Hukum & Kriminal

Hanya Butuh Tiga Hari, Polisi Berhasil Menangkap Dua Pelaku Penikaman Penjahit Pakaian

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra didampingi Kapolsek Mimika Baru, Kompol Saidah Hobrouw, Wakapolsek Mimika Baru, AKP Rannu dan Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran saat menyampaikan press release

MIMIKA, BM

Hanya butuh tiga hari saja kepolisian Mimika dalam hal ini Polsek Mimika Baru berhasil menangkap dua pelaku penikaman terhadap seorang penjahit pakian bernama Mitta Tjappi pada tanggal 8 Februari 2023 lalu di jalan Serui Mekar.

Kedua pelaku masing-masing berinisial RGJ dan YN ini ditangkap tanggal 11 Februari ditempat yang berbeda. RGJ ditangkap di jalan Petrosea sedangkan YN ditangkap di jalan Serui Mekar.

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra memberikan apresiasi kepada anggota Polsek Mimika Baru atas penagkapan tersebut.

"Kami ucapkan terimakasih kepada anggota Polsek Mimika Baru tidak butuh waktu lama, hanya tiga hari sudah berhasil mengungkap pelakunya," ucap Kapolres Mimika dalam press release di Kantor Polsek Mimika Baru, Selasa (14/02/2023).

Selain kedua pelaku yang sudah diamankan, ada sejumlah barang bukti lainnya turut diamankan, diantaranya barang korban yang sudah diambil dan sempat dijual oleh pelaku yaitu dispenser, celana kain hitam dan baju batik.

"Jadi tiga barang ini yang diambil oleh para pelaku kemudian dijual disalah stau tempat. Kemudian barang bukti lainnya yang juga sudah berhasil diamankan seperti sarung korban, obeng yang digunakan oleh korban untuk mengganjal pintu kamar dan motor pelaku," jelas Putra.

Dalam kesempatan ini, Kapolres menerangkan kronologis kejadian berdasarkan hasil keterangan dari kedua pelaku.

"Kedua pelaku ini niat awalnya untuk mengambil barang milik korban. Pada saat keduanya masuk ke rumah korban dan mulai mengacak-acak ruang tengah, korban tersadar dan berteriak minta tolong," terang Putra.

"Karena panik, kedua pelaku kemudian berusaha mendobrak pintu kamar yang mana sudah diganjal dengan obeng oleh korban. Setelah itu salah satu pelaku mengambil pisau yang ada di dapur dan langsung melakukan tindak penikaman terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia,"sambung Putra.

Atas perbuatan, kedua pelaku dikenanakan pasal 338 KUHPidana Junto pasal 365 ayat 4 KUHPidana, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.(Ignasius Istanto)

Kapolda Papua : Keberadaan Pilot Selandia Baru Ada Di Tangan KKB

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri bersama Penjabat Bupati Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Namia Gwijangge saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Hotel Cenderawasih 66

MIMIKA, BM

Pilot Selandia Baru, Capt. Phillip Mark Mahrtens yang selama ini dicari keberadaannya akhirnya diketahui ada di tangan KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri kepada awak media, Selasa (14/02/2023) di Hotel Cenderawasih 66.

"Ada pada kelompok Egianus dan kami belum tahu kondisi pilot tersebut,"ungkap Kapolda.

Jelasnya, penanganan dalam menyelamatkan pilot akan dilakukan dengan ekstra hati-hati, termasuk mendorong pemerintah daerah dalam hal ini Pj Bupati Nduga, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk berkomunikasi dengan kelompok Egianus.

"Supaya kita ketahui apa yang Egianus mau, mudah-mudahan dari komunikasi itu bisa dapat solusi terbaik. Dan nanti dari komunikasi itu juga kita bisa ketahui kondisi pilotnya,"kata Kapolda.

"Jadi berikan waktu kepada masyarakat yang akan diutus pemerintah, karena menuju ke sana itu menyeberang sungai dan itu perlu ekstra hati-hati,"sambungnya.

Sementara di tempat yang sama pula, Penjabat Bupati Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Namia Gwijangge mengakui sudah siap dan sedang melakukan upaya untuk pembebasan pilot tersebut.

"Kami berharap harus menerima pilot dalam keadaan sehat. Kami akan usahakan pilot itu kembali," ucapnya. (Ignasius Istanto)

Warga Paro Mulai Berdatangan di Kenyam, Sudah Terdata 80 Orang


Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo,saat memberikan keterangan di media Center Operasi Damai Cartenz 2023, Polres Pelayanan Mimika

MIMIKA, BM

Sudah seminggu warga asal Paro memilih meninggalkan kampung halaman menuju Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Hingga hari ini, Senin (13/02/2023) yang sudah terdata sebanyak 80 orang,sementara warga yang lain belum terdata. Hal ini mungkin sedang berada disanak famili dikampung sekitar.

"80 orang ini yang baru terdata di Puskesmas, dan sedang mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis puskesmas dan tenaga medis dari TNI-Polri,"ungkap Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo,saat memberikan keterangan di media Center Operasi Damai Cartenz 2023, Polres Pelayanan Mimika.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, kata Kabid Humas, TNI-Polri juga memberikan pelayanan trauma healing.

"Ini penting buat mereka dan itu sudah dilakukan oleh bagian SDM Polres Nduga,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ignatius juga menyampaikan bahwa TNI-Polri sedang fokus untuk melakukan pencarian terhadap pilot Susi Air PK-BVY yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Pencarian masih terus dilakukan secara maksimal oleh TNI-Polri. Kita utamakan keselamatan dari pilot," ujarnya.(Ignasius Istanto)

Top