Hukum & Kriminal

Peringati HUT Brimob Ke-80, Satbrimob Polda Papua Tengah Gelar Upacara

Kapolda Papua Tengah saat mengukuhkan Dhuaja Satuan Brimob Polda Papua Tengah "Satya Ingga Mumaiga".

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati HUT Brimob ke-80, Satbrimob Polda Papua Tengah melaksanakan upacara pengukuhan Dhuaja "Satya Ingga Mumaiga" di Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah pada Jumat (14/11/2025).

Upacara pengukuhan Dhuaja Satuan Brimob Polda Papua Tengah "Satya Ingga Mumaiga" ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Kapolda Papua Tengah bahwa upacara pengukuhan Dhuaja Satuan Brimob Polda Papua Tengah "Satya Ingga Mumaiga" yang berarti Setia Hingga Akhir merupakan tonggak penting dalam perjalanan Polda Papua Tengah, sekaligus peneguhan komitmen pengabdian Polri, khususnya Satuan Brimob, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua Tengah tercinta.

Satuan Brimob Polda Papua Tengah bukan hanya menjawab kebutuhan organisasi, tetapi juga merupakan jawaban atas tantangan keamanan yang semakin kompleks di wilayah ini.

"Kehadiran Brimob akan memperkuat jajaran
kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi ancaman mulai dari gangguan kamtibmas, konflik sosial, hingga penanggulangan bencana,"ujarnya.

Kata Kapolda juga bahwa Brimob hadir sebagai garda terdepan Polri yang siap mengabdi tanpa pamrih demi menjaga keutuhan NKRI dan kedamaian masyarakat Papua Tengah.

"Hari ini, Dhuaja “Satya Ingga Mumaiga” dikukuhkan sebagai panji kehormatan satuan. Di dalamnya terkandung nilai luhur kesetiaan, keberanian, dan pengabdian tanpa batas," kata Brigjen Pol Alfred Papare.

Dalam kesempatan tersebut juga Kapolda berpesan kepada seluruh personel Brimob untuk menjadi abdi negara yang profesional,tangguh,
dan humanis. Pegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman hidup.

Kemudian bangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, karena keberhasilan tugas Brimob sejatinya adalah keberhasilan kita menjaga kepercayaan rakyat. Serta junjung tinggi kehormatan satuan dan jaga soliditas dengan seluruh unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Lanjut Kapolda, dengan dikukuhkan Dhuaja Satuan Brimob Polda Papua Tengah “Satya Ingga Mumaiga”, kita menegaskan bahwa Polri, khususnya Brimob, siap mengabdi sepenuh hati untuk Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.

"Mari kita jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk terus bekerja dengan semangat Presisi, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan dalam mewujudkan keamanan yang kondusif dan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah ini,"tutup Brigjen Pol Alfred Papare. (Ignasius Istanto)

Kapolda Papua Tengah Temui Langsung Dua Kubu Yang Bertikai di Kwamki Narama

Kapolda Papua Tengah saat memberikan arahan kepada kedua kelompok yang bertikai di Kwamki Narama.

MIMIKA, BM

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare temui langsung dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama pada Kamis (13/11/2025) kemarin.

Kehadiran Kapolda Papua Tengah didampingi langsung Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman serta sejumlah PJU lainnya.
Hadir juga Kadistrik Kwamki Narama, Edwin Naftali Hanuebi, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong dan para tokoh agama dan masyarakat.

Di tengah-tengah baik itu di kubu bawah maupun atas, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kehadiran di tengah-tengah kedua kubu ini sebagai upaya memberikan pencerahan agar pertikaian ini dihentikan, dan mari sama-sama mencari solusi yang terbaik.

"Saya minta stop berperang, tidak boleh lagi saling membalas. Kita hadir disini ini untuk mendengar masukan-masukan atau penyampaian sehingga kita akan tentukan langkah-langkah untuk penyelesaian," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa, termasuk seorang pendeta.

"Saya bisa merasakan itu dari pernyataan kelurga korban. Tetapi sebagai manusia kita harus ingat bahwa kita tidak diberikan kuasa oleh Tuhan untuk membunuh, karena hidup kita ini adalah Tuhan yang punya,"ucap Brigjen Pol Alfred.

Lanjutnya,"Saya yakin, kalau saja almarhum Pendeta hadir saat ini beliau tidak akan menginginkan nyawanya dibalas. Jadi saya mohon hentikan peperangan ini,” sambung Kapolda Papua Tengah.

Sementara itu mewakili Pemerintah Kabupaten Puncak, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pendeta, serta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam penyelesaian pertikaian.

"Saya juga mau sampaikan bahwa masyarakat kedua belah pihak yang bertikai ini adalah masyarakat dari Puncak bukan masyarakat dari Kabupaten Mimika. Jadi saya berharap mari kita hentikan perang ini, karena kalau perang lagi pasti ada korban," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong, yang mana pada intinya pertikaian ini dihentikan dan mari bersama-sama lakukan proses perdamaian. (Ignasius Istanto)

Tak Berkutik, Pelaku Curanmor Diringkus Polisi

Foto Istimewa/pelaku curanmor saat diamankan di Kantor Polsek Mimika Baru.

MIMIKA, BM

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Mimika Baru berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kediamannya di Jalan Kebun Sirih pada tanggal 10 November 2025.

Pelaku yang diketahui berinisial TN ini ditangkap berdasarkan hasil pengembangan di lapangan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Ipda Teguh Krisandi Farda, S.Tr.K, MH.

Saat proses penangkapan, diketahui pelaku TN tidak melakukan perlawanan. Selain pelaku ditangkap, tim juga mendapati barang bukti hasil curiannya berupa satu unit SPM merek Honda jenis Vario warna merah.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti langsung digelandang di Mapolsek Mimika Baru guna proses lebih lanjut.

Kapolsek Mimika Baru AKP Putut Yudha Pratama, STK, SIK didampingi Kanit Reskrim Ipda Teguh Krisandi Farda, S.Tr.K, MH dalam keterangannya di hadapan awak media membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku curanmor.

"Benar pelaku curanmor ditangkap di kediamannya bersama barang bukti 1 unit SPM pada tanggal 10 November,,"'ungkapnya.

Kata Kapolsek bahwa pelaku TN merupakan target yang selama ini dicari atas adanya laporan resmi dari warga yang telah kehilangan SPM-nya pada bulan September.

"Saat ini Pelaku TN telah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik unit Reskrim guna pemenuhan administratif pada proses hukum lebih lanjut," kata AKP Putut.

Disampaikan Kapolsek bahwa dari hasil keterangan, pelaku mengaku telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali di lokasi TKP yang berbeda.

"Dia (pelaku) melakukan sendiri, dan hasil dari aksinya tersebut digunakan untuk foya-foya," ujar AKP Putut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan proses hukum sesuai dengan prosedural dan ketentuan hukum yang berlaku sebagai bentuk keseriusan Polsek Mimika Baru dalam melakukan penanganan tindak pidana yang terjadi di wilayah hukumnya.

"Kami akan lakukan proses hukum terhadap pelaku sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini dikandung maksud bentuk keseriusan kami dalam penanganan tindak pidana yang masuk di Polsek Mimika Baru," tegas AKP Putut.

Perlu diketahui kasus curanmor ini telah dilaporkan secara resmi di SPKT Polsek Miru dengan nomor : LP/B/75/IX/2025/SPKT/Polsek Mimika Baru/Polres Mimika/Polda Papua Tengah tertanggal 12 September 2025. (Ignasius Istanto)

Top