Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Yang Tinggalkan Jejak Kaki di Tembok

Tim Opsnal Polsek Mimika Baru saat membekuk pelaku.

MIMIKA, BM

Tim Opsnal Polsek Mimika Baru berhasil menangkap NL, pelaku pencurian 3 unit HP dan uang tunai Rp240 ribu milik korban AP yang terjadi pada tanggal 8 Januari 2025 di Jalan Irigasi, gang Pinang.

NL ditangkap Kamis malam (16/01/2025) di kontrakan temannya yang berlokasi di Jalan Busiri Ujung, tepatnya gang Farock.

Penangkapan pelaku dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Iptu I Ketut Siartika. berdasarkan pengembangan laporan polisi yang diterima SPKT Polsek Mimika Baru dengan nomor LP/01/I/2025/SPKT/Polsek Mimika Baru/Polres Mimika/Polda Papua Tengah tertanggal 08 Januari 2025.

Saat menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit motor jenis Yamaha M3 dan HP merk realme serta barang bukti pendukung lainnya yang ditemukan di TKP.

Kapolsek Mimika Baru AKP J Limbong, SH membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku pencurian yang dilakukan oleh tim Opsnal unit Reskrim Polsek Mimika Baru.

"Benar, pelaku pencurian telah berhasil diringkus oleh tim Opsnal tadi malam," kata Kapolsek saat dikonfirmasi Jumat (17/01/2025).

Dalam pengembangan, kata Kapolsek bahwa pelaku mengakui perbuatannya dalam melakukan pencurian 3 unit HP dan uang.

"Pelaku juga merupakan residivis yang kasus kejahatannya serupa yakni pencurian yang ditangani oleh Polsek Mimika Baru tahun 2015 sehingga mendekam selama 6 tahun penjara," kata AKP J Limbong.

Disampaikan AKP J Limbong, pihaknya akan terus mendalami terkait dengan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku serta akan mengawal proses hukum terhadap pelaku hingga tuntas.

"Kami akan dalami dan terus mengawal proses hukum terhadap pelaku hingga tuntas," ujarnya.

Dalam kasus pencurian ini korban AP telah kehilangan 3 Unit HP jenis OPPO Reno 4, OPPO A 16 dan I Phone 15 Promex dengan taksir kerugian hingga mencapai Rp. 35 juta.

Dan perlu diketahui pelaku melakukan aksinya dengan memanjat tembok belakang rumah korban kemudian masuk kedalam plafon rumah yang tembus arah kamar mandi, kemudian membuka penutup plafon kamar mandi.

Selanjutnya pelaku turun melalui kamar mandi dan menuju kamar korban yang tidak terkunci, kemudian pelaku leluasa untuk melakukan aksinya dengan mengambil 3 unit handphone dan uang.

Setelah berhasil melakukan aksinya, pelaku kembali keluar dari dalam rumah melalui jalur yang sama dengan meninggalkan jejak kakinya di dinding tembok. (Ignatius Istanto

Kapolsek : Kejadian di Jalan Bandara, Korban Terjatuh Dari Mobil Bukan Dipanah

Kapolsek Mimika Baru, AKP J Limbong

MIMIKA, BM

Seorang pria yang ditemukan tergeletak di Jalan C Heatubun tepatnya di perempatan pintu masuk Bandara Baru Mozes Kilangin Timika, ternyata jatuh dari mobil pick up.

Korban yang berinisial H ini merupakan karyawan maskapai penerbangan perintis Smart Air dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis RSMM Mimika.

Musibah yang dialami pria ini sempat viral karena ada video yang disebarkan di sejumlah platform media sosial terutama WA menyebutkan bahwa ia terkena panah oleh orang tidak dikenal.

"Itu bukan karena dipanah tapi jatuh dari mobil. Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIT,"kata Kapolsek Mimika Baru, AKP J Limbong, SH, Jumat (17/01/2025).

Diterangkan Kapolsek Mimika Baru, kronologis kejadian itu ketika mobil pick up ini mau mengantarkan barang ke Bandara.

Namun pada saat bersamaan, mereka kaget karena melihat ada masyarakat yang membawa panah sehingga sopir pick up memutar balik kendaraannya.

"Saat memutar balik kendaraan penumpang dibelakang ada 3 orang. Mungkin karena dia putar balik dengan cepat akhirnya salah satu penumpang yaitu korban itu terjatuh," terang AKP Limbong.

Kata Kapolsek, atas insiden tersebut pihaknya sudah mintai keterangan dari orang-orang yang ada disekitar TKP serta penumpang yang bersama-sama dengan korban.

"Korban masih di RSMM. Dia (korban) telinganya keluar darah, ini mungkin saat dia terjatuh terkena benturan di kepala," kata J Limbong. (Ignasius Istanto

Awal 2025, Mimika Sudah Lima Kali Terjadi Kebakaran, Perlu Tambahan Armada 3000 Liter

Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Septinus Marandof

MIMIKA, BM

Sepanjang awal tahun 2015, tepatnya di bukan Januari ini, telah terjadi lima kebakaran di Mimika di lima lokasi berbeda.

Kebakaran pertama terjadi di Gang Masbait, Jalan Yos Sudarso, Nawaripi pada Sabtu (4/1/2025) yang mengakibatkan dua rumah ludes terbakar.

Kebakaran kedua terjadi pada tanggal 9 Januari 2025 di Jalan Yos Sudarso yang berdampak pada terbakarnya 7 bangunan.

Kejadian tiga dan keempat terjadi pada 10 Januari di dua lokasi yang berbeda. Yakni salah satu unit rumah di SP2 dan satu unit gudang dan 10 petakan yang berlokasi di lorong arena lama SP1.

Kejadian berikutnya yakni pada tanggal 15 Januari 2025 dimana terjadi kebakaran satu unit Pos Peka di Jalan Kesehatan Dalam Timika yang juga menyebabkan satu unit rumah milik warga ikut terbakar.

Terkait dengan lima kejadian kebakaran ini, Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Septinus Marandof mengakui pihaknya sering mengalami kendala atau kesulitan saat merespon kelokasi terjadinya kebakaran.

"Dari 5 kasus tersebut kendalanya itu kadang informasi sudah masuk namun saat di TKP kami susah untuk masuk karena dihambat oleh masyarakat banyak biasa datang mau nonton dan buat vidio,"ungkapnya saat ditemui Rabu (15/01/2025).

Belajar dari lima kasus ini, Marandof mengimbau kepada masyarakat apabila terjadi kebakaran jangan berada dekat lokasi kebakaran, sehingga memudahkan pihaknya memadamkan api.

"Kepada masyarakat kalau memang ada terjadi kebakaran kami minta tolong jangan menghambat. Moto kami itu pantang pulang sebelum padam,"ujar Marandof.

Terkait dengan armada, Marandof mengatakan BPBD masih kekurangan armada 3000 liter. Untuk kapasitas, hanya armada 3000 liter ini yang bisa memasuki lorong atau jalan-jalan yang sempit.

Sementara armada 5000 liter dan 10.000 liter untuk lorong dan jalan yang sempit biasanya digunakan untuk stanby dan suplai.

"Armada 3000 liter itu hanya ada 2 unit, tapi saat ini hanya ada 1 yang beroperasi karena 1 lainnya sedang alami kerusakan,” ungkapnya. (Ignatius Istanto)

Top