Hukum & Kriminal

Pastikan Kondisi Kendaraan Layak Pakai, Dandim Lakukan Pemeriksaan Berkala Kendaraan Dinas

Dandim saat mengecek kendaraan dinas.

MIMIKA, BM

Untuk memastikan kondisi kendaraan tetap layak pakai, aman digunakan, serta lengkap secara administrasi, Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya,S.Sos,.M.Han,.M.A melakukan pemeriksaan berkala kendaraan dinas milik personel Makodim maupun Koramil jajaran.

Kegiatan ini berlangsung halaman Aula Benteng Merah Putih Makodim 1710/Mimika, Selasa (28/10/2025).

“Pagi hari ini kami melaksanakan pengecekan berkala kendaraan Dinas. Pemeriksaan ini adalah bentuk kontrol dari kami khususnya bidang Intel dan logistik agar seluruh prajurit Kodim 1710/Mimika tetap disiplin dan terhindar dari hal-hal negatif,"kata Dandim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet.

Lanjutnya,"Saya mengimbau kepada seluruh personel untuk selalu menjaga kelengkapan, kondisi kendaraan, serta mematuhi aturan berlalu lintas,” sambung Dandim,Letkol Inf M. Slamet.

Selain itu Dandim juga mengingatkan pentingnya keselamatan di jalan raya dengan memastikan kelengkapan administrasi, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta penggunaan helm berstandar SNI.

“Helm bukan hanya pelindung kepala, tetapi juga kewajiban hukum. Dengan melengkapi diri dan mematuhi aturan berarti kita bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga, dan turut menciptakan kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya. Ingat, keselamatan adalah hal yang tidak ternilai harganya,” ujar Letkol Inf M. Slamet. (Ignasius Istanto)

Tak Pernah Kapok, Personel Gabungan Masih Temukan Miras Lokal di Pelabuhan

Inilah BB miras lokasl jenis sopi yang diamankan saat razia di pelabuhan Pomako.

MIMIKA, BM

Personel gabungan baik Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Sat Pol PP dan Lanal Timika masih saja menemukan minuman keras (miras) lokal tak bertuan saat kedatangan kapal penumpang Sirimau pada Senin (27/10/2025) dini hari.

Meskipun razia rutin dilakukan saat kedatangan kapal penumpang di Pomako, miras lokal seperti sopi terus ditemukan, ini menandakan bahwa masyarakat tidak pernah kapok alias bandel.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Fits Gerald Marselino Nanlohy menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan dan razia miras lokal ini dilaksanakan secara rutin di dermaga pelabuhan Pomako dengan melibatkan personil gabungan.

"Kita laksanakan kegiatan ini selain memberantas minuman keras yang datang melalui jalur laut, serta menekan peredaran minuman keras lokal masuk di wilayah Kabupaten Mimika," ujarnya.

Kata Kapolsek, dalam razia miras lokal telah terjaring minuman keras jenis sopi sebanyak 76 liter

"Miinuman keras langsung diamankan ke Mako Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako guna proses pemusnahan," kata Iptu Fits Gerald.

Kapolsek Pomako juga menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap melaksanakan kegiatan pengamanan dan razia miras lokal secara rutin terhadap seluruh kapal penumpang yang masuk lewat jalur larut di dermaga pelabuhan Pomako.

"Agar tercipta situasi yang kondusif di wilayah pelabuhan Pomako," kata Iptu Fits Gerald. (Ignasius Istanto)

Personel Gabungan Tertibkan Camp Ilegal di Area Mile 66

Foto Istimewa/nampak personel gabungan saat berada dilokasi penertiban camp ilegal.

MIMIKA, BM

Personel gabungan baik Polsek Tembagapura bersama Satgas Amole dan Security PT. Freeport Indonesia melakukan sweeping gabungan terhadap aktivitas pendulangan liar oleh masyarakat non-karyawan di area perusahaan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di area HD Shop Mile 66, Distrik Tembagapura beberapa hari lalu, personel gabungan menemukan satu camp ilegal dan langsung dilakukan pemusnahan.

Kapolsek Tembagapura Iptu Firman menyampaikan bahwa sweeping yang dilakukan itu mengingat aktivitas pendulangan yang dilakukan oleh masyarakat (non karyawan) itu mengganggu kerjanya karyawan.

"Memang disitu tempat cucian mobil. Karena mobil yang keluar dari areal tambang itu cucinya disitu dan hasil cucian itu meluncur ke bawah (kali) sehingga masyarakat datang untuk mendulang," katanya saat ditemui di Mako Polres Mimika, Mile 32, Senin (27/10/2025).

Menurut Kapolsek Tempur, sweeping dilokasi tersebut bukan baru pertama atau dua kali, oleh karena itu dengan dibongkarnya camp saat sweeping diharapkan kedepannya tidak ada lagi.

"Hanya satu camp yang kami temukan dan langsung kami bongkar," ujar Iptu Firman. (Ignasius Istanto)

Top