Hukum & Kriminal

Sirkuit Ujian Praktek SIM Yang Baru Resmi Diterapkan, Warga Akui Tidak Terlalu Sulit

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra saat mencoba desain sirkuit tanpa angka 8 dan zig-zag

MIMIKA, BM

Sirkuit ujian praktek SIM C yang baru resmi diterapkan secara serempak diseluruh Indonesia, Senin (07/08/2023).

Seperti yang dilakukan di Mako Polres Mimika 32, dimana secara resmi detail dengan sirkuit tanpa ujian angka 8 dan zig-zag ini pertama diperagakan oleh Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra.

Disampaikan Kapolres Mimika bahwa uji praktek sim yang baru ini agar lebih mempermudah, tetapi tidak mengurangi substansi dari pada maksud dilaksanakan uji praktek sim.

"Jadi hari ini sudah dilaksanakan lounching secara serentak di Indonesia," ujar Putra.

Desain baru berupa lintasan sirkuit jika dibandingkan dengan desain yang lama, kata Putra bahwa desain yang baru ini lebih ringkes dan terpadu.

"Kalau yang sebelumnya itukan terpisah misalnya yang bentuk angka 8 dan zig-zag itukan sendiri, tapi yang baru ini sudah masuk dalam satu rangkaian,"katanya.

Sementara salah satu warga yang merupakan orang pertama kali mengurus SIM C dengan menggunakan desain sirkuit baru ini mengakui sangat mudah dan tidak sulit.

"Bagi saya ini mudah dan tidak sulit jika dibandingkan dengan desain yang lama, karena yang lama itukan setiap itemnya terpisah dan beda," ucap Pendi. (Ignasius Istanto)

Sepanjang 2023 : 24 Meninggal, 144 Laka Lantas

Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Darwis

MIMIKA, BM

Satlantas Polres Mimika mencatat 114 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Kabupaten Mimika selama tujuh bulan terakhir atau dari Januari hingga Juli 2023.

Dari 114 jumlah kasus laka lantas tersebut sebanyak 24 orang meninggal dunia.

"Penyebab laka rata-rata karena pengendara lalai, tetapi ada juga yang dipengaruhi miras," kata Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Darwis, Senin (07/08/2023).

Rincian 114 kasus tersebut, di bulan Januari 11 kasus, bulan Februari 12 kasus.

Kemudian untuk di dua bulan berikutnha jumlah laka lantasnya sama. Maret 18 dan April juga 18 kasus.

Sementara bulan Mei terjadi peningkatan sebanyak 21 kasus, bulan Juni 19 kasus dan terakhir di bulan Juli ada 15 kasus.

"Selain 24 orang meninggal dunia akibat laka lantas, ada juga luka berat sebanyak 95 orang, luka ringan ada 73 orang. Total keseluruhan kerugian materialnya Rp 273.100.000," ungkap Darwis.

Selain jumlah kasus laka lantas, kata Darwis untuk untuk penegakan hukum dalam hal ini penilangan terhadap kendaraan baik roda dua dan empat ada 880 kasus.

"Untuk penegakan hukum (tilang) selama 7 bulan sendiri itu terjadi penurunan, hal ini karena kita perbanyak himbauan dan edukasi kepada masyarakat baik himbauan melalui medsos maupun lewat media masa," jelasnya. (Ignasius Istanto)

Dua Unit Rumah Semi Permanen Ludes Dilahap Api, Polisi Beberkan Kronologisnya

Terlihat kobaran api yang menghanguskan dua unit rumah semi permanen

MIMIKA, BM

Sebelumnya beberapa waktu lalu api menghanguskan tujuh unit bangunan di Jalan Yos Sudarso,  Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, kini kembali terjadi lagi hal serupa dimana dua unit rumah semi permanen ludes dilahap api.

Kejadian ini terjadi pada Senin dini hari (07/08/2023) di Jalan Hasanuddin,Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, tepatnya di lorong Kardova.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Saidah Hobrouw melalui Kanit Reskrim, Iptu Yusran, saat ditemui membenarkan adanya kejadian kebakaran dua unit rumah tersebut.

"Benar ada kebakaran dua unit rumah. Dan dari keterangan saksi asal mula api itu diduga berasal dari salah satu rumah yang kemudian api membesar dan merambat satu unit rumah lainnya," ungkapnya.

Atas musibah kebakaran terhadap dua unit rumah tersebut, kata Yusran tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan kurang lebih Rp150 juta.

"Anggota piket kita sudah mengarahkan pemilik rumah pertama berinisial SDM untuk membuat laporan kebakaran,"katanya.

Disampaikan Yusran bahwa awal sebelum kebakaran besar, sekira jam 02.30 WIT anak dari SDM yang sedang berbaring melihat asap tebal dalam rumah dan kemudian menyampaikan ke ibunya (SDM).

Selanjutnya anak dan ibu beserta keluarga lainnya menengok ke luar rumah untuk melihat asal mula asap.

"Mereka melihat asal mulanya api itu berasal dari rumah tetangga berinisial LK alias Johan. Melihat itu mereka sekeluarga panik dan  berlarian keluar dari dalam rumah, karena saat itu api sudah merembet masuk ke rumah mereka," ungkapnya.

"Sedangkan awal mula api yang dari rumah tetangga mereka LK saat itu sedang tidak berada di rumahnya," terangnya. (Ignasius Istanto)

Top