YPMAK dan Pemda Hindari Tumpang Tindih Program Kegiatan

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Guna menghindari program kegiatan antara program Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang tumpang tindih maka untuk program kegiatan tahun 2022 mendatang harus selaras.
Untuk menyelaraskan program kegiatan antara pemerintah dan pihak swasta (YPMAK) maka Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob melakukan pertemuan bersama YPMAK di rumah jabatan Wabup Mimika, Kamis (9/12).
Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob usai pertemuan mencontohkan salah satu program yang dianggap tumoang tindih adalah di Manasari. Di sana ada Puskesmas dan Pustu namun dijadikan juga sebagai kampung sehat. Padahal kampung lainnya masih kekurangan perhatian serupa.
"Tadi (kemarin sore-red) kita sudah duduk bicara banyak hal. Pertama terkait masalah RPM, RSMM dengan ada 2 isu yakni video yang beredar dan terkait ijin operasi yang akan berakhir Januari. Bahas juga pendidikan, kesehatan dan ekonomi," kata Wabup John.
Selain itu terkait masalah kesehatan, yang dibahas adalah bagaimana Pemda dan YPMAK harus bersinergi untuk menuntaskan kasus kusta, malaria, orang dengan gangguan jiwa dan stunting.
Selain itu mereka juga membicarakan kolaborasi tentang Adminduk karena berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan, KTP dan lainnya.
"Selama ini kan pemerintah jalan sendiri dan YPMAK juga jalan sendiri. Jadi kedepan tidak lagi jalan sendiri-sendiri tapi harus sinergis," tuturnya.
Tidak hanya itu, masalah pendidikan juga menjadi hal penting untuk dibahas bersama karena keduanya juga mempunyai program yang sama.
Menurut Wabup John, program pendidikan juga harus di cari solusinya. Bukan hanya pendidikan di tingkat atas tapi mari melihat juga pendidikan di pedalaman yang saat ini sudah mengalami penurunan yang drastis.
"Saya juga bicara dengan YPMAK terkait pola pendidikan yang selama ini kurang pas. Kalau Taruna Papua untuk SD sudah bagus kita belum lihat perhatian YPMAK di pedalaman yang notabene adalah anak asli Papua juga," tuturnya.
Wabup juga meminta YPMAK untuk menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Mimika selain yang di pulau Jawa dan sekitarnya.
Hal ini disampaikan Wabup John karena menurutnya universitas atau sekolah tinggi di Mimika kualitasnya semakin baik dan hanya tinggal dilengkapi kekurangan yang ada.
"Jadi mari memberi saja biaya itu ke universitas yang ada di sini supaya mereka sekolah di sini dan pemerintah juga YPMAK membina sekolah itu menjadi baik," harapnya.
"Pola lain yang harus kita bangun juga adalah jangan setelah mereka selesai dan bingung mau buat apa," lanjutnya.
Ia berharap dengan demikian sehingga ke depan tidak ada lagi penduobelan program seperti yang diharapkan bersama baik pemerintah daerah maupun YPMAK.
"Saya punya angan-angan kita tidak bisa kerja seperti model sekarang, kita itu harus kerja punya 1 pola blue print yang di desain bersama sesuai RPJMD kemudian kita bagi kegiatan-kegiatannya," katanya.
"Kalau ada program prioritas maka harus selaras pemerintah buat apa, Freeport buat apa dan YPMAK buat apa di dalam 1 program supaya programnya cepat selesai dan tepat sasaran kepada masyarakat," jelasnya.
Wabup juga mengatakan ia telah berbicara dengan Claus Wamafma dan Vebian Magal agar bagaimana menjalanlan sustainable development goals (SDGs) atau pembangunan yang berkesinambungan yang kemudian dibentuklah tim di Bappeda untuk menyusun semua ini dan Freeport akan membiayai konsultannya.
"Konsultan ini yang akan membantu Bappeda dan pemerintah untuk mengkonsepkan kegiatan biar sesuai denga target. saat ini Bappeda sudah jalan dan sudah ada 14 OPD yang memasukkan dan mengevaluasi programnya. Karena ada 3 program utama yang akan kita lakukan di SDGs yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. SDGs itu ada kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan, harus sinergi dengan RPJMD, tapi harus juga punya dasar," ungkapnya.
Di akhir wawancara, Wabup juga menambahkan tentang masalah panti rehabilitasi yang berada di kilo meter 8. Panti ini kini tidak terpakai, padahal saat ini ada kurang lebih 200 anak yang tertampung.
"Jadi, dengan kolaborasi ini kita berkomitmen bersama untuk bagaimana kami bisa sinergi dalam menghidupkan kembali pola-pola ini," ungkapnya.
Direktur YPMAK Vebian Magal menambahkan, sinkronisasi pelayanan dari YPMAK dan Pemda Mimika untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi serta pendataan penduduk untuk Kabupaten Mimika.
"Apa saja yang pemerintah bisa lakukan, apa saja yang bisa kami swasta lakukan. Kedepan kami YPMAK dan Pemda Mimika lakukan adalah sinkronkan program di bidang kesehatan," Kata Vebian.
Ia mengatakan jika dalam singkronisasi program, ada kekurangan di pemerintah maka YPMAK akan membackupnya seperti masalah transport atau keuangan.
"Pendidikan juga sama, bagian mana kita harus tangani dan bagaian mana pemerintah tangani. Selain itu kita juga membahas tentang penyakit sosial karena orang dengan gangguan jiwa juga banyak di jalan. Dan terkait panti asuhan yang ditutup di kilo 8 itu apakah perlu kita lanjutkan?. Kalau lanjutkan kenapa tutup, itu perlu yang harus dijawab," ujarnya.
Magal juga merincikan pembahasan mereka terkait ijin dan amdal RSMM yang harus ditinjau kembali.
"Mulai 2022 ada program-program yang sinkron dengan pemerintah dan kami YPMAK agar dapat jalan sama-sama. Karena sebelumnya itu banyak hal yang tumpang tindih, apa yang pemerintah lakukan itu juga swasta lakukan. Sudah tahu itu swasta sedang lakukan tapi pemerintah juga masuk dengan program yang sama," katanya.
Ia mencontohkan bantuan pendidikan. Pasalnya ada peserta beasiswa YPMAK, pemerintah daerah juga memiliki bantuan serupa.
Selain itu, di beberapa kampung di wilayah pesisir dan pegunungan yang telah memiliki puskesmas, juga jadi perhatian sehingga tidak ada lagi pembangunan hal yang sama namun nantinya YPMAK akan memperkuatnya dalam bentuk yang lain.
Lanjutnya, terkait program kesehatan di kampung-kampung jika sudah Puskesmas maka nanti YPMAK akan memperkuat itu dengan hal lain.
"Sehingga pada bulan Desember ini kami mulai duduk dengan pemerintah sebelum tahun 2022 program berjalan agar tidak tumpang tindih di tiga bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi," ungkapnya. (Shanty)





