Hukum & Kriminal

Warga Blokade Jalan Ahmad Yani, Dipicu Kasus Penikaman

Warga lakukan pemalangan sambil membakar ban bekas

MIMIKA, BM

Ratusan warga melakukan aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas di Jalan Ahmad Yani Timika, tepatnya di depan SD Negeri III, Rabu (28/1/2026) dini hari.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan kawasan sekitar dipenuhi kepulan asap hitam.

Bahkan aksi blokade jalan ini juga sempat dilakukan di Jalan Kihajar Dewantara, namun pihak kepolisian berhasil mengamankan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Pantauan Beritamimika.com di tempat kejadian perkara (TKP), para keluarga korban karena emosi sehingga meluapkannya dengan memblokade jalan.

Menurut informasi yang diperoleh dilapangan, korban ini setelah ditikam, juga diseret ke arah tempat sampah oleh pelaku.

Pihak Kepolisian Mimika yang merespon ke lokasi pemalangan langsung melakukan pengamanan dan bernegosiasi dengan pihak keluarga agar kasus ini diserahkan dan ditangani pihak kepolisian agar pelaku ditangkap.

Hingga pukul 12.10 WIT, massa masih bertahan melakukan blokade jalan. Sementara itu, pihak keamanan dalam hal ini Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah masih melakukan standby dilokasi pemalangan.

Hingga berita ini diturunkan, motif penikaman masih dalam penyelidikan kepolisian. (Shanty Sang)

Bentrok di Kapiraya Kembali Terjadi, 4 Orang Dirawat di Puskesmas Wakia

 

Keadaan saat berlangsungnya bentrokan

MIMIKA, BM

Bentrok antar warga dari dua kampung di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah kembali terjadi pada Selasa (10/02/2026). 

Dari aksi bentrok ini dikabarkan 4 orang menjadi korban dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Wakia. 

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya betul, aparat keamanan gabungan TNI-Polri sudah di TKP, untuk situasi saat ini kondusif. Untuk korban ada 4 orang, dan saat ini dirawat di Puskesmas Wakia,"kata Kapolres  Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi Rabu (11/02/2026). 

Katanya, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi, pihaknya sudah melakukan penebalan dengan mengirimkan tambahan personel ke lokasi. 

"Sementara pasukan penebalan dipimpin Kabag Ops persiapan ke lokasi menggunakan speedboat,"ujarnya.

Perlu diketahui untuk saat ini situasi telah terkendali aman dan kondusif, dan pihak aparat gabungan Polres Mimika, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah dan TNI yang melakukan pengamanan telah melakukan penyekatan agar konflik tidak kembali terjadi. Selain itu juga personel terus melakukan patroli dan memberikan himbauan kepada masyarakat. (Shanty Sang)

Polisi Ungkap Kronologis Kematian Sopir Dalam Mobil

Polisi saat mengevakuasi jenazah sopir ke RSUD

MIMIKA, BM

Seorang sopir pick up Mitsubishi L300 berinisial YYR (35) ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya yang terparkir di Jalan Poros Pomako–Timika, tepatnya di depan SPBU Kilometer 8 pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIT.

Kapolres Mimika melalui Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

"Saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil visum dari pihak Rumah Sakit,"kata Hempy.

Dijelaskan Kasi Humas bahwa korban pertama kali ditemukan oleh salah satu saksi sekitar pukul 06.30 WIT dengan melihat banyak lalat di kaca depan kendaraan.

Kemudian setelah mendekat, terlihat korban terbaring menyamping ke kiri dengan muka membengkak, tidak bernyawa, dan mengeluarkan bau busuk.

"Saksi kemudian memanggil rekan-rekannya untuk memastikan,"ujar Hempy.

Ia mengatakan, bahwa dari keterangan saksi lainnya, sejak Selasa kemarin kendaraan korban sudah terparkir di lokasi tersebut.

"Ia juga menelepon korban namun tidak ada respon,” ujarnya.

Saksi juga menyampaikan bahwa pada Senin malam tanggal 26 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIT sempat bertemu korban di pangkalan pick up pasar lama.

“Saat ketemu korban mengajaknya (saksi) minum-minuman keras, namun ajakan tersebut ditolak saksi," ungkapnya.

Selanjutnya, warga menghubungi aparat kepolisian dan tak lama kemudian Polres Mimika bersama Tim Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Jenazah korban pun dievakuasi menggunakan mobil jenazah RSUD Mimika untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganannya kepada pihak kepolisian. (Shanty Sang)

Top