Hukum & Kriminal

Polisi Umumkan Hasil DNA Potongan Tubuh Keempat Korban Mutilasi

Kabid Dokter Kesehatan Polda Papua, Kombes Pol dr. Nariyana didampingi Kapolres Mimika,AKBP I Gede Putra saat mengumumkan pemeriksaan hasil DNA keempat korban

MIMIKA, BM

Hasil pemeriksaan DNA potongan tubuh keempat korban kasus pembunuhan disertai mutilasi akhirnya diumumkan oleh pihak kepolisian pada Selasa (13/9) sore di pelataran kamar jenazah RSUD Mimika.

Pengumuman hasil DNA dilakukan langsung di depan keluarga korban yang dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Dokter Kesehatan Polda Papua, Kombes Pol dr. Nariyana didampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra serta pihak RSUD Mimika.

"Sore hari ini kami sampaikan hasil pemeriksaan identifikasi yang dilakukan tim forensik dan tim laboratorium DNA Pusdokkes Polri dimana kami telah berhasil mengidentifikasi identitas keempat korban," ungkap dr. Nariyana.

Ia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan dilakukan berdasarkan sampel darah yang diperoleh dari keluarga, sebagian jaringan atau tulang dari potongan jasad korban, serta melakukan wawancara dengan pihak keluarga dengan meminta keterangan bagaimana kondisi korban sebelum meninggal.

"Jadi kita bersyukur kepada Tuhan keempatnya bisa teridentifikasi dengan baik,"ungkapnya.

Kata dr. Nariyana, korban pertama yang berhasil terindentifikasi adalah korban atas nama Arnold Lokbere. Kemudian korban Lemaniel Nirigi, Irian Nirigi, dan korban keempat yakni Jenius Tini.

Usai mendengar hasil DNA yang sudah disampaikan, selaku perwakilan keluarga korban, Aptoro Lokbere memberikan apresiasi serta ucapan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja sehingga hasilnya bisa disampaikan.

Namun untuk menerima potongan tubuh korban, pihaknya belum bisa menerimanya lantaran waktu yang sudah sore serta belum dikoordinasikan secara bersama dengan keluarga masing-masing korban terkait prosesi adat.

"Kami keluarga korban datang kesini hanya datang untuk dengar hasil DNA. Belum sampai ke tahapan penyerahan potongan tubuh, apalagi ini sebagian tubuh masih hilang," ujar Aptoro Lokbere.

"Jujur selama ini kami jalan bersama pak Kapolres dan kasat, kami belum punya persiapan di segi adat dan penyedian tempat. Beri waktu kepada kami apalagi ini juga sudah sore, nanti kami akan segera kasih infomasi kepada bapak Kapolres bahwa kami sudah siap,” ungkapnya.

Menggapi hal tersebut, Kapolres berkata bahwa apa yang menjadi harapan keluarga korban, pihaknya akan selalu terbuka dan akan selalu membangun komunikasi serta koordinasi untuk langka-langka selanjutnya. (Ignas)

Berkas Dinyatakan Lengkap, Pelaku Penganiayaan Karena Cemburu Akan Jalani Sidang Perdana

Penyidik Polsek Mimika Baru saat menemani tersangka ketika melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika

MIMIKA, BM

Setelah dinyatakan lengkap berkas tahap dua oleh penyidik Polsek Mimika Baru, YK alias Julman siap menjalani sidang perdana atas kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap korban H pada 10 Juli lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim, Ipda Yusran Selasa (13/9).

"Tahap duanya itu kemarin (Senin-red) dimana penyidik sudah serahkan tersangka dan BB ke Kejaksaan Negeri Mimika," kata Yusran.

Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika, Julman dititipkan sementara di Lapas Kelas IIB Timika guna menunggu jadwal sidang perdana. Terhadapnya juga telah dilakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Tribrata.

Terkait kasus Julman, Ipda Yusran menjelaskan secara krinologis bahwa kejadian terjadi pada tanggal 10 Juli lalu sekitar pukul 15.00 Wit di Jalan Irigasi samping lapangan futsal.

"Saat itu korban duduk bersama tiga saksi merayakan lebaran. Sesudah makan mereka duduk cerita dan tiba-tiba pelaku datang dan melepaskan sarung parang langsung menebas korban,"ungkapnya.

Menurut Yusran kasus ini dipicu karena cemburu sebab salah satu saksi yang saat bersama korban adalah mantannya.

"Korban alami luka robek ditangan sebelah kiri,"ujarnya. (Ignas)

'Restoratife Justice' Selesaikan Kasus Hukum Pencurian Dalam Rumah

Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran

MIMIKA, BM

Kasus pencurian dalam rumah yang terjadi pada tanggal 5 Juli lalu sekitar pukul 04.00 wit di Jalan Sektoral tepatnya belakang Gereja Katedral Tiga Raja dengan tersangka YW (20) dan LW (26) berakhir dengan Restoratife Justice (RJ).

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim, Ipda Yusran Senin (12/9) di ruang kerjanya.

"RJ itu sudah dilakukan satu minggu lalu, berdasarkan kesepakatan bersama dimana permintaan keluarga pelaku kepada keluarga korban, sehingga dikeluarkan surat permohonan pencabutan laporan dan penyelesaian secara kekeluargaan," ungkapnya.

Menurut Kanit Reskrim, kasus ini sebenarnya sudah masuk tahap satu namun karena permohonon orangtua dari salah satu tersangka (YW) karena anaknya mendapatkan beasiswa sehingga akan melanjutkan kuliah maka atas perintah Kapolsek dilakukan RJ.

"Korban adalah ibu gurunya, sehingga korban cabut laporannya dan satu tersangka lainnya itu juga masih tetangga dengan korban. Jadi RJ itu untuk kedua tersangka. Selain itu BB sudah dikembalikan ke korban,"ungkap Yusran.

Untuk diketahui sebelumnya kasus pencurian dalam rumah ini terjadi pada tanggal 5 Juli sekitar pukul 04.00 di Jalan Sektoral tepatnya belakang Gereja Katedral Tiga Raja.

Dari penangkapan terhadap kedua tersangka, kepolisian dalam hal ini Polsek Mimika Baru juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit labtop merk Lenovo warna hitam,1 unit TV 42" merk LG warna hitam dan 1 unit TV 14" merk Polytron warna hitam. (Ignas)

Top