Hukum & Kriminal

Polisi Ingatkan Warga Untuk Tidak Membawa Sajam Saat Bepergian

Kapolres Mimika (kanan) dan Kapolsek Mimika Baru (kiri)

MIMIKA, BM

Masyarakat diimbau untuk tinggalkan kebiasaan membawa sajam yang tidak sesuai dengan peruntukannya saat bepergian.

Larangan ini bukan tanpa dasar, hal ini mengingat pertikaian antar dua kelompok yang menggunakan sajam (panah) sudah berakhir damai yang ditandai dengan proses penyerahan panah.

Selain itu larangan ini bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat. Sebab membawa senjata tajam tanpa izin dapat menimbulkan bahaya dan juga dapat mengganggu ketertiban umum.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario mengatakan bahwa pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membawa sajam baik itu panah, parang dan sejenisnya.

"Jadi kami mengimbau supaya masyarakat agar mematuhi peraturan tersebut karena kami akan melakukan razia,"katanya saat ditemui seusai perdamaian di Jalan C Heatubun Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (22/01/2025).

Menurut Kapolres, apabila saat dilakukan razia dan didapati maka akan dilakukan penyitaan dan pemusnahan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan dikenakan penegakan hukum dan sanksi hukum. (Ignasius Istanto

Kedua Kelompok Yang Bertikai Akhirnya Berdamai Namun Kapolres Tegaskan Hal Ini


Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario secara simbolis menerima panah dari kedua kubu.

MIMIKA, BM

Pertikaian antar dua kelompok yang terjadi di Jalan C Heatubun Kabupaten Mimika, Papua Tengah akhirnya berdamai dan kedua belah pihak juga berkomitmen tidak akan mengulangi lagi.

Perdamaian antara kedua kelompok ini ditandai dengan prosesi penyerahan panah secara simbolis dari kedua kelompok kepada pihak keamanan yang diterima langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario, Rabu (22/01/2025).

Saat menerima panah secara simbolis dari kedua kelompok, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario secara tegas menyampaikan agar pertikaian ini tidak lagi terulang karena masing-masing pihak telah sepakat untuk berdamai.

"Saya terima panah ini secara simbolis dari kedua belah pihak, dan semoga tidak terulang lagi,"tegasnya.

Untuk menjamin keamanan, Kapolres berharap agar kedua kelompok ini segera kembali dan mengosongkan lokasi.

"Saya minta dalam waktu dua jam segera kosongkan tempat ini dan membongkar tenda, karena sudah damai,"ucap AKBP Billyandha Hildiario.

Permintaan yang sama juga disampaikan oleh perwakilan keluarga korban Nogotagol agar pertikaian ini tidak terulang lagi.

"Ini sudah selesai dan sudah damai, jadi mulai sekarang berhenti perang dan tidak boleh lagi buat pernyataan yang berulang-ulang. Kalau ada yang melawan maka perintah hukum siapapun melanggar harus ditangkap,"ujarnya.

" Perdamaian ini untuk berlaku selamanya bukan berulang-ulang kali,"sambungnya.

Ia juga menyayangkan mengapa pertikaian ini kembali terjadi karena kedua kelompok ini masih memiliki hubungan keluarga yang erat.

"Kita harus malu, orang di luar tertawa dengan kita masa beradik kaka kenapa perang. Mulai sekarang berhenti sudah dan kembali beraktifitas seperti biasa," katanya. (Ignasius Istanto

Dua Orang Korban Terkena Panah Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario.

MIMIKA, BM

Dua orang korban yang terkena panah pasca pertikaian dua kelompok pada hari Minggu tanggal 19 Januari kini masih dirawat di RSUD Mimika.

"Tadi dari pihak Rumah Sakit sudah telepon dan sampaikan ke saya dan keduanya sudah melewati masa kritis dan sudah dipindahkan ke bangsal. Alhamdulillah sudah bisa komunikasi dan sudah bisa makan,"kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario, Rabu (22/01/2025).

Sementara untuk enam (6) orang lainnya yang juga sempat dirawat di Rumah Sakit dinyatakan sudah membaik dan kembali ke rumah masing-masing.

"Ke enam orang sudah membaik dan sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Kapolres.

Selain itu kata Kapolres bahwa pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan polisi terkait dengan pembakaran mobil pasca kejadian.

"Kami masih menunggu adanya laporan polisi, dan apabila ada laporan polisi tentunya akan kami tindaklanjuti,"kata AKBP Billyandha. (Ignasius Istanto

Top