisasi antara PLTD dengan PLTMG Pomako.
"Tanggal 15 kemarin kami sudah buat surat pengumuman bahwa kami akan mengadakan tes mesin sekaligus singkron. Pengumuman itu isinya kemungkinan adanya sedikit masalah pemadaman dan tegangan turun. Hal ini untuk mencapai kriteria-kriteria yang dibutuhkan oleh PLN. Kita sudah melaksanakan itu sehingga menyebabkan pemadaman sebentar, karena kita harus uji 24 jam nonstop. Kita tidak dapat memprediksi masalah, kita hanya bisa meminimalisir pemadaman," jelasnya.
Ia mengatakan PLTMG Pomako kini telah ready namun untuk runningnya, harus menunggu satu tahapan lagi sebelum laik operasi yakni sertifikat layak operasi dari PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif).
"Kita usahakan push ke kanwil dan kanwil push ke pusat minta agar dipercepat supaya kehandalan di Mimika bagus. Daya mampu kita saat ini 30 megawatt dan beban sudah 28 megawatt, jadi sisa 2 Mega. Kita tetap punya keyakinan bahwa cadangan yang sedikit ini bisa diefektifkan. Pemadaman beberapa hari ini terjadi pada saat singkronasi, tetapi sudah bisa diatasi dan pemadaman juga tidak lama. Akibat pemadaman, kita tidak bisa hindari reaksi masyarakat karena mereka yang merasakan dampaknya," ungkapnya.
Selama menunggu sertifikasi laik operasi tersebut, daya mampu terpasang dikembalikan ke PLTD, sementara di PLTMG di off-kan.
"Tim pusertif turun langsung mengawasi semua antisipasi jangan sampai ada yang tidak sesuai dengan SLA. Mudah-mudahan kedepan kita sudah tambah pembangkit. Kalau tidak ada halangan tahun depan bertambah 4x10 sehingga di Pomako 50 megawatt. Jadi semua dipasok dari sana nantinya," imbuhnya.
Dikatakan pelaksanaan pembangunan jaringan transmisi akan dibangun gardu induk di SP5, sementara jaringan berkapasitas 20 KV dari PLTMG Pomako menuju ke Gardu Hubung di kawasan Wonosari Jaya (SP4) Timika masih terkendala permasalahan pelepasan tanah.
Persiapan Pesparawi XIII dan PON XX
Dalam menghadapi pagelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII dimana Mimika sebagai tuan rumah, PLN UP3 Timika telah melakukan survey di titik-titik pelaksanaan dan penginapan peserta.
"Yang perlu kita bangun di tempat pembukaan yakni lapangan pasar lama dengan merapikan jaringan yang semerawut, kami akan membuat dua penyulang atau jalur. Jadi jika satu jalur gangguan, yang satu dapat mengoper secara otomatis. Sebelum Juni sudah ada untuk back up," jelas Plt. Manager Bagian Perencanaan, Muslim
Sementara untuk sekolah-sekolah yang akan dijadikan tempat penginapan peserta Pesparawi, pihak PLN akan melakukan penambahan daya.
Untuk PON XX, Hotman Ambarita mengatakan pihaknya tengah mengadakan sejumlah pengerjaan pembangunan jaringan PLN.
"Sejauh ini pengerjaan sudah kami kontrakan, Mei sudah harus selesai pengerjaan, sehingga Juni dan Juli tinggal menyelesaikan bila ada kekurangan," katanya.
Sambung Hotman, untuk bandara Mozes Kilangin saat ini sudah ada daya sebesar 21,8 megawatt.
"Jaringan kami sudah ada satu penyulang premium dan rencananya akan ditambahkan satu penyulang ekpress premium untuk bandara kawasan dinas perhubungan (dishub), jadi harus ada back up dua penyulang karena fasilitas dishub dan UPBU kan fasilitas untuk persiapan PON jadi kami ada tahapan proses pembangunan," paparnya.
Sementara untuk venue-venue pertandingan seperti Mimika Sport Complex (MSC), Graha Eme Neme Yauware, Biliar, Futsal dan lainnya diprediksi bebannya sebesar 5 megawatt. Sementara untuk perhotelan dan mall, beban daya yang digunakan berkisar antara 4-5 megawatt.
"PLTMG 10 MW kalau sudah operasi maka daya akan terserap dari sana. Kami harap pelaksanaan PON bisa berjalan sesuai rencana. Untuk venue kami siapkan genset. Fasilitas umum seperti hotel dan mall mereka harus siapkan genset sendiri. Tetapi jika mereka mau menjadi layanan premium maka PLN akan menyiapkan dua penyulang," ungkapnya.
Hotman Ambarita menuturkan untuk PON dan Pesparawi, kesiapan teknis secara keseluruhan telah mencapai 60 persen. Bahkan tim supervisi dari pusat telah mandatangi Mimika guna melihat kesiapan PLN dalam menghadapi Pesparawi dan PON serta melihat perkembangan operasional PLTMG Pomako.
"Kami minta tolong kepada masyarakat untuk turut mengambil bagian, misalnya jika kami memotong pohon atau tumbuh-tumbuhan di halamannya tolong diijinkan, karena sering jadi kendala karena ada yang minta ganti rugi. Kami mohon kerja sama dari masyarakat, semua demi terselenggaranya PON dan Pesparawi," harapnya (Elfrida)
Special positions are: stickyPanel, stickyBar, You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.
You can control module by:
Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Tools utilities » Use Sticky SlidePanel (no/left/right)
Go to Administrator » Module magager » Your_Module(by postion: stickyPanel)
For customize module in special position
The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix
E.g. Module Class Suffix: @bullhorn then: - Class of button is 'fa-bullhorn'. If without @... the default is 'fa-pushpin'