Budaya

Kapolres Mimika Ajak Pemuda-pemudi di Mimika Untuk Jaga Persatuan Dan Kesatuan

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H.

MIMIKA, BM

Hari ini kita memperingati momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda tahun 1928, dimana para pemuda menyatakan tekad untuk bersatu dalam mewujudkan Indonesia.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita dalam memperkuat nilai-nilai luhur yang diusung oleh generasi Sumpah Pemuda sebagai dasar karakter bangsa Indonesia dan semangat pemuda harus tetap menyala dalam hati kita.

Dengan momen bersejarah ini juga Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H. mengajak seluruh pemuda-pemudi khususnya yang ada Mimika untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan.

"Tentunya kita berharap kepada seluruh pemuda-pemudi di wilayah Kabupaten Mimika mari kita menjaga persatuan dan kesatuan. Selain itu jangan mudah terprovokasi, kemudian bijak dalam bermedsos, lebih beretika dalam menjaga hubungan bersosialisasi dengan masyarakat," kata ABKP Billy.

Menurut Kapolres peringatan Sumpah Pemuda ke-97 ini merupakan wujud kebangkitan pemuda-pemudi dari seluruh Kabupaten Mimika untuk bergerak, kemudian tidak membeda-bedakan suku, bahasa maupun agama. (Ignasius Istanto)

Peringati Hari Pahlawan ke-80, Polres Mimika Gelar Upacara

Suasana saat upacara apel peringati Hari Pahlawan.

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, Polres Mimika menggelar upacara di lapangan Mako Polres Mimika, Senin (10/11/2025).

Upacara Hari Pahlawan kali ini mengusung tema “Pahlawan Telandanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”.

Dalam upacara tersebut dipimipin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol Junan Plitomo, dan dihadiri oleh PJU dan personel Polres Mimika dan personel Sat Brimob B Pelopor Polda Papua.

Dalam amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf yang dibacakan oleh Wakapolres Mimika, Kompol Junan Plitomo bahwa hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa.

Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.

Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

Dalam amanat tersebut Waka Polres juga menyampaikan tiga hal yang perlu kita diteladani dari para pahlawan bangsa, yaitu :

Pertama kesabaran para Pahlawan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.

Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, melanjutkan pengabdian.

"Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan," kata Waka Polres melalui amanat Menteri Sosial.

Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.

“Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ungkapnya.

Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus serta memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan ini tidak pernah padam,” ujar Waka Polres melalui amanat Menteri Sosial. (Ignasius Istanto)

Festival Budaya Amungme Kamoro Berwawasan Nusantara Satukan Keanekaragaman Mimika

Bupati Mimika Johannes Rettob foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

50 sanggar kerajinan tangan Amungme Kamoro, 40 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khusus kuliner Papua, dan 50 kelompok tari meriahkan Festival Budaya Amungme Kamoro Berwawasan Nusantara yang diselenggarakan perdana oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika.

Festival budaya yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal ini juga diikuti oleh 24 sekolah dalam lomba cerita rakyat, 50 peserta dalam lomba Fashion Show dan 10 kelompok ikut lomba masak berbahan sagu.

Pagelaran dibuka secara langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob dan diselenggarakan selama empat hari terhitung sejak Jumat (7/11/2025) hingga Senin (10/11/2025) di halaman GOR Futsal, SP5.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk mempersatukan keberagaman budaya yang ada di Mimika baik bahasa, budaya, suku dan agama.

“Mimika Rumah Kita, dimana kita semua berkumpul disini bersama-sama. Rumah ini adalah rumah Amungme Kamoro dan kita semua yang datang disini kita jaga rumah ini dengan baik dan membuat Mimika jadi aman dan damai,” katanya.

Lanjutnya, untuk melaksanakan mandat pokok pikiran kebudayaan daerah maka perlu sautu kegiatan yang mencerminkan pengembangan dan pelestarian budaya seperti festival budaya ini.

“Saya berharap kerukunan dapat memberikan dukungan penuh kepada pemerintah bersama tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda untuk membuat kegiatan ini menjadi besar dan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat Mimika dan dapat menambah perekonomian,” ucapnya.

Menurutnya, festival budaya ini merupakan momentum penting untuk merayakan dan melesarikan kekayaan budaya yang ada di Mimika.

“Dengan perbedaan ini menjadi suatu kekuatan peluang untuk bersama-sama membangun Kabupaten Mimika. Mari kita hidup berdampingan, saling menghormati, bahu membahu membangun Mimika lebih baik dan maju lewat karya-karya yang kita miliki,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Bupati John berpesan agar sanggar-sanggar yang ada di Mimika dapat diperhatikan dengan baik.

“Saya berharap festival ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuat persatuan yang luar biasa di Kabupaten Mimika ini,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Top