Hukum & Kriminal

Polres Mimika Mulai Aktifkan Kembali Pos Peka Yang Tidak Aktif

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman.

MIMIKA, BM

Keberadaan Pos Peduli Lingkungan (Peka) di sejumlah kampung dan kelurahan diakui sangat membantu terciptanya situasi keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Namun belakangan ini dari banyaknya pos Peka yang didirikan hanya terlihat beberapa yang aktif. Mengingat berdirinya Pos Peka ini merupakan inovasi kreatif Polres Mimika guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dalam melaksanakan aksinya dan mampu memelihara situasi di Kabupaten Mimika yang aman dan damai

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyampaikan bahwa terkait dengan hal tersebut pihaknya sudah mulai menggalakan kembali Pos Peka.

"Kita sudah mulai galakan kembali. Dan saya sudah perintahkan Kabag Ops untuk membuat sprint yang baru. Jadi masing-masing perwira nanti bisa menempati pos, minimal 1 perwira 1 pos," ujarnya saat ditemui Rabu kemarin (19/02/2025).

Kata Kapolres, dengan menggalakan kembali pos Peka bisa menurunkan angka kriminalitas. Mengingat akhir-akhir ini angka kriminalitas cenderung naik.

"Memang akhir-akhir ini angka kriminalitas cenderung naik, tapi dengan menggalakan lagi pos peka agar antisipasi dan dapat menurunkan angka kriminalitas," kata AKBP Billyandha. (Ignasius Istanto)

Polisi Tengah Dalami Dugaan Kasus Asusila Anak Yang Dilakukan Oleh Ayah Kandung

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Dengan adanya laporan pengaduan terkait dugaan kasus asusila anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya, penyidik Reskrim Polres Mimika kini tengah mendalaminya.

"Pelakunya belum kita amankan karena sementara ini masih laporan saja. Untuk sementara kita masih dalami permasalahan dari pelakunya apakah mungkin ada gangguan psikolog atau apa," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, Rabu (19/02/2025).

“Kalau misalnya ada bukti-bukti otentik yang terdapat didalam perbuatan ini mungkin proses akan berjalan," sambung AKP Rian.

Terkait dengan hal tersebut, kata Kasat Reskrim pihaknya sudah memintai keterangan dari korban dan keluarga korban.

"Sementara hasil pemeriksaaan kapan kejadiannya masih dalam proses. Menurut saya dugaan kasus ini cukup biadab dan kurang bagus sebab kelakuan dari pelaku yaitu ayahnya tidak punya hati nurani untuk seorang anaknya," ujarnya singkat. (Ignasius Istanto)

Kunjungi Polres Mimika, Kapolda Cek Kesiapan Personil Jelang Sidang Putusan MK

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare saat memimpin apel dihalaman Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika.

MIMIKA, BM

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare mengunjungi Polres Mimika untuk mengecek kesiapan personil menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 24 Februari 2025.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Rabu (19/02/2025) di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika.

"Kapolda tadi menyampaikan kepada kita agar mengedepankan preventif, komunikatif untuk kenyamanan. Beliau juga mengecek jumlah personil yang akan dilibatkan dalam pengamanan nanti," kata Kapolres AKBP Billyandha.

Disampaikan Kapolres bahwa untuk jumlah personil yang dilibatkan dalam pengamanan itu berjumlah 705 personil.

"Jumlah ini gabungan dari personil TNI-Polri yang akan disiagakan di 13 titik," ujar AKBP Billyandha.

Lanjut AKBP Billyandha, dengan hasil putusan nanti dan apapun yang akan terjadi sudah dilakukan kesiapan untuk mengantisipasi dampak terburuknya .

"Kita juga tiap hari melaksanakan patroli dan kegiatan rutin yang ditingkatkan mulai dari pagi sampai dengan dini hari," ucapnya. (Ignasius Istanto)

Top