Hukum & Kriminal

Tergiur Kalung Emas, Jambret Dihajar Babak Belur oleh Warga

Kanit Reskrim, Ipda Yusran

MIMIKA, BM

Hati-hati saat mengenakan perhiasan yang mencolok, bisa-bisa jadi korban tindak kejahatan.

Kisah ini dialami seorang ibu rumah tangga warga Kilo 7. Kalung emasnya ditarik paksa oleh pelaku berinisial SR pada Rabu (12/1) malam sekitar pukul 21.30 Wit.

Kalung emas korban yang beratnya 15 gram ditarik paksa oleh pelaku ketika korban usai melayani pelaku membeli rokok, bensin dan minuman good day.

"Motifnya itu mungkin tergiur dengan kalung emas, karena korban saat itu memakai kalung emas dan cincin emas. Dia (pelaku) melakukan secara spontan,"kata Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim, Ipda Yusran, Rabu (13/1).

Kata Yusran, pelaku menarik atau merampas kalung di leher itu pada saat korban membalikan badannya.

"Jadi pada saat pelaku mau jalan atau kabur, korban langsung memeluk dan bergantungan ditubuh pelaku sambil meminta tolong pada suaminya. Suaminya pun ikut menahan pelaku dengan cara bergantungan juga ditubuh pelaku, sehingga mereka berdua ikut terseret sekitar 10 meter dan ketiganyapun terjatuh,"katanya.

Lanjutnya," Saat ketiganya terjatuh, korban berteriak jambret sehingga membuat warga sekitaran mendengar langsung datang menganiaya pelaku. Kalung korban saat itu juga ditemukan dan pelaku langsung diamankan polisi yang datang ke TKP," sambungnya.

Selain pelaku yang sudah diamankan di Polsek Mimika Baru, BB lainnya yang turut diamankan berupa kalung emas, pakian daster milik korban yang sobek akibat terseret dan seped motor milik pelaku jenis honda Bead.

"Pelaku itukan pelanggan terakhir korban di kiosnya, karena saat itu juga korban sudah mau tutup kiosnya," ujar Yusran. (Ignas

 

Polisi Buru Seorang Pria yang Tega Aniaya Mantannya

Ilustrasi penganiayaan

MIMIKA, BM

Setelah menerima laporan kasus penganiyaan yang dialami seorang wanita berinisial W, Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru kini melakukan pencarian terhadap pelaku berinisial T.

Kejadian yang dialami W terjadi pada Selasa (11/1) di Jalan Leo Mamiri, tepatnya Pasar Damai.

"Korban ini mantan kekasihnya T, yang mana dulu pernah tinggal dan hidup bersama tapi berpisah karena korban sering dianiya oleh T," kata Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim Ipda Yusran, Rabu (12/1).

Menurut Yusran, permasalahan antara korban dengan pelaku sempat diselesaikan dengan dilakukan pertemuan sebanyak dua kali.

"Sudah dua kali dipertemukan tapi masih saja pelaku melakukan penganiayaan. Karena sudah dibuatkan LP maka dilanjutkan untuk proses hukum," ujarnya.

Diterangkan Yusran, kejadian itu bermula ketika korban dari rumahnya menuju lokasi kejadian untuk membeli lauk.

Sesampainya di lokasi korban bertemu dengan pelaku. Pelaku memanggil korban dan hendak memberikan uang namun ditolak korban.

"Korban saat itu tolak pemberian uang dan korban keluarkan kata-kata agar pelaku jangan ganggu dirinya lagi. Saat itu juga pelaku langsung menganiaya korban," terangnya.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar di jidad dan luka cakar disekitaran bagian leher. (Ignas)

Ayah Kandung Terduga Kasus Pencabulan Masih Buron

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar

MIMIKA, BM

Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur masih kerab terjadi di Kota Timika. Namun kali ini terduga pelaku yang adalah ayah kandung korban sendiri masih buron.

"Kejadiaannya itu dibelakang Kantor Pengadilan dan kita juga sudah terima laporan polisinya,"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, Senin (10/1).

Walaupun tidak disebutkan secara detail kapan kejadiannya, kata Bertu pihaknya sudah mengantongi identitas terduga pelaku.

"Kita sudah kantongi identitas terduga pelakunya, yang mana ayah kandungnya. Tidak salah dia masih ada diseputaran kota Timika, mudah-mudahan kita dengan tim Buser bisa menangkapnya karena ini adalah atensi," katanya.

Disampaikan juga bahwa untuk modus yang dilakukan terduga pelaku itu dikarenakan mabuk dan hilaf sehingga melakukan hal tersebut pada korban.

"Kalau soal kejadiannya berapa kali itu belum bisa tergambarkan, karena inikan anak-anak maksudnya masih trauma. Yang pasti saat kejadian itu langsung dibuatkan LP. Dan kita juga sudah kumpulkan saksi-saksi," ujar Bertu. (Ignas

 

Top