Hukum & Kriminal

Tak Pernah Kapok, Pengguna Mobil Dinas Sering Ganti Pelat Merah Dengan Plat Hitam

Terlihat salah satu pengendara hendak memasang kembali pelat merah di mobil dinas yang dikendarainya

MIMIKA, BM

Pengguna mobil dinas berplat merah dinilai tidak pernah kapok atau bandel karena selalu kedapatan mengganti pelat merah kendaraan dengan plat hitam.

Seperti yang terjadi pada saat Satlantas Polres Mimika melaksanakan operasi keselamatan Cartenz 2023 di jalan Budi Utomo tepatnya dekat bundaran Timika Indah, Kamis (09/02/2023).

"Kami lakukan tilang karena itu sanksinya, bukan lagi peneguran sebab peneguran sudah beberapa bulan yang lalu,"kata Kasat Lantas Polres Mimika AKP Darwis.

Kendaraan dinas yang berpelat merah sering terlihat berganti hitam ini dinilai sudah tidak sesuai peruntukannya.

"Mungkin mau merasa itu milik pribadi padahal itu milik dinas. Sebenarnya tidak perlu diganti dan seharusnya bangga karena bisa mendapatkan untuk menggunakan fasilitas negara. Inikan pemberian dari negara," terang Darwis.

Disampaikan juga bahwa sejak dua hari kemarin berlangsung pelaksanaan operasi keselamatan Cartenz 2023, Satlantas Polres Mimika berhasil menjaring banyak pelanggar.

"Roda dua sendiri ada 121 unit dan untuk roda empatnya dan roda enam itu ada 11 unit,"ungkap Kasat Lantas.

Dari hasil pemeriksaan, kata Darwis masih ditemukan beberapa pelanggaran terutama pelanggaran kasat mata, seperti tidak menggunakan helm dan masih kedapatan kendaraan yang menggunakan TNKB palsu serta ada beberapa yang tidak memiliki sim serta kelengkapan surat-surat kendaraan lainnya.

"Tindakannya ya kita tilang sesuai dengan pelanggarannya," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Pembunuhan Terhadap Seorang Penjahit Pakaian, Diduga Pelakunya Lebih Dari Satu Orang


Kapolsek Mimika Baru,Kompol Saidah Hobrouw

MIMIKA, BM

Pembunuhan terhadap seorang perempuan yang berprofesi sebagai penjahit pakian di rumahnya yang beralamat jalan Serui Mekar Rabu (08/02/2023) diduga pelakunya lebih dari satu orang.

"Penyebab korban meninggal dunia karena motif pencurian yang disertai dengan penganiayaan menggunakan benda tajam, sehingga bisa dipastikan pelaku bisa lebih dari satu orang," kata Kapolsek Mimika Baru, Kompol Saidah Hobrouw, Rabu (08/02/2023).

Oleh karena itu Kompol Saidah Hobrouw mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku.

"Sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa diantaranya keluarga dekat korban termasuk yang membuat laporan ke kepolisian. Kita fokuskan sekarang untuk cari pelaku,” jelasnya.

Agar pelakunya bisa ditangkap, iapun meminta dukungan dari masyarakat dan keluarga korban agar bisa memberikan informasi terkait pelaku.

"Saya minta dukungan juga dari masyarakat, apabila ada informasi segera diinformasikan ke kita," pinta Kapolsek.

Ditambahkannya bahwa disekitar lokasi tersebut juga tidak ada CCTV. Dan pada saat dilakukan olah TKP pihak kepolisian juga belum mengetahui apakah ada barang berharga hilang, karena hanya sebuah dispenser hilang.

Kepada BM sebelumnya, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, mengatakan pihaknya serius melakukan pendalaman terhadap kasus ini, karena sudah menghilangkan nyawa orang.

"Kalau untuk kronologi kejadian itu kira-kira mengarah kemana kasus ini masih kita dalami," katanya.

Berdasarkan informasi dilokasi kejadian, kondisi korban yang sudah tak bernyawa ini pertama kali diketahui oleh adik korban yang merasa curiga. Pasalnya tidak seperti biasanya tempat usahanya belum dibuka.

Kemudian dirinya berusaha memanggil korban namun tidak ada suara. Melihat pintu dalam kondisi terbuka sedikit, adik korban ini masuk dan menemukan korban dengan kondisi bersimpah darah di kamarnya. (Ignasius Istanto)

Wakapolda Terkait KKB : Kita Pingin Tuntaskan, Sudah Kepalang Basah Ya Sekalian Basah


Terlihat 15 pekerja bangunan Puskesmas saat tiba di RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan

MIMIKA, BM

15 orang pekerja bangunan Puskesmas di Distrik Paro, Kabupaten Nduga yang sempat mendapat ancaman dari KKB akhirnya tiba di Timika dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Mimika, Rabu sore (08/02/2023) kemarin.

Belasan pekerja ini dievakuasi ke Timika menggunakan dua helikopter milik TNI-Polri. Selain ke 15 pekerja yang sudah berhasil dievakuasi ke Timika, TNI-Polri kini masih melakukan pencarian terhadap keberadaan pilot asal Selandia Baru tersebut.

Dengan berhasilnya dievakuasi ke 15 pekerja tersebut, Penjabat Bupati Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Namia Gwijangge memberikan apresiasi kerja keras pihak TNI-Polri.

"Puji Tuhan atas berkat kerja keras TNI-Polri mereka semua selamat. Dan kami selaku pemerintah tidak takut kepada siapapun yang akan mengganggu pembangunan disana. Jadi sepanjang saya berbuat baik untuk masyarakat demi kesejahteraan dan ada yang mengganggu itu negara punya hak untuk bertindak,"katanya saat memberikan keterangan di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika.

Walaupun pembangunan tetap dihalangi atau diganggu oleh KKB, ia menegaskan bahwa pembangunan tetap berjalan.

"Kita tetap laksanakan pembangunan karena itu tujuan kita membantu masyarakat disana," tegasnya.

Sementara untuk pilot pesawat Susi Air, Capt. Phillip Mark Mehrtens yang masih diamankan oleh KKB, Namia meminta pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Egianus Kogoya untuk segera membebaskan.

"Segera menyerahkan pilot kepada kami. Dia orang baik, hatinya sangat baik, dia datang untuk melayani kita, melayani masyarakat yang berada di kampung-kampung,”pintanya.

Lanjutnya," Dia punya niat baik tetapi kita balas dengan kejahatan itu sangat tidak baik. Agama tidak mengajarkan kita untuk saling membunuh," sambungnya.

Ditempat yang sama pula, Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat, menegaskan bahwa TNI-Polri akan terus bekerja menuntaskan KKB yang kerab mengganggu keamanan.

"Kita pinginnya kerja semua tuntas, kalau hanya diambil dan dibiarkan lagi pasti ganggu lagi. Kita pingin tuntaskan, sudah kepalang basah ya sekalian basah. Sudah ke titiknya ya kita selesaikan saja. Kita pinginnya seperti itu biar pak bupati bisa bangun masyarakatnya lebih bagus lagi,"tegasnya.

Terkait belum dilakukan evakuasi terhadap pilot, kata Wakapolda, TNI-Polri sedang melaksanakan pencarian secara detail mengenai keberadaannya.

"Kita belum bisa katakan itu disandra atau tidak, karena kita juga perlu saksi, dan saksinya itukan adalah lima orang penumpang pesawat. Kita aparat gabungan akan lakukan pencarian secara terus menerus apakah itu sudah diamankan oleh kelompok mereka ataukah pada saat pembakaran pesawat itu dia melarikan diri,"kata Wakapolda.

Ditambahkan Kasdam XVII/Cendrawasih serta perwir Brigjen TNI Sidharta Wisnu Graha bahwa pada intinya untuk evakuasi ke 15 pekerja dan pencarian terhadap pilot tersebut itu sudah mendapatkan perintah untuk membantu Polri.

"Kita sedang melakukan pencarian data yang lengkap sehingga semuanya kita bisa bekerja tuntas dalam artian pembangunan bisa berjalan, masyarakat aman dan di Nduga bisa sejaterah," ungkapnya.

"Jadi saya mohon semua masyarakat yang ada di Papua mari kita sama-sama membangun jangan berpikir yang aneh-aneh,pembangunan itulah yang kita cari. Karena kesejateeaan itulah yang menjadi keinginan kita semua," harapnya. (Ignasius Istanto)

Top