Hukum & Kriminal

Diduga Jatuh Saat Buang Air Besar, Seorang ABK KM Agung Berkah Bahari Belum Ditemukan

Istimewa/Personil Sar Timika saat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian

MIMIKA, BM

Nasib naas menimpa seorang ABK KM Agung Berkah Bahari bernama Sutrisno (35) yang diduga jatuh di sekitaran perairan Kokonao.

Korban diketahui hilang ketika dilakukan absen dan pengecekan untuk persiapan pengangkatan jaring oleh nahkoda dan kru kapal lainya.

Karena tidak mendapati keberadaan korban, nakhoda dan kru kapal lainya kembali mencari ditiap sudut dan ruangan kapal.

Setelah diperiksa kembali, ditemukan celana milik korban yang tergeletak di samping toilet dekat buritan kapal, sehingga diduga kuat korban terjatuh saat hendak buang air besar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Minggu (23/10) melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, mengatakan atas kejadian ini pihaknya memberangkatkan tim sar gabungan menggunakan RIB 400 PK menuju lokasi yang dilaporkan untuk melakukan pencarian.

Hingga berita ini diturunkan tim Sar gabungan yang dibantu para nelayan menggunakan 4 kapal nelayan masih melakukan pencarian. (Ignasius Istanto)

Anggota DPRD Bidang Pendidikan Sesalkan Beredarnya Video Pornografi yang Diperankan Pelajar SMP

Anggota Komisi C DPRD Mimika, Leonardus Kocu

MIMIKA, BM

Anggota Komisi C DPRD Mimika yang membidangi pendidikan sangat menyesalkan beredarnya video pornografi yang diperankan pelajar tingkat SMP yang viral beberapa hari ini.

"Ini sangat memalukan di zaman modern seperti ini. Apa artinya teknologi yang luar biasa dimana sebenarnya memudahkan untuk belajar hal-hal positif tapi disalahgunakan ke hal-hal yang negatif," ungkap anggota Komisi C DPRD Mimika, Leonardus Kocu kepada BeritaMimika.

Menurut Ketua Fraksi Perindo, hal-hal negatif seperti ini sangat merugikan generasi muda Indonesia.

"Saya berharap Dinas Pendidikan dan Kominfo harus bekerjasama agar ada pengawasan tentang penggunaan ITE yang mengarah ke hal-hal negatif," ungkap Leonardus.

Menurutnya hal ini dimungkinkan karena pengaruh pergaulan bebas, akibat faktor lingkungan bahkan mungkin pengaruh dari faktor pendidikan yang kurang memadai.

"Karena ketika mereka sudah dikotori dengan pikiran-pikiran yang kurang produktif dan kurang membangun ini sungguh sangat merugikan regenerasi kita,"ujar Leonardus.

Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,kata Leonardus akan mendiskusikan persoalan seperti secara serius dengan tingkat Komisi C. Pasalnya hal ini sudah menggemparkan generasi muda.

Ia juga meminta para orangtua untuk melakukan pengawasan lebih terhadap buah hati mereka agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang karena kasus seperti ini akan sangat berdampak pada psikologis anak dalam pertumbuhan mereka. (Ignasius Istanto)

Dinsos Mimika Temukan Ada Dua Kali Penggalangan Dana yang Tidak Jelas

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Marthen Malissa

MIMIKA, BM

Dinas Sosial Kabupaten Mimika meminta kepada setiap organisasi masyarakat maupun kelompok-kelompok lainnya yang ingin menggalang dana agar dapat melapor maksud dan tujuan aksi penggalangannya.

Pasalnya, beberapa kali Dinas Sosial Mimika telah mendapati penggalangan dana yang tidak jelas peruntukannya. Bahkan hasil yang dikumpulkan malah digunakan untuk mabuk-mabukan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Mimika, Marthen Malissa saat dijumpai di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin, Kamis (20/10/2022).

"Selama saya di Dinas Sosial, mungkin sudah dua kali kita tegur yang seperti itu. Kita tidak larang tapi harus dikordinasikan dengan meminta rekomendasi ke kami dulu," ujarnya.

Disampaikan juga bahwa ada banyak kelompok penggalangan dana yang mengaku-ngaku dana sumbangan itu untuk tujuan kemanusiaan, padahal setelah ditelusuri malah digunakan untuk tujuan lain.

"Contohnya kalau misalkan kita lewat di jalan-jalan yang pakai pakai karton, itu kan habis kumpul-kumpul pergi lagi mabuk. Kan masalah lagi kan," ucapnya.

Oleh karena itu, Marthen menegaskan bahwa setiap aksi penggalangan dana dalam bentuk kepedulian sosial terhadap peristiwa bencana, wajib untuk dilaporkan dan dikordinasikan dengan Dinas Sosial agar tidak terjadi hal-hal yang di luar maksud dan tujuan awal.

"Dana yang dikumpulkan juga perlu dilaporkan, kadang banyak juga yang dikumpul tidak tepat sasaran. Kita kan hanya mengetahui saja. Berapa dana yang sudah di kumpul apakah sudah dikirim betul sesuai dengan peruntukannya," katanya.

Lebih lanjut Marthen menyebutkam bahwa tidak ada persyaratan dalam melaporkan kegiatan penggalangan dana. Kata dia, cukup lewat penyampaian dan kordinasi dengan Dinas Sosial.

"Jika calon para penggalangan dana berkoordinasi dengan Dinsos, saat itu juga Dinsos akan mengeluarkan surat rekomendasinya. Yang penting tujuannya jelas untuk apa sehingga kita tahu. Jangan sampai sudah mengatasnamakan organisasi baru disalahgunakan," pungkasnya. (Endi Langobelen)

Top