Hukum & Kriminal

600 Personel Gabungan Dikerahkan Selama Operasi Lilin 2025

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman.

MIMIKA, BM

Sebanyak 600 personil gabungan dikerahkan selama operasi Lilin 2025 dalam rangka mempersiapkan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"600 personil gabungan itu terdiri dari TNI-Polri dan dinas terkait," kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui seusai memimpin apel gelar pasukan di gedung Graha Eme Neme Yauware, Jumat (19/12/2025).

Kata Kapolres Mimika bahwa personel yang dikerahkan ini untuk menjaga lancarnya ibadah untuk umat kristiani.

"Jadi nanti pada saat ibadah itu sebelumnya akan dilakukan sterilisasi terlebih dahulu di tempat-tempat ibadah,"kata AKBP Billy.

Selain itu Kapolres juga menyampaikan bahwa sudah ada 6 pos yang disiapkan, diantaranya 2 pos pelayanan baik di Bandara maupun Pomako, kemudian 1 pos terpadu di pasar sentral dan 3 pos pam yang berada di pasar lama, SP2 dan Diana. (Ignasius Istanto)

Peringati Hari Bela Negara Ke-77, Polres Mimika Laksanakan Upacara

Suasana upacara Hari Bela Negara di Mako Polres Mimika, Mile 32.

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025, Polres Mimika melaksanakan upacara di halaman Mako Polres Mimika, Mile 32,Jumat (19/12/2025).

Dalam upacara yang berlangsung di Mako Polres Mimika, Mile 32 dipimpin langsung oleh
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman dengan diikuti para pejabat utama dan seluruh personel Polres Mimika.

"Hari ini kita dapat memperingati Hari Bela Negara ke-77, sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen kita menjaga keutuhan bangsa," ujar Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat membacakan amanat Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam amanatnya, Presiden RI mengingatkan bahwa setiap tanggal 19 Desember merupakan momen bersejarah mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukitinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Milter mengancam keberlangsungan Republik.

Peristiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema: "Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju". Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian.Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa.

Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.

"Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia," ujar Kapolres saat membacakan amanat Presiden RI.

Dalam amanat tersebut juga, Presiden mengangkat peran besar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam perjalanan perjuangan bangsa.

Ketiga wilayah tersebut bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini.

Oleh karena itu dengan musibah bencana yang dihadapi tiga wilayah tersebut Presiden mengajak semua untuk hadir dan membantu mereka.

Disampaikan Kapolres melalui amanat Presiden RI bahwa momentum Hari Bela Negara ke-77 hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti hadir dalam membantu sesama yang sedang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. (Ignasius Istanto)

Januari Hingga Desember 2025, Sat Resnarkoba Polres Mimika Tangani 43 Perkara

Kasat Narkoba Polres Mimika, AKP Mattineta.

MIMIKA, BM

Satuan Reserse dan Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika mengungkapkan jumlah kasus yang ditangani sejak bulan Januari hingga Desember 2025 saat ini.

Kasat Narkoba Polres Mimika, AKP Mattineta kepada awak media mengatakan bahwa pihaknya sejak Januari sampai Desember berjalan 2025 itu ada 43 kasus atau perkara yang ditangani dengan 58 tersangka.

"Dari 43 perkara itu ada beberapa perkara yang sudah dilakukan tahap II ke Kejari Mimika, ada juga yang sudah tahap I dan sebagian lagi sedang dalam proses,"terangnya.

Disebutkan Kasat Narkoba bahwa untuk perkara atau kasus sabu-sabu itu sebanyak 23 LP dengan 32 orang tersangka.

Dimana dari 23 LP itu, 17 perkara sudah tahap dua, satu perkara SP3 (tersangka MD). Dan untuk tahap satu itu ada 1 perkara, sedangkan 4 perkara sidik. Kemudian total Sabu yang diamankan itu sebanyak 851,47 gram.

Sementara, untuk Narkotika jenis Ganja sendiri kata AKP Mattineta ada 4 LP dengan 4 orang tersangka. Dimana dari 4 LP tersebut, 3 perkara sudah tahap II dan 2 perkara proses sidik. Total Ganja yang berhasil diamankan sebanyak 291,15 gram.

Selain itu, Tembakau Sintetis ada 7 LP dengan 8 orang tersangka. Dari 7 LP itu, ada 1 perkara dilakukan Restorative Justice (RJ), kemudian tahap II ada 2 perkara, tahap I ada 4 perkara. Jumlah barang bukti sebanyak 64,04 gram. Bahan baku diduga cairan Sintetis sebanyak 103 ml.

Sementara obat keras ada 8 LP dengan jumlah tersangka 11 orang. Dari 8 LP tersebut, kesemuanya sudah tahap II.

Adapun jenis obat keras (obat terlarang) yang berhasil diamankan, diantaranya Dextromethorphan sebanyak 16.826 butir, Yarindo sebanyak 1617 butir, Eximer sebanyak 90 butir, dan Trihexypenidhyl sebanyak 1.077 butir.

Kemudian minuman keras (Miras) jenis arak Bali 1 LP dengan 3 orang tersangka dengan total barang bukti yang diamankan sebanyak 24 liter. Perkara miras ini sudah dilakukan tahap II. (Ignasius Istanto)

Top