Hukum & Kriminal

208 Kasus Laka Lantas Didominasi Karena Kelalaian Pengemudi

Kasat Lantas Polres Mimika , AKP Baharuddin Buton, S.H.

MIMIKA, BM

Angka kasus laka lantas sejak bulan Januari sampai dengan November 2025 tercatat 208, dan itu didominasi karena kelalaian pengemudi sendiri.

"Laka lantas dengan jumlah 208 itu pertama didominasi kelalaian pengemudi. Di urutan kedua karena pengemudi dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol. Dan itu kebanyakan pengemudi roda dua," ungkap Kasat Lantas Polres Mimika , AKP Baharuddin Buton, S.H.

Menurut Kasat Lantas bahwa pihaknya selalu memberikan himbauan setiap saat, namun kembali lagi pada kesadaran pengendaranya.

"Jika dibandingkan dengan tahun kemarin (2024), diitahun ini lebih tinggi jumlah angka lakanya,"ujar AKP Baharuddin.

Lanjut Kasat Lantas, terutama pada penggunaan helm, itu masih banyak yang belum paham akan penggunaannya.

"Helm itu sangat penting lindungi kepala. Jadi kami himbau masyarakat supaya sadar akan helm dan jangan ugal-ugalan di jalan raya," imbuh Kasat Lantas. (Ignasius Istanto)

153 Liter Sopi Tanpa Pemilik Diamankan Saat Kapal Masuk di Pelabuhan

Foto Istimewa/Ratusan liter sopi yang berhasil diamankan saat dilakukan razia terhadap barang larangan yang dibawa oleh penumpang kapal.

MIMIKA, BM

Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Poumako kembali mengamankan 153 liter minuman keras lokal jenis sopi di Pelabuhan Poumako Timika, Rabu (12/11/2025) lalu.

Hal ini membuktikan bahwa Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako bersama instansi terkait dalam hal ini Satpol PP, Pom Lanal Timika, Babinsa Koramil Mapurujaya dan KPLP serta Syahbandar Pelabuhan Pomako tak akan pernah memberikan lolos masuknya miras lokal tanpa ijin edar ke Timika melalui pelabuhan Poumako.

"Ratusan liter minuman keras lokal ini diamankan saat giat pengamanan serta razia yang dilakukan saat kapal KM Leuser yang datang dari pelabuhan asal Tual tiba di Pelabuhan Poumako Timika sekitar pukul 11.00 WIT," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Fits Gerald Marselino Nanlohy.

Ditegaskan Kapolsek bahwa pihaknya bersama instansi terkait terkait secara rutin akan melaksanakan pengamanan sekaligus razia setiap kapal penumpang yang masuk di pelabuhan Pomako.

"Ini guna mencegah peredaran minuman lokal jenis sopi di wilayah Kabupaten Mimika agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif. Barang bukti tersebut diamankan di Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako guna proses pemusnahan," tegas Iptu Fits.

Perlu diketahui ratusan minum keras pada saat diamankan itu tanpa pemiliknya, ini dimungkinkan pemiliknya melihat ada razia sehingga takut kemudian meninggalkan barangnya tersebut.(Ignasius Istanto)

Penjual Diminta Harus Selektif Dalam Menjual Spirtus

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H.

MIMIKA, BM

Maraknya kalangan anak-anak hingga remaja yang bermain meriam spirtus belakangan ini semakin membuat masyarakat resah karena bunyinya yang keras.

Oleh karena itu, penjual spirtus diminta untuk selektif dalam menjual produknya karena maraknya penggunaan spirtus sebagai bahan bakar untuk "meriam spirtus".

"Kepada pemilik atau penjual spirtus tolong selektif apabila ada yang membeli dalam skala besar. Tolong dilaporkan ke kita supaya kita bisa tindaklanjuti. Apabila tidak ada efek jera kita akan lakukan tindak pidana ringan," ucap Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H.

Kata Kapolres, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat khsususnya anak-anak yang bermain meriam spirtus.

"Kita sudah berikan himbauan,karena ini mengganggu kamtibmas," ujar AKBP Billy.

Selain meriam spirtus, untuk penjualan petasan dan kembang api, kata Kapolres itu harus bisa dibedakan.

"Kembang api yang diijinkan itu berukuran dibawah 2 inci. Itu sudah ada jenis-jenisnya untuk diperjualbelikan kepada masyarakat, dan itu sudah ada ijin dari Mabes Polri, baik itu ijin inport maupun ijin distributor termasuk ijin penjualan," kata AKBP Billy.

Lanjutnya,"Untuk distributor itu juga harus ada surat ijinnya untuk melakukan ijin penjualan di wilayah Mimika. Dan distributor itukan punya agen-agennya, dan tentunya nanti kita akan data,"sambung Kapolres. (Ignasius Istanto)

Top