Politik & Pemerintahan

Sebagian Kewenangan Bupati Dilimpahkan ke Distrik

Asisten Bidang Administrasi Umum, Setda Mimika, Henritte Tandiono memukul tifa tanda di bukanya kegiatan rapat koordinasi evaluasi pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada distrik

MIMIKA, BM

Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka tentu harus diimbangi dengan melaksanakan tugas-tugas dengan baik.

Oleh sebab itu, Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika menggelar rapat koordinasi (Rakor) evaluasi pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada distrik.

Rakor evaluasi pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada distrik dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Setda Mimika, Henritte Tandiono, Selasa (16/11) di Hotel Serayu.

Henritte Tandiono dalam sambutannya mengatakan, pelimpahan sebagian tugas kewenangan diatur dalam Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Bupati nomor 12 tahun 2019 tentang pembentukan pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada kepala distrik untuk melaksanakan tugas pemerintahan distrik.

Sebagai perangkat daerah kecamatan atau distrik dalam menjalankan tugas pemerintahan mendapat pelimpahan kewenangan dari dan bertanggungjawab kepada bupati, wali kota saat ini.

"Distrik merupakan tingkat pemerintahan yang memainkan peran penting di daerah, terutama dalam masa pembangunan," ujar Henritte.

Henritte mengatakan, pentingnya peran distrik ditambah adanya tuntutan warga masyarakat untuk mendapat pelayanan publik yang lebih baik maka diperlukan kemampuan dan kepastian pemerintahan di distrik yang memadai.

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka upaya penguatan di distrik menjadi salah satu langkah strategis dalam mengimplementasikan tahapan pelaksanaan reformasi birokrasi guna terwujudnya distrik sebagai perangkat daerah yang profesionalisme, perfeksional dalam melayani masyarakat.

"Dengan tujuan dilaksanakan rapat koordinasi evaluasi tentang pelimpahan sebagian kewenangan bupati maka distrik diminta untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik," harapnyam

Katanya, dilaksanakannya evaluasi ini agar tidak lagi melakukan kesalahan yang terulang. Evaluasi gunanya untuk memberikan masukan bagi pemerintahan dalam pengambilan keputusan kebijakan yang akan datang dan tidak mengulang kesalahan lagi.

"Untuk itu saya harapkan agar kita semua dapat mengikuti rapat ini dengan baik dan proaktif. Dapat pula menyampaikan saran atau rekomendasi dalam mewujudkan keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintah," ujarnya.

Tentunya menjadi dasar yang sangat penting bagi pimpinan daerah untuk menjadi pertimbangan kebijakan peningkatan kinerja kepala distrik.

"Saya berharap agar hasil yang diperoleh melalui rapat ini segera ditindaklanjuti, sehingga distrik sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mudah, murah, cepat, berkualitas dan dapat terwujudnya guna menjadi Kabupaten Mimika yang cerdas, aman, damai dan sejahtera," ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Litha dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mengevaluasi sejauh mana implementasi kebijakan pelimpahan sebagai wewenang bupati kepada distrik.

"Hal ini sebagai salah satu upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan tugas-tugas bupati serta diharapkan meningkatkan kualitas dalam pelayanan kepada masyarakat secara maksimal," tuturnya.

Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah Drs Wahyudi Almaroki, Direktur Pang Institut sementara kegiatan ini dihadiri oleh kepala distrik serta OPD terkait. (Shanty)

Peringati Hari Pahlawan, Dukcapil Lakukan Layanan Goes To School, Antusiasme Pelajar Sangat Tinggi

Foto bersama Kadisdukcapil Slamet Sutejo bersama pihak sekolah pada saat opening layanan Dukcapil Goes To School

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada Rabu (10/11) kemarin, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika memberikan layanan khusus adminduk.

Dengan mengusung tema "Pahlawan Inspirasiku, Totalitas Melayani", Disdukcapil melakukan layanan Goes To School di 3 SMA-SMK. Pelayanan ini dilakukan selama satu minggu hingga Rabu (17/11), pekan depan.

Sekolah pertama yang didatangi adalah SMK Yapis yang dilaksanakan selama 2 hari pada Rabu dan Kamis (10-11/11).

Di hari kedua pada Jumat hingga Senin (12-15/10) di SMA Negeri 4 dan hari terakhir pada Selasa dan Rabu (16-17/11) di sekolah SMK Petra.

Kepala Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo saat dikonfirmasi mengatakan, selain semakin mendekatkan pelayanan kepada pelajar dan masyarakat sekitar juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan bangsa di momen Hari Pahlawan.

"Jadi kami memberikan pelayanan rekam cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA) pelajar melalui program layanan jemput bola ke sekolah," tutur Slamet, Kamis (11/11).

Menurutnya, antusias pelajar yang melakukan perekaman untuk pembuatan KIA dan KTP sangat tinggi. Dalam sehari pada satu sekolah pelayanan bisa mencapai 30 orang lebih.

Ia mengatakan, kegiatan layanan goes to school administrasi kependudukan (adminduk) ke sekolah, juga merupakan bentuk komitmen kerja dalam memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi warga Mimika.

"Karena itu, kegiatan ini akan terus kami lakukan dalam menuntaskan perekaman KTP elektronik dengan menjadwalkan perekaman KTP dan KIA untuk pelajar," ungkapnya.

Diketahui, pelayanan yang dilakukan pada hari pertama yakni Rabu (10/11) tercatat 17 pelajar melakukan perekaman dan 24 cetak e-KTP, yang cetak KIA 20 orang, 10 mengurus KK sementara pengurusan akta kelahiran ada 21.

Sementara pelayanan di hari kedua di SMK Yapis juga tercatat, perekaman sebanyak 16, cetak e-KTP 36, yang lakukan pencetakan Kk 31, pengurusan akta kelahiran 38 dan pengurusan pindah masuk ada 4 surat. (Shanty)

Tambah Kuota CPNS, Bupati Mimika Dua Kali Menyurat ke Jayapura

Sekda Mimika, Michael R Gomar

MIMIKA, BM

Guna menambah kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kabupaten Mimika, Bupati Mimika Eltinus Omaleng telah mengirimkan surat resmi kepada BKN RI, Kemendagri, Gubernur Papua, BKD Provinsi Papua dan Kepala Kantor Regional VIII Papua untuk penambahan kuota CPNS.

Sekretaris Daerah Mimika, Michael Gomar mengatakan bahwa surat yang dilayangkan oleh bupati Mimika untuk permintaan tambahan kuota CPNS hingga kini belum dijawab.

"Permintaan ini dibuat dengan harapan apabila ada kabupaten atau kota di Papua yang tidak mengusulkan atau mengambil jatah CPNS 20.000 itu maka diminta untuk Kabupaten Mimika sebanyam 600 orang," tutur Sekda Mimika, Michael Gomar saat ditemui di MSC, Rabu (10/11).

Dengan diajukan permintaan ini, tentu Pemerintah Daerah Mimika akan melihat dan melakukan penilaian kepada tenaga honorer di Mimika untuk diajukan.

"Kita berharap jumlah honorer semakin berkurang nanti," Katanya.

Gomar mengaku bahwa surat pertama sudah dikirim sejak bulan Juli namun karena belum ada jawaban sehingga menyurat kembali pada bulan Oktober

"Kita masih menunggu jawabannya sampai sekarang," ungkapnya. (Shanty)

Top