Hukum & Kriminal

Curi HP dan Uang, Pelaku Tinggalkan Jejak Kaki Ditembok


Kanit Reskrim, Iptu I Ketut Siartika.

MIMIKA, BM

Penyidik Unit Reskrim Polsek Mimika Baru kini tengah menyelidiki kasus pencurian dalam rumah yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial APS.

Kejadian ini terjadi pada Rabu pagi (8/01/2025) dekat Pasar Central tepatnya Gang Pinang, yang mana korban mengalami kehilangan tiga unit HP, diantaranya satu HP iPhone dan dua HP OPPO serta uang tunai senilai dua ratus ribu rupiah.

Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim, Iptu I Ketut Siartika menyampaikan bahwa saat ini penyidik tengah bekerja untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.

"Intinya pelaku masih dalam lidik. Korban juga sudah buat laporan polisi," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (10/01/2025).

Diterangkan Kanit Reskrim bahwa kejadian itu bermula ketika korban meninggalkan HPnya dan pergi untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

Seusai mengantar anaknya, korban masuk ke rumah dan melihat HP miliknya sudah tidak ada.

"Jadi bukan cuman HP saja, ada uang sekitar dua ratusan ribu juga hilang," terang Iptu I Ketut.

Dari hasil olah TKP, kata Iptu I Ketut ditemukan jejak kaki di tembok yang diduga adalah jejak kaki pelaku.

"Diduga pelaku masuk melalui plafon kamar mandi," katanya. (Ignasius Istanto

Polisi Ungkap Alasan Warga Lakukan Pemalangan Jalan Poros Poumako

Nampak personil Polres Mimika, Polsek Miktim dibackup personil Brimob saat membuka palang pada Selasa siang

MIMIKA, BM

Akses jalan poros Poumako akhirnya kembali normal setelah palang dibuka oleh pihak Kepolisian Mimika Selasa (07/01/2025) siang.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Jalan poros Poumako ini sejak pagi dipalang oleh keluarga korban kecelakaan almarhum Agustinus Mamitapo (14) tepatnya depan rumah korban yang terletak di Kampung Kaugapu, RT 2, Distrik Mimika Timur.

Pemalangan jalan oleh keluarga korban dilakukan dengan mendirikan tenda di tengah serta menaruh kursi dan pohon di badan jalan sehingga membuat akses kendaraan tertutup.

Keluarga korban melakukan ini karena merasa sejak terjadinya kecelakaan hingga saat ini belum ada komunikasi yang jelas dan pasti dari keluarga pelaku ke pihak keluarga korban.

Walaupun sempat mendapat protes dari keluarga korban, namun koordinasi yang baik dari anggota polisi dibackup Brimob membuat palang ini berhasil dibuka.

"Mereka palang karena merasa bahwa sejak tanggal 1 Januari hingga tanggal 5 Januari itu tidak ada komunikasi dari orangtua pelaku. Mereka ini maunya cepat, sesungguhnya itu besok mau ada pertemuan," kata Kapolsek Mimika Timur, Ipda Alex Soumilena.

Disampaikan Kapolsek Miktim bahwa pihaknya sudah menghubungi orangtua pelaku yang berada di Sorong dan kini sudah tiba di Timika.

"Kita juga berkoordinasi dengan pihak Lantas untuk besok (Rabu) dilakukan pertemuan kedua belah pihak,"ujar Ipda Alex. (Ignasius Istanto

Polisi Bubarkan Dua Kelompok yang Terlibat Aksi Saling Serang di Kuala Kencana


Nampak anggota Kepolisian Mimika saat berada dilokasi seusai membubarkan dan mengamankan lokasi kejadian.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika berhasil membubarkan dua kelompok yang saling serang tepatnya di depan kantor Polsek Kuala Kencana, Rabu, (8/01/2025.

Berdasarkan pantauan BM di lapangan, saat ini situasi di area sekitar lokasi kejadian sudah aman dan kondusif berkat kesiapsiagaan dan koordinasi pihak kepolisian dengan kedua kelompok.

Sebelumnya aksi saling serang dua kelompok ini ada yang menggunakan panah bahkan batu sehingga membuat arus lalu lintas sempat terkendala bahkan terlihat beberapa tempat usaha seperti kios ditutup.

Wakapolres Mimika Kompol Hermanto saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa terkait dengan kejadian ini masalahnya hanya sepeleh, yaitu permasalahan keluarga dan masih dalam mediasi namun di luar itu ada satu orang oknum dalam keadaan mabuk dan membuat kerusuhan.

"Disitulah mulai kedua belah pihak saling serang. Namun saat ini sudah kondusif dan kedua belah pihak sudah dipertemukan melalui tokoh-tokoh dari kedua belah pihak,"kata Wakapolres.

Kata Wakapolres, pada saat kejadian ada yang terkena panah, namun saat diarahkan untuk ke Rumah Sakit yang bersangkutan tidak mau.

"Dia tidak mau dan diobati sendiri, kalau yang mabuk sudah diamankan di polsek. Saat ini masih dipertemukan kedua belah pihak," kata Hermanto.

Hingga berita ini dipublish, situasi terlihat kondusif dan pihak keamanan masih berada di lokasi. (Ignasius Istanto) 

Top