Hukum & Kriminal

Jamin Kondusifitas Wilayah Mimika Tetap Kondusif, Polisi Lakukan Patroli Skala Besar

Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Alfredo Korwa.

MIMIKA, BM

Pihak Kepolisian Mimika terus menunjukkan konsistensinya hadir di tengah masyarakat dengan menggelar patroli skala besar secara rutin dengan rute patroli menyisir seluruh wilayah kota.

Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Alfredo Korwa menyampaikan bahwa patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

"Patroli skala besar itu kita laksanakan pada malam minggu kemarin,"katanya saat ditemui Senin (20/10/2025).

Dalam pelaksanaannya, kata Kabag Ops bahwa petugas turut memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada, menjaga ketertiban, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.

"Jadi saat kita sedang lakukan patroli itu kita juga respon terkait sekelompok pemuda tawuran,"kata AKP Henri.

"Terkait tawuran ini kita juga belum tahu apa penyebabnya, karena saat kita tiba di lokasi mereka sudah kabur," sambungnya.(Ignasius Istanto)

Terkait Temuan 9 Ton BBM Solar Diduga Ilegal, Polisi Akan Lakukan Uji Lab ke Pertamina


Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria

MIMIKA, BM

Barang bukti 9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal terus dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Mimika.

Oleh karena itu Sat Reskrim Polres Mimika akan mengirim sampel ke Pertamina untuk dilakukan uji lab.

"Kita akan lakukan uji lab ke Pertamina. Jadi kita akan ambil sampel, juga kita akan berkomunikasi dengan ahli apakah ini BBM subsidi atau non subsidi,"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

Disampaikan Kasat Reskrim bahwa pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi juga pemilik BBM.

"Kita juga sudah periksa para saksi juga pemilik BBM dan sekarang kita membuktikan dengan cara uji lab. Dari keterangan pemilik itu BBM akan dipakai untuk pekerjaan proyek, belum ada indikasi yang lain," ujar Rian.

Perlu diketahui bahwa terkait dengan barang bukti 9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal itu pertama kali terkuak pada tanggal 19/08/2025 lalu di Kampung Uta ketika ditemukan saat dimuat dalam long boat. (Ignasius Istanto)

Pasca Dugaan Ucapan Rasis, Puluhan Warga Gelar Aksi Protes di SMP Kalam Kudus

Nampak situasi dilokasi SMP Kalam Kudus saat puluhan warga melakukan orasi dugaan ucapan rasis.

MIMIKA, BM

Pasca adanya dugaan ucapan rasis yang dilakukan oleh seorang siswa kepada siswa lainnya pada Jumat (10/10/2025) membuat puluhan warga menggelar aksi protes dengan mendatangi SMP Kalam Kudus Senin (13/10/2025).

Kepada awak media, Since Lokbere yang merupakan ibu kandung korban mengaku sangat kecewa dan sakit hati. Oleh karena itu dirinya berharap pihak Yayasan untuk segera mengevaluasi.

"Ini sudah sering terjadi dan bukan hanya kepada anak saya tapi ada juga beberapa orang tua yang mengaku hal yang sama. Ini membuat anak kami tidak mau lagi masuk sekolah dan meminta pindah sekolah,"katanya.

Atas kejadian ini, dirinya berharap agar sejumlah siswa yang melakukan aksi rasis harus dipindahkan, serta guru kelas harus dipecat karena dinilai lamban menangani kejadian yang mematikan karakter anaknya tersebut.

Menanggapi aksi tersebut, Pdt. Nining Lebang  yang selaku Ketua Yayasan Kalam Kudus menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi.

"Ini menjadi evaluasi dan koreksi bagi kami supaya bisa lebih merekat hubungan antar anak-anak kami ini.Kami sangat bersyukur karena pihak keluarga bisa menyampaikan dengan tertib dan aman,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan akan melakukan sesuai prosedur terkait permintaan untuk memindahkan para siswa pelaku bullying dan pemecatan guru kelas.

Atas kejadian ini, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi terkait standar pendidik guru yang mengajar di Kalam Kudus. Pasalnya guru bukan hanya mengajar akademik untuk mengejar kepintaran anak, namun juga harus mendidik karakter,sikap dan keterampilan anak murid.

"Meski para guru di Kalam Kudus direkrut Yayasan, akan tetapi pemerintah harus evaluasi," kata Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Ohestin Usmani yang saat itu juga mendatangi sekolah tersebut.

Dengan kejadian ini dirinya berharap kedepannya tidak kejadian serupa yang terjadi di sekolah -sekolah lainnya di Timika

"Kejadian di Kalam Kudus diharapkan jadi pelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya. Seluruh kepala sekolah dan guru wajib memberi edukasi khusus untuk mencegah aksi bullying atau rasisme," harap Kadis Pendidikan.

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, aksi protes yang dilakukan oleh puluhan warga ini berjalan aman dan tertib, serta mendapatkan pengamanan dari pihak kepolisian. (Ignasius Istanto)

Top